alexametrics
23.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Warga Khawatir Sungai Samir Beracun

SITUBONDO – Dugaan tercemarnya air sungai di Dusun Samir, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus akibat letusan buble di Gunung Ijen sempat membuat warga resah. Sebab sungai menjadi salah satu pusat aktifitas keseharian mereka. Karena itu, kepala desa setempat meminta Juru Pengairan Liwung Dam Banyuputih untuk melakukan pengecekan.

Sahijo, Kepala Desa Bantal menyampaikan, dugaan tercemarnya air di desanya berawal dari kabar mengenai beberapa warga Bondowoso yang keracunan. Sehingga, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menghubungi dirinya untuk mengecek keadaan air.

“Berita mengenai beberapa warga yang keracunan di Desa Watu Capil, Kecamatan Ijen, Bondowoso, sempat membuat kami khawatir. Kabarnya mereka terkena asap dari letusan buble gunung Ijen. Kemudian sekitar pukul 21.00, BPBD menghubungi kami. Karena ada informasi bahwa Dam Kalipahit juga tercemar. Kebetulan dam tersebut satu aliran dengan sungai ini. Sehingga, ada kemungkinan Samir juga ikut tercemar,” terang Sahijo saat diwawancarai di kantornya.

Setelah mendapat informasi tersebut, Sahijo langsung melakuan kordinasi dengan juru Pengairan Liwung. Dia meminta agar segera dilakukan pengecekan terhadap tingkat keasaman air sungai. “Saya suruh pantau keadaan airnya. Jika memang ada hal yang membahayakan terhadap aktifitas warga di sungai, maka harus segera diinformasikan. Saya hanya khawatir ada warga yang menjadi korban keracunan akibat air sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Heri Suhartono, Juru Pengairan Liwung Dam Banyuputih mengatakan, setelah dilakukan pengecekan beberapa tahap, ternyata keadaan air masih seperti biasanya. “Kami sudah tiga kali melakukan pengecekan. Yakni pada pukul 07.30, pukul 09.30, dan terakhir pukul 10.30. Hasilnya, kadar PH atau asam air berkisar antara 2,2 hingga 3. Angka itu tergolong normal untuk wilayah ini,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Heri tetap meminta warga agar berhati-hati dan mau diajak bekerjasama. “Memang kondisi air sungai saat ini tergolong aman. Namun, bukan berarti tidak waspada. Saat ini tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang turun ke Bondowoso untuk melakukan pengecekan. Jika kemudian  ada informasi lanjutan, warga diharap bisa diajak kerjasama. Tujuannya untuk keselamatan mereka sendiri,“ paparnya.

Supriyono, 27, warga setempat mengatakan, dirinya kaget  mendengar kabar tercemarnya air sungai Samir sejak tadi malam (kemarin malam). Sebab, sebagian besar aktifitas warga berada di sungai, “Tadi malam saya dapat informasi sekitar pukul 23.00. Katanya ada air beracun di sungai Samir. Terus saya  mengabarkan kepada kepada warga lainnya. Meminta agar mereka tidak mandi, mencuci dan memberi makan sapi di sungai,” ungkapnya. (cw1/pri)

SITUBONDO – Dugaan tercemarnya air sungai di Dusun Samir, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus akibat letusan buble di Gunung Ijen sempat membuat warga resah. Sebab sungai menjadi salah satu pusat aktifitas keseharian mereka. Karena itu, kepala desa setempat meminta Juru Pengairan Liwung Dam Banyuputih untuk melakukan pengecekan.

Sahijo, Kepala Desa Bantal menyampaikan, dugaan tercemarnya air di desanya berawal dari kabar mengenai beberapa warga Bondowoso yang keracunan. Sehingga, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menghubungi dirinya untuk mengecek keadaan air.

“Berita mengenai beberapa warga yang keracunan di Desa Watu Capil, Kecamatan Ijen, Bondowoso, sempat membuat kami khawatir. Kabarnya mereka terkena asap dari letusan buble gunung Ijen. Kemudian sekitar pukul 21.00, BPBD menghubungi kami. Karena ada informasi bahwa Dam Kalipahit juga tercemar. Kebetulan dam tersebut satu aliran dengan sungai ini. Sehingga, ada kemungkinan Samir juga ikut tercemar,” terang Sahijo saat diwawancarai di kantornya.

Setelah mendapat informasi tersebut, Sahijo langsung melakuan kordinasi dengan juru Pengairan Liwung. Dia meminta agar segera dilakukan pengecekan terhadap tingkat keasaman air sungai. “Saya suruh pantau keadaan airnya. Jika memang ada hal yang membahayakan terhadap aktifitas warga di sungai, maka harus segera diinformasikan. Saya hanya khawatir ada warga yang menjadi korban keracunan akibat air sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Heri Suhartono, Juru Pengairan Liwung Dam Banyuputih mengatakan, setelah dilakukan pengecekan beberapa tahap, ternyata keadaan air masih seperti biasanya. “Kami sudah tiga kali melakukan pengecekan. Yakni pada pukul 07.30, pukul 09.30, dan terakhir pukul 10.30. Hasilnya, kadar PH atau asam air berkisar antara 2,2 hingga 3. Angka itu tergolong normal untuk wilayah ini,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Heri tetap meminta warga agar berhati-hati dan mau diajak bekerjasama. “Memang kondisi air sungai saat ini tergolong aman. Namun, bukan berarti tidak waspada. Saat ini tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang turun ke Bondowoso untuk melakukan pengecekan. Jika kemudian  ada informasi lanjutan, warga diharap bisa diajak kerjasama. Tujuannya untuk keselamatan mereka sendiri,“ paparnya.

Supriyono, 27, warga setempat mengatakan, dirinya kaget  mendengar kabar tercemarnya air sungai Samir sejak tadi malam (kemarin malam). Sebab, sebagian besar aktifitas warga berada di sungai, “Tadi malam saya dapat informasi sekitar pukul 23.00. Katanya ada air beracun di sungai Samir. Terus saya  mengabarkan kepada kepada warga lainnya. Meminta agar mereka tidak mandi, mencuci dan memberi makan sapi di sungai,” ungkapnya. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/