alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Secara Formal, GS Sudah Ditutup

SITUBONDO – Pemkab Situbondo mengaku sudah menutup lokalisasi Gunung Sampan (GS) beberapa waktu lalu. Dengan begitu, seharusnya sudah tidak ada lagi aktifitas prostitusi di tempat tersebut.

Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi mengatakan, penutupan lokalisasi GS berlangung sudah lama. “Secara formal, pemerintah daerah sudah menutupnya,” terangnya, saat dihubungi di ruang kerjanya.

Jika kemudian masih ada aktifitas transaksi layanan seksual di lokalisasi yang ada di Desa Kotakan, Kecamatan Kota itu, Yoyok menilai, hal tersebut di luar kontrol pemerintah. Bisa saja itu tindakan oknum tertentu. “Kalau nyolong-nyolong, saya tidak tahu,” tambah Yoyok.

Yoyok mengatakan, beberapa waktu lalu, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah sebagai upaya penutupan lokalisasi GS. Seperti melakukan sosialisasi langsung, hingga menerjunkan Satpol PP untuk melakukan penjagaan.

Terkait dengan dugaan masih adanya bisnis esek-esek, Yoyok mengaku, pemerintah akan mengeceknya terlebih dahulu. Jika benar ada aktifitas, tentu pemerintah akan bertindak. “Sekarang ini sudah diterjunkan Satpol PP untuk melakukan penjagaan di sana,” katanya.

Ditegaskan, untuk penutupan GS, tidak cukup hanya diserahkan kepada pemerintah. Namun juga menjadi tugas masyarakat. Karena itu, dia berharap agar masyarakat berpartisipasi. “Harus bersama masyarakat karena menyangkut moral,” harapnya.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Artinya, masyarakat harus satu suara untuk melakukan penolakan terhadap keberadaan GS. “Semuanya harus tidak setuju. Jangan malah ada yang mendukung,” katanya.

Kata Yoyok, kesuksesan pemerintah menggusur warung remang-remang di wilayah barat Situbondo beberapa waktu lalu menjadi bukti pentingnya peran serta masyarakat. Saat itu, dengan kekompakan warga sekitar, penggusuran puluhan warung remang-remang berjalan dengan baik.

“Inilah yang kita harapkan dalam penutupan GS. Semua elemen harus mendukung, terutama warga sekitar. Kalau semuanya kompak, pemerintah sangat mudah menutupnya,” pungkas Yoyok. (bib/pri)

SITUBONDO – Pemkab Situbondo mengaku sudah menutup lokalisasi Gunung Sampan (GS) beberapa waktu lalu. Dengan begitu, seharusnya sudah tidak ada lagi aktifitas prostitusi di tempat tersebut.

Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi mengatakan, penutupan lokalisasi GS berlangung sudah lama. “Secara formal, pemerintah daerah sudah menutupnya,” terangnya, saat dihubungi di ruang kerjanya.

Jika kemudian masih ada aktifitas transaksi layanan seksual di lokalisasi yang ada di Desa Kotakan, Kecamatan Kota itu, Yoyok menilai, hal tersebut di luar kontrol pemerintah. Bisa saja itu tindakan oknum tertentu. “Kalau nyolong-nyolong, saya tidak tahu,” tambah Yoyok.

Yoyok mengatakan, beberapa waktu lalu, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah sebagai upaya penutupan lokalisasi GS. Seperti melakukan sosialisasi langsung, hingga menerjunkan Satpol PP untuk melakukan penjagaan.

Terkait dengan dugaan masih adanya bisnis esek-esek, Yoyok mengaku, pemerintah akan mengeceknya terlebih dahulu. Jika benar ada aktifitas, tentu pemerintah akan bertindak. “Sekarang ini sudah diterjunkan Satpol PP untuk melakukan penjagaan di sana,” katanya.

Ditegaskan, untuk penutupan GS, tidak cukup hanya diserahkan kepada pemerintah. Namun juga menjadi tugas masyarakat. Karena itu, dia berharap agar masyarakat berpartisipasi. “Harus bersama masyarakat karena menyangkut moral,” harapnya.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Artinya, masyarakat harus satu suara untuk melakukan penolakan terhadap keberadaan GS. “Semuanya harus tidak setuju. Jangan malah ada yang mendukung,” katanya.

Kata Yoyok, kesuksesan pemerintah menggusur warung remang-remang di wilayah barat Situbondo beberapa waktu lalu menjadi bukti pentingnya peran serta masyarakat. Saat itu, dengan kekompakan warga sekitar, penggusuran puluhan warung remang-remang berjalan dengan baik.

“Inilah yang kita harapkan dalam penutupan GS. Semua elemen harus mendukung, terutama warga sekitar. Kalau semuanya kompak, pemerintah sangat mudah menutupnya,” pungkas Yoyok. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/