alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Asyik Pesta Miras di Kebun, Delapan Remaja Diamankan Polisi

SITUBONDO – Delapan remaja yang melakukan pesta minuman keras (miras) di salah satu kebun di Desa Talkadang, Situbondo, diamankan polisi, Kamis (17/2). Mereka sempat terlibat aksi saling memukul karena ada dalam pengaruh miras.

Kasat Samapta Polres Situbondo AKP Sugeng Winarno mengatakan, kebun tersebut memang seringkali dijadikan tempat pesta miras. Itu diakui oleh sejumlah warga sekitar. “(Pesta miras) hampir setiap hari dilakukan. Awalnya masyarakat mengira hanya jadi tempat berteduh atau berkumpul santai,” terangnya.

Namun, lama kelamaan ada remaja yang sering bikin onar. Misalnya, memainkan gas sepeda motor, hingga menimbulkan suara bising dan sangat mengganggu warga sekitar. “Di situ, juga banyak masayarakat  petani yang melihat dan merasa terganggu sehingga memberikan informasi kepada polisi,” jelas Sugeng.

Baca Juga :  Mabuk Berat, Pria Ngamuk, Pukul Perempuan Sedang Hamil

Setelah mendapatakan laporan dari warga, anggota polisi langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan keberadaan remaja yang membuat resah masyarakat. “Setelah sampai di lokasi, ternyata mereka sedang asyik minum miras, rata-rata mereka masih di bawah umur,” kata Sugeng.

Akibat terlalu banyak minum miras, mereka sempat saling baku hantam. Sehingga, ada yang mengalami luka. Bahkan, ada darah yang membekas di bajunya. “Namun, mereka mengaku sedang bercanda, bukan berantem. Padahal sudah jelas kami melihat baju mereka banyak berlumur darah. Mungkin dia tidak sadar,” imbuh Sugeng.

Delapan remaja tersebut langsung di bawa ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan. Sebagai shock terapy, polisi langsung menghubungi orang tua masing-masing, beserta kepala desa. “Kita menitipkan mereka pada orang tuanya, untuk lebih waspada dalam menjaga anak,” pungksanya.

Baca Juga :  FKUB Sosialisasikan Moderasi Beragama pada Pemuda-Pemudi

Pantauan koran ini, saat di kantor polisi delapan remaja sebagian masih ada yang tidak sadar alias mabuk. Orang tua mereka yang hadir merasa kecewa. Yang menarik, remaja itu ada yang baru pulang dari pesantren. Setelah tujuh tahun menimba ilmu. Itu pun di salah satu pesantren besar di daerah Pasuruan. (hum/pri)

SITUBONDO – Delapan remaja yang melakukan pesta minuman keras (miras) di salah satu kebun di Desa Talkadang, Situbondo, diamankan polisi, Kamis (17/2). Mereka sempat terlibat aksi saling memukul karena ada dalam pengaruh miras.

Kasat Samapta Polres Situbondo AKP Sugeng Winarno mengatakan, kebun tersebut memang seringkali dijadikan tempat pesta miras. Itu diakui oleh sejumlah warga sekitar. “(Pesta miras) hampir setiap hari dilakukan. Awalnya masyarakat mengira hanya jadi tempat berteduh atau berkumpul santai,” terangnya.

Namun, lama kelamaan ada remaja yang sering bikin onar. Misalnya, memainkan gas sepeda motor, hingga menimbulkan suara bising dan sangat mengganggu warga sekitar. “Di situ, juga banyak masayarakat  petani yang melihat dan merasa terganggu sehingga memberikan informasi kepada polisi,” jelas Sugeng.

Baca Juga :  Kawanan Remaja Gelar Pesta Miras

Setelah mendapatakan laporan dari warga, anggota polisi langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan keberadaan remaja yang membuat resah masyarakat. “Setelah sampai di lokasi, ternyata mereka sedang asyik minum miras, rata-rata mereka masih di bawah umur,” kata Sugeng.

Akibat terlalu banyak minum miras, mereka sempat saling baku hantam. Sehingga, ada yang mengalami luka. Bahkan, ada darah yang membekas di bajunya. “Namun, mereka mengaku sedang bercanda, bukan berantem. Padahal sudah jelas kami melihat baju mereka banyak berlumur darah. Mungkin dia tidak sadar,” imbuh Sugeng.

Delapan remaja tersebut langsung di bawa ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan. Sebagai shock terapy, polisi langsung menghubungi orang tua masing-masing, beserta kepala desa. “Kita menitipkan mereka pada orang tuanya, untuk lebih waspada dalam menjaga anak,” pungksanya.

Baca Juga :  Usulkan Ada Perda Penanaman Investasi

Pantauan koran ini, saat di kantor polisi delapan remaja sebagian masih ada yang tidak sadar alias mabuk. Orang tua mereka yang hadir merasa kecewa. Yang menarik, remaja itu ada yang baru pulang dari pesantren. Setelah tujuh tahun menimba ilmu. Itu pun di salah satu pesantren besar di daerah Pasuruan. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/