alexametrics
25.1 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pendapatan Minus, Perusda Pasir Putih Tidak Bisa Setor PAD

JawaPos.com – Keuangan perusda Pasir Putih (Pasput) pada tahun 2020 mengalami minus. Hal tersebut menyebabkan, badan usaha daerah yang bergerak di sektor pariwisata ini, tidak mampu setor pendapatan asli daerah (PAD) untuk tahun 2021.

Direktur perusda Pasput, Yasin Maksum mengatakan, minus keuangan itu karena ada kewajiban menabung dari nilai penyusutan. Sehingga penghasilan selama setahun tidak bisa disisihkan untuk disetorkan ke kas daerah. “Makanya, dipastikan kami tidak akan menyetorkan PAD,” jelasnya.

Dia menerangkan, pariwisata tidak beroperasi penuh di tahun 2020. Bahkan, harus tutup selama beberapa bulan sebagai dampak pandemi Covid-19. Karena itu, pendapatan minim. “Tentu, hal ini dialami seluruh destinasi wisata di Indonesia,” kata Yasin.

Baca Juga :  Akhirnya Pencairan Tunjangan GTT Punya Landasan Hukum

Saat ditanya total pendapatannya selam setahun, Yasin mengaku, pihaknya masih belum tahu secara detail. Sebab, masih dalam proses penyusunan laporan keuangan. “Insya Allah besok sudah jadi dan akan diberikan ke tim pembina BUMD,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo kemarin (24/01).

Sebenarnya, dari sisi operasional, perusda Pasput masih ada laba. Yaitu sekitar di angka Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Tetapi, itu tidak bisa dijadikan PAD.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Priyanto menyayangkan tidak adanya setoran PAD Pasput tahun ini. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, perusda yang ada di Kecamatan Bungatan itu, tidak pernah memberikan sumbangan pendapatan ke dearah. “Kami berharap, ke depan pemerintah lebih serius menangani pasir putih,” harapnya.

Baca Juga :  Imunitas Meningkat Lihat Senyuman Ibu

Hadi mengatakan, tanpa PAD mengulangi kejadian tahun 2019 silam. Karena keuangan di tahun 2018 minus ketika itu, manajemen tidak bisa menyetorkan PAD untuk tahun 2019. “Tahun 2020 setor Rp 20 juta. Sedangkan tahun ini kembali tanpa PAD,” ujar Hadi.

Atas dasar itu, DPRD tidak bisa memaklumi alasan manajemen, yang menyebutkan keuangan minus karena dampak pandemi. Sebab, ketika wisata sempat ditutup, perusda tidak dibebani biaya operasional. “Saya kira, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan pasir putih,” pungkasnya. (bib)

JawaPos.com – Keuangan perusda Pasir Putih (Pasput) pada tahun 2020 mengalami minus. Hal tersebut menyebabkan, badan usaha daerah yang bergerak di sektor pariwisata ini, tidak mampu setor pendapatan asli daerah (PAD) untuk tahun 2021.

Direktur perusda Pasput, Yasin Maksum mengatakan, minus keuangan itu karena ada kewajiban menabung dari nilai penyusutan. Sehingga penghasilan selama setahun tidak bisa disisihkan untuk disetorkan ke kas daerah. “Makanya, dipastikan kami tidak akan menyetorkan PAD,” jelasnya.

Dia menerangkan, pariwisata tidak beroperasi penuh di tahun 2020. Bahkan, harus tutup selama beberapa bulan sebagai dampak pandemi Covid-19. Karena itu, pendapatan minim. “Tentu, hal ini dialami seluruh destinasi wisata di Indonesia,” kata Yasin.

Baca Juga :  DPRD Sarankan Diproses Hukum Jika Dana Tak Kembalikan

Saat ditanya total pendapatannya selam setahun, Yasin mengaku, pihaknya masih belum tahu secara detail. Sebab, masih dalam proses penyusunan laporan keuangan. “Insya Allah besok sudah jadi dan akan diberikan ke tim pembina BUMD,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo kemarin (24/01).

Sebenarnya, dari sisi operasional, perusda Pasput masih ada laba. Yaitu sekitar di angka Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Tetapi, itu tidak bisa dijadikan PAD.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Priyanto menyayangkan tidak adanya setoran PAD Pasput tahun ini. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, perusda yang ada di Kecamatan Bungatan itu, tidak pernah memberikan sumbangan pendapatan ke dearah. “Kami berharap, ke depan pemerintah lebih serius menangani pasir putih,” harapnya.

Baca Juga :  Akhirnya Pencairan Tunjangan GTT Punya Landasan Hukum

Hadi mengatakan, tanpa PAD mengulangi kejadian tahun 2019 silam. Karena keuangan di tahun 2018 minus ketika itu, manajemen tidak bisa menyetorkan PAD untuk tahun 2019. “Tahun 2020 setor Rp 20 juta. Sedangkan tahun ini kembali tanpa PAD,” ujar Hadi.

Atas dasar itu, DPRD tidak bisa memaklumi alasan manajemen, yang menyebutkan keuangan minus karena dampak pandemi. Sebab, ketika wisata sempat ditutup, perusda tidak dibebani biaya operasional. “Saya kira, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan pasir putih,” pungkasnya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/