alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Komisi Empat Tinjau Kerusakan Situs ‘Melek’

SITUBONDO – Kasus mengenai kerusakan Cagar Budaya akibat tambang di Dukuh Melik, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, akhirnya mulai diperhatikan pemerintah daerah. Dalam hal ini, ketua komisi empat DPRD SItubondo, Janur Sasra Ananda, langsung turun ke lokasi penambangan Kamis kemarin (25/01). Janur berharap dengan memantau secara lansung, pihaknya bisa tau seperti apa kerusakan cagar budaya yang ada di tempat tersebut.

Kepada koran ini, Janur menyampaikan rasa prihatinnya. Menurut Janur, di Dukuh Melek itu memang banyak sekali situs-situs yang perlu dilindungi karena berpotensi sebagai cagar budaya. Mesikpun dirinya tidak bisa memastikan benda tersebut masuk kategori cagar budaya atau tidak.

“Kami beranggapan ada peradaban disana. Sampai di pinggir sungai kami menemukan sebuah gua kecil dengan batu bata yang tertata rapi. Hanya saja untuk memastikan bahwa itu benda cagar budaya atau bukan ,kami tidak bisa memastikan. Karena ada ahlinya nanti yang bisa menentukan. Cuma kami berharap agar pemerintah dapat turun ke sana. Dan melokalisir tempat tersebut. Selain itu, tugas pemerintah adalah memberi penjelasan kepada pemilik lahan kalau sudah teregister. Dna jika memang benar sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya, maka pemilik lahan bisa mendapatkan kompensasi,” tutur Janur.

Janur juga menuturkan bahwa dia sudah melakukan kordinasi dengan kepala desa setempat. Hanya saja, kepada Janur kepala Desa Sumberejo menyampaikan bahwa pihaknya masih belum bisa  mengehentikan pengerukan.

“Sudah saya lakukan kordinasi dengan Kepala Desa disana. Karena masih belum bisa menghentikan pengerukan itu, Kepala Desa memerintahkan untuk mengamankan benda-bendanya dulu yang sudah tergali. Jadi benda-benda itu ditumpuk di balai desa.mengenai siapa yang akan menjaga, tadi Kades sudah memerintahkan orang khsusus untuk memindahkan dan mengamankan benda-benda tersebut,” ungkpa Janur.

Janur menjanjikan pihaknya akan terus membantu menidak lanjuti kasus tersebut beserta temuan-temuannya di lapangan. “Mangkanya saya turun agar saya punya bahan materi untuk menyampaikan ke pak Wakil Bupati. Sebanarnya sudah janjian hari ini (kemarin). Untuk langkah selanjutnya, kita akan terus melihat keseriusan pemerintah menjalankan perda dan perbub tentang pelestarian cagar budaya,” terang aktifis Partai Demokrat itu.

Dikonfirmasi kepada Kepala Desa Sumberejo, Saruji, membantah mengenai banyaknya benda yang rusak. Menurutnya tamuan-temuan lama di tempat tersebut masih ada dan aman.

“Benda yang sudah diregister oleh BPJB sebenarnya sudah aman dari dulu. Cuma tempatnya saja yang tidak layak. Mungkin karena tidak ada perhatian. Temuan dilokasi yang sudah lama hingga saat ini masih ada. Dan temuan-temuan yang baru, sudah saya amankan,” pungkasnya. (cw1)

SITUBONDO – Kasus mengenai kerusakan Cagar Budaya akibat tambang di Dukuh Melik, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, akhirnya mulai diperhatikan pemerintah daerah. Dalam hal ini, ketua komisi empat DPRD SItubondo, Janur Sasra Ananda, langsung turun ke lokasi penambangan Kamis kemarin (25/01). Janur berharap dengan memantau secara lansung, pihaknya bisa tau seperti apa kerusakan cagar budaya yang ada di tempat tersebut.

Kepada koran ini, Janur menyampaikan rasa prihatinnya. Menurut Janur, di Dukuh Melek itu memang banyak sekali situs-situs yang perlu dilindungi karena berpotensi sebagai cagar budaya. Mesikpun dirinya tidak bisa memastikan benda tersebut masuk kategori cagar budaya atau tidak.

“Kami beranggapan ada peradaban disana. Sampai di pinggir sungai kami menemukan sebuah gua kecil dengan batu bata yang tertata rapi. Hanya saja untuk memastikan bahwa itu benda cagar budaya atau bukan ,kami tidak bisa memastikan. Karena ada ahlinya nanti yang bisa menentukan. Cuma kami berharap agar pemerintah dapat turun ke sana. Dan melokalisir tempat tersebut. Selain itu, tugas pemerintah adalah memberi penjelasan kepada pemilik lahan kalau sudah teregister. Dna jika memang benar sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya, maka pemilik lahan bisa mendapatkan kompensasi,” tutur Janur.

Janur juga menuturkan bahwa dia sudah melakukan kordinasi dengan kepala desa setempat. Hanya saja, kepada Janur kepala Desa Sumberejo menyampaikan bahwa pihaknya masih belum bisa  mengehentikan pengerukan.

“Sudah saya lakukan kordinasi dengan Kepala Desa disana. Karena masih belum bisa menghentikan pengerukan itu, Kepala Desa memerintahkan untuk mengamankan benda-bendanya dulu yang sudah tergali. Jadi benda-benda itu ditumpuk di balai desa.mengenai siapa yang akan menjaga, tadi Kades sudah memerintahkan orang khsusus untuk memindahkan dan mengamankan benda-benda tersebut,” ungkpa Janur.

Janur menjanjikan pihaknya akan terus membantu menidak lanjuti kasus tersebut beserta temuan-temuannya di lapangan. “Mangkanya saya turun agar saya punya bahan materi untuk menyampaikan ke pak Wakil Bupati. Sebanarnya sudah janjian hari ini (kemarin). Untuk langkah selanjutnya, kita akan terus melihat keseriusan pemerintah menjalankan perda dan perbub tentang pelestarian cagar budaya,” terang aktifis Partai Demokrat itu.

Dikonfirmasi kepada Kepala Desa Sumberejo, Saruji, membantah mengenai banyaknya benda yang rusak. Menurutnya tamuan-temuan lama di tempat tersebut masih ada dan aman.

“Benda yang sudah diregister oleh BPJB sebenarnya sudah aman dari dulu. Cuma tempatnya saja yang tidak layak. Mungkin karena tidak ada perhatian. Temuan dilokasi yang sudah lama hingga saat ini masih ada. Dan temuan-temuan yang baru, sudah saya amankan,” pungkasnya. (cw1)

Artikel Terkait

Most Read

Petani Lakukan Semprot Masal

Kirim 50 Sarjana ke Pelosok Desa

Transformasi Layanan Umat

Optimistis Gugatan Yusuf-Riza Ditolak MK

Artikel Terbaru

/