Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Video Tawuran Viral, Polres Situbondo Perketat Patroli

25 November 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Video Tawuran Viral, Polres Situbondo Perketat Patroli

TAKUT KECOLONGAN LAGI: Shabara Polres Situbondo melakukan patroli di tempat terjadinya aksi tawuran geng motor, di Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, Minggu malam (21/11). (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Kepolisian Polres Situbondo memperketat patroli ke sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar di wilayah Kota Santri, Minggu malam (22/11). Ini setelah sebelumnya sempat viral Video tawuran antar genk motor di jalan raya pantura Situbondo.

Kasat Sabhara polres Situbondo, AKP Sugeng mengatakan, dirinya selalu memaksimalkan gerakan setiap malam. Ini untuk mencegah terjadinya balap liar yang bisa berujung kericuhan seperti video yang sudah viral di media sosial. Dua kubu genk motor berkelahi. "Atas terjadinya perkelahian tersebut, kita tingkatkan patroli," ujar Sugeng, Senin kemarin (22/11).

Kata dia, bentrokan itu terjadi bukan di titik yang rawan terjadinya balap liar dan tawuran. Sebab, pada malam itu juga, pihaknya sudah melakukan patroli di beberapa titik yang selama ini sering ditempati balap liar dan tawuran.

Baca juga: Pupuk Langka, PMII Turun Jalan

"Untuk malam Sabtu sekitar pukul 02.00, anggota kita sudah melakukan patroli. Hanya saja kejadian bentrok itu terjadi di lokasi yang menurut kita bukan tempat yang rawan. Sehingga kita kecolongan, karena tidak ada di lokasi tersebut,” imbuh Sugeng.

Dia menambahkan, akibat kejadian tersebut, pihaknya mengadakan sosialisasi/ himbauan di Kelurahan Mimbaan dengan menyasar sebagian warga dan tokoh yang mengetahui terjadinya tawuran. “Kita sudah menyuruh masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, jika kembali terjadi kericuhan, untuk segera melerai atau langsung menghubungi aparat yang berwajib, karena kepolisian tidak mungkin selama 24 jam menjaga di satu titik kejadian,” tegas Sugeng.

Ketua RT 3, RW 12, Kelurahan Mimbaan, H. Hari mengakui jika kejadian di video viral tersebut memang di wilayahnya. Itu juga bukan kebetulan terjadi. Sebab, selama satu bulan terahir ini, di lokasi tersebut sering dijadikan tempat anak muda menggunakan motor untuk  berkumpul. Mereka memainkan knalpotnya. Sehingga, warga sekitar merasa terganggu.

“Kalau tawurannya, baru terjadi pada malam Sabtu kemarin. Tetapi kalau aksi balap liarnya sudah sering dilakukan, dan seringkali ketika ada aparat keamanan, mereka kabur dan memasuki halaman warga,” sebut Hari. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia