Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Tergiur Bekerja di Pemkab Situbondo, Tertipu Rp 10 Juta

25 September 2021, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Tergiur Bekerja di Pemkab Situbondo, Tertipu Rp 10 Juta

LANGKAH HUKUM: Kuasa Hukum Lely, Supriyono, SH Mhum menunjukkan bukti laporan polisinya, kemarin. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Menjanjikan pekerjaan di lembaga pemerintahan masih cukup ampuh untuk dijadikan modus melakukan penipuan. Kali ini yang menjadi korban adalah Lely warga Desa Waringinanom, Kecamatan Panarukan. Dia dijanjikan bekerja di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemkab Situbondo.

Nah, karena kesal tak kunjung ada kepastian, Lely memilih melaporkan pelaku ke Polres Situbondo. Dia mengutus kuasa hukumnya, Supriyono untuk menempuh jalur hukum. “Kita memilih menyelesaikan kasus ini di kepolisian karena pelaku kami nilai tak punya itikad baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya,” terang Supriyono usai melapor ke Polres Situbondo, kemarin (23/09).

Dia menyebutkan, pelaku yang dilaporkan berinisial DN, warga Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Dia diduga melakukan penipuan sehingga membuat korban mengalami kerugian Rp 10 juta. “Penipuan terjadi pada awal Juni 2021. DN menawarkan korban untuk dijadikan honorer di salah satu OPD Pemkab Situbondo asalkan membayar uang  Rp 10 juta,” imbuh Supriyono.

Baca juga: Bendera Hitam untuk Kecamatan Vaksinasi Terendah

Tertarik dengan tawaran DN, kakak Lely langsung memberikan uang cash di salah satu warung di Kota Situbondo. Namun, setelah DN  menerima uang tersebut, terkesan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan. Sebab, dari tanggal yang dijanjikan sudah cukup jauh meleset. “Terlapor menjanjikan paling lambat Lely masuk kerja pada 01 September. Ternyata hingga saat ini tidak terbukti,” ungkap Supriyono.

Sebelum melapor ke Polres Situbondo, Supriyono mengaku sudah melakukan somasi kepada DN. Namun, tetap tak ada pengembalian uang yang sudah diterima. “Sebenarnya kasus ini akan selesai, asal terlapor mengembalikan uang milik korban atau membuktikan ucapan yang pernah disampaikan untuk memasukkan korban menjadi honorer. Intinya kita butuh itikad baik terlapor, sehingga tidak ada yang dirugikan antara kedua belah pihak," bebernya.

Kasi Humas Polres Situbondo, Ahmad Sutrisno membenarkan adanya laporan duhaan kasus penipuan dengan modus menjanjikan korban sebagai honorer."Dalam laporan yang dilakukan korban yang didampingi kuasa hukumnya, menyertakan juga barang bukti kuitansi, dan foto waktu melakukan transaksi," pungkasnya. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia