Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Banyak Siswa Belum Vaksin Karena Dilarang Orang Tua

25 September 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Banyak Siswa Belum Vaksin Karena Dilarang Orang Tua

PANTAU LANGSUNG: Satgas Covid-19 Kecamatan Panji melakukan sidak ke SMPN 2 Panji, Selasa (21/9) kemarin. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

PANJI – Satgas Covid-19 Kecamatan Panji melakukan sidak ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Panji, Selasa (21/9) kemarin. Hasilnya, banyak ditemukan pelajar yang belum melakukan vaksin. Pembelajaran tatap muka (PTM) pun terancam diberhentikan.

Yang menarik, ada siswa yang tidak melakukan vaksin karena dilarang oleh orang tua. Sebab, khawatir ada dampak yang tidak baik. Kapolsek Panji, Iptu Suwono mengakui jika siswa di SMPN 2 Panji masih sedikit yang telah divaksin covid-19. "Ketika kita ke kelas, hanya satu orang yang sudah divaksin. Dan ketika kita masuk ke kelas kedua, hanya dua orang saja yang melakukan vaksin," jelas Iptu Suwono saat melakukan sidak bersama Danramil Panji dan Kepala Puskesmas Panji, kemarin.

Kapolsek  Iptu Suwono menegaskan, ke depan akan ada ketegasan bagi sejumlah sekolah yang memberlakukan PTM. Semua pelajar di usia 12 tahun ke atas wajib divaksin. "Bagi yang belum melakukan vaksin, maka tidak boleh melakukan PTM," tegasnya.

Baca juga: Pembahasan KUA PPAS PAPBD Lancar

Ryan Putra, salah satu siswa beralasan tidak melakukan vaksin lantaran belum diberikan ijin oleh orang tuanya. Sebab, dikhawatirkan terjadi efek samping paska menerima vaksin. "Takut terjadi apa-apa, makanya tidak boleh divaksin sama orang tua," jelasnya.

Meski begitu, dia sangat berharap PTM tetap terlaksana. Sebab, pembelajaran daring sering kali bermasalah. Seperti jaringan kurang stabil dan keterbatasan gadget. "Enakan sekolah luring. Kalau daring sering ada kendala," tutup Ryan Putra.

Sandra, Wakasek SMPN 2 Panji menjelaskan, dari total 370 siswa-siswi yang ada di sekolahnya, hanya ada 63 pelajar yang telah menerima vaksin. Kendala terbesar memang ada di pihak wali murid yang belum memberikan ijin. "Pihak orang tua kurang mendukung program vaksin. Mungkin kurang paham manfaat vaksinasi," imbuhnya.

Sandra menambahkan, ke depan SMPN 2 Panji akan menggencarkan sosialisasi vaksin kepada sejumlah wali murid. Agar, capaian vaksin meningkatkan sehingga PTM terus berjalan dengan lancar. "PTM sudah dimulai sejak bulan Agustus. Hanya 50 persen pelajar yang masuk ke kelas," tutupnya. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia