alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pemerintah Apresiasi MTs karena Seluruhnya UNBK

SITUBONDO – Lembaga MTs yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) seratus persen melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Tidak ada satupun MTs di Situbondo yang masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas.

Terkait dengan hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman memberikan apresiasi. “Pemerintah mengapresiasi lembaga yang ada di bawah naungan kemenag. Lembaga MTs secara keseluruhan UNBK,” ujarnya.

Menurut Fathor, ini menjadi bukti bahwa lembaga-lembaga swasta memiliki komitmen yang cukup tinggi untuk membangun kualitas pendidikan yang lebih baik. Hal tersebut perlu diapresiasi oleh semua pihak. 

“Sedangkan di Dinas Pendidikan (SMP), ada lembaga yang melaksanakan UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil), meski jumlahnya tidak banyak,” terang orang nomor satu di lingkungan Dispendikbud Situbondo itu.

Baca Juga :  Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan

Fathor mengaku, ada delapan SMP di Situbondo yang belum melaksanakan UNBK. Satu di antaranya adalah SMP negeri di Kecamatan Suboh, dan tujuh sisanya merupakan SMP swasta. “Tetapi secara persentase, jumlah lembaga yang melaksanakan UNBK meningkat, baik lembaga negeri maupun swasta,” kata Fathor.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di sela-sela memantau pelaksanaan ujian nasional kemarin meminta kepada Dispendikbud untuk melakukan terobosan agar pelaksanaan UNBK lebih baik. Hal ini disampaikan Dadang karena masih ditemukan kendala-kendala.

Selain itu, Bupati Dadang juga berharap agar penyediaan jaringan internet di beberapa sekolah lebih luas. Tentu, untuk mewujudkan ini, perlu ada fasilitasi dari pemeriintah melalui Dispendikbud. “Agar jangkauan internet bisa diakses dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Pengendara Terjaring Operasi Yustisi

Dadang mengaku, selama ini, akses internet bagus di sekolah-sekolah maju yang ada di daerah kota. Sedangkan lembaga yang ada di tempat terpencil, kesulitan jaringan internet. “Karena itu, saya berharap agar penyediaan jaringan internet lebih meluas,” pesannya.

Untuk kepentingan ini, Dadang memandang, perlu ada sinergistitas Dispendikbud dengan SKPD lain. Misalnya menggandeng Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian.     

Ujian nasional akan berlangsung selama empat hari. Di hari pertama, Senin (23/04) lalu, mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. Sedangkan pada selasa (24/04) kemarin, siswa mengerjakan soal Matematika. Mata pelajaran hari ketiga dan keempat adalah Bahasa Inggris dan IPA. (bib)  

SITUBONDO – Lembaga MTs yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) seratus persen melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Tidak ada satupun MTs di Situbondo yang masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas.

Terkait dengan hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman memberikan apresiasi. “Pemerintah mengapresiasi lembaga yang ada di bawah naungan kemenag. Lembaga MTs secara keseluruhan UNBK,” ujarnya.

Menurut Fathor, ini menjadi bukti bahwa lembaga-lembaga swasta memiliki komitmen yang cukup tinggi untuk membangun kualitas pendidikan yang lebih baik. Hal tersebut perlu diapresiasi oleh semua pihak. 

“Sedangkan di Dinas Pendidikan (SMP), ada lembaga yang melaksanakan UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil), meski jumlahnya tidak banyak,” terang orang nomor satu di lingkungan Dispendikbud Situbondo itu.

Baca Juga :  Bupati Karna Perintahkan Dinas PUPR Segera Perbaiki Jembatan Ambruk

Fathor mengaku, ada delapan SMP di Situbondo yang belum melaksanakan UNBK. Satu di antaranya adalah SMP negeri di Kecamatan Suboh, dan tujuh sisanya merupakan SMP swasta. “Tetapi secara persentase, jumlah lembaga yang melaksanakan UNBK meningkat, baik lembaga negeri maupun swasta,” kata Fathor.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di sela-sela memantau pelaksanaan ujian nasional kemarin meminta kepada Dispendikbud untuk melakukan terobosan agar pelaksanaan UNBK lebih baik. Hal ini disampaikan Dadang karena masih ditemukan kendala-kendala.

Selain itu, Bupati Dadang juga berharap agar penyediaan jaringan internet di beberapa sekolah lebih luas. Tentu, untuk mewujudkan ini, perlu ada fasilitasi dari pemeriintah melalui Dispendikbud. “Agar jangkauan internet bisa diakses dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Jatuh, Ditabrak Truk, Pengendara Motor Tewas

Dadang mengaku, selama ini, akses internet bagus di sekolah-sekolah maju yang ada di daerah kota. Sedangkan lembaga yang ada di tempat terpencil, kesulitan jaringan internet. “Karena itu, saya berharap agar penyediaan jaringan internet lebih meluas,” pesannya.

Untuk kepentingan ini, Dadang memandang, perlu ada sinergistitas Dispendikbud dengan SKPD lain. Misalnya menggandeng Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian.     

Ujian nasional akan berlangsung selama empat hari. Di hari pertama, Senin (23/04) lalu, mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. Sedangkan pada selasa (24/04) kemarin, siswa mengerjakan soal Matematika. Mata pelajaran hari ketiga dan keempat adalah Bahasa Inggris dan IPA. (bib)  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/