alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Banmus Agendakan Rapat Paripurna Penetapan Bupati Terpilih

JawaPos.com – DPRD Situbondo akan langsung mengagendakan waktu pelaksanaan paripurna pengumuman penetapan pasca KPU telah menetapkan pasangan calon (paslon) terpilih, Sabtu (23/01) lalu. Yaitu diawali dengan rapat pimpinan DPRD hari ini (25/01). Kemudian, dilanjutkan dengan rapat badan musyawarah (banmus).

Wakil Ketua DPRD Situbondo, Jaenur Ridho mengatakan, seluruh agenda dewan dijadwal oleh banmus. Karena itu, waktu paripurna penetapan bupati terpilih akan menunggu hasil rapat banmus. “Senin (hari ini) kita rapat,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, berdasarkan regulasi, penetapan paslon terpilih harus diparipurnakan DPRD. Setelah itu, DPRD akan berkirim surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Perlu diumumkan kepada publik, bahwa ada penetapan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Hubungan Aksi Joget-joget dengan Penetapan Bupati

Surat yang akan dikirim DPRD Situbondo ke gubernur itu adalah usulan pengangkatan pasangan calon bupati terpilih, dan surat usulan pemberhentian bupati-wakil bupati periode 2016-2021. “Ketentuannya, kita akan bersurat ke gubernur paling lambat lima hari setelah paripurna penetapan,” tambah Jaenur.

Surat usulan DPRD akan dilampirkan dengan sejumlah dokumen terkait lainnya. Di antaranya, berita acara dan risalah rapat paripurna tentang pengumuman hasil penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Situbondo terpilih.

Ada juga dokumen keputusan KPU Situbondo tentang penetapan bupati terpilih, serta surat keterangan MK mengenai tidak terdaftarnya perkara sengketa hasil perolehan suara pemilihan. “Paripurna akan kita laksanakan secepatnya, sehingga kita bisa segera bersurat ke gubernur,” imbuhnya.

Baca Juga :  Klarifikasi Video Joget, Polisi Datangi Rumah Ketua KPU

Selanjutnya, DPRD menunggu waktu pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Jaenur mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengangkatan sumpah itu digelar. Sebab, ini menjadi kewenangan Kemendagri. “Dilantik gubernur, tapi menunggu jadwal Kemendagri,” jelasnya.

Biasanya, anggota DPRD diundang ketika pelantikan. Terutama pimpinan dan para ketua fraksi. Tetapi, diperkirakan undangannya tidak akan terlalu banyak. “Karena sekarang masih pandemi Covid-19, sehingga kemungkinan dibatasi,” pungkas Jaenur.

Penetapan paslon terpilih dilaksanakan Sabtu (23/01) lalu di Gedung Serba Guna Pasir Putih. Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 05 tahun 2020 terkait jadwal, program, dan jabatan, penetapan merupakan tahapan pilkada terakhir bagi KPU. (bib)

JawaPos.com – DPRD Situbondo akan langsung mengagendakan waktu pelaksanaan paripurna pengumuman penetapan pasca KPU telah menetapkan pasangan calon (paslon) terpilih, Sabtu (23/01) lalu. Yaitu diawali dengan rapat pimpinan DPRD hari ini (25/01). Kemudian, dilanjutkan dengan rapat badan musyawarah (banmus).

Wakil Ketua DPRD Situbondo, Jaenur Ridho mengatakan, seluruh agenda dewan dijadwal oleh banmus. Karena itu, waktu paripurna penetapan bupati terpilih akan menunggu hasil rapat banmus. “Senin (hari ini) kita rapat,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, berdasarkan regulasi, penetapan paslon terpilih harus diparipurnakan DPRD. Setelah itu, DPRD akan berkirim surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Perlu diumumkan kepada publik, bahwa ada penetapan,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Situbondo Terima BRPK MK

Surat yang akan dikirim DPRD Situbondo ke gubernur itu adalah usulan pengangkatan pasangan calon bupati terpilih, dan surat usulan pemberhentian bupati-wakil bupati periode 2016-2021. “Ketentuannya, kita akan bersurat ke gubernur paling lambat lima hari setelah paripurna penetapan,” tambah Jaenur.

Surat usulan DPRD akan dilampirkan dengan sejumlah dokumen terkait lainnya. Di antaranya, berita acara dan risalah rapat paripurna tentang pengumuman hasil penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Situbondo terpilih.

Ada juga dokumen keputusan KPU Situbondo tentang penetapan bupati terpilih, serta surat keterangan MK mengenai tidak terdaftarnya perkara sengketa hasil perolehan suara pemilihan. “Paripurna akan kita laksanakan secepatnya, sehingga kita bisa segera bersurat ke gubernur,” imbuhnya.

Baca Juga :  Banyak Timbangan Pedagang Tidak Sesuai Standar

Selanjutnya, DPRD menunggu waktu pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Jaenur mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengangkatan sumpah itu digelar. Sebab, ini menjadi kewenangan Kemendagri. “Dilantik gubernur, tapi menunggu jadwal Kemendagri,” jelasnya.

Biasanya, anggota DPRD diundang ketika pelantikan. Terutama pimpinan dan para ketua fraksi. Tetapi, diperkirakan undangannya tidak akan terlalu banyak. “Karena sekarang masih pandemi Covid-19, sehingga kemungkinan dibatasi,” pungkas Jaenur.

Penetapan paslon terpilih dilaksanakan Sabtu (23/01) lalu di Gedung Serba Guna Pasir Putih. Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 05 tahun 2020 terkait jadwal, program, dan jabatan, penetapan merupakan tahapan pilkada terakhir bagi KPU. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/