alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Depresi, Pria Ini Nekat Gorok Leher Pakai Pisau Pasat Tembakau

MLANDINGAN – Aksi nekat dilakukan Nisab,50, Jumat pagi (22/12). Pria asal Dusun Meraan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan itu nekat menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau pasat tembakau. Beruntung, nyawanya bisa terselamatkan karena istri dan tetangganya segera mengetahui tindakannya tersebut.

Insiden percobaan bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 06.30 kemarin. Nisab berusaha menghabisi nyawanya sendiri di dalam kamar. Meski masih selamat dari maut, dia mengalami luka parah di lehernya.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo menerangkan, korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Besuki. “Orang pertama yang melihat korban membawa pisau adalah istrinya,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, sebelum menggorok lehernya, korban terlihat kebingungan. Dalam kondisi demikian, Nisab langsung mengambil sebuah pisau pasat tembakau. “Setelah mengambil pisau, korban masuk ke dalam kamarnya,” katanya.

Mengetahui korban masuk ke dalam kamar dengan membawa pisau, Halipa, istri korban langsung berteriak. Dia segera meminta tolong kepada warga yang lain karena sudah menduga suaminya akan melakukan tindakan nekat. “Karena istrinya sudah curiga,” kata Nanang.

Selanjutnya Halipa dan beberapa warga masuk ke kamar korban. Kecurigaan Halipa terbukti. Suaminya ternyata sudah melukai lehernya. “Korban sudah menggorok lehernya sendiri dengan pisau,” terang Nanang.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu  berusaha mengambil pisau dari tangan korban. Setelah benda tajam tersebut berhasil direbut, warga langsung mengangkat tubuh korban yang sudah lemas. “Salah satu warga menelpon petugas Polsek Mlandingan,” kata Nanang.

Warga bersama petugas kemudian membawa korban ke RSUD Besuki untuk menjalani perawatan. Sebab, dari lehernya terus mengeluarkan darah.

Dugaan sementara, Nisab melakukan tindakan nekat tersebut karena depresi. Ini diperkuatkan dengan keterangan istri korban. “Menurut keterangan istrinya dan beberapa saksi, korban sudah dua bulan mengalami stres,” pungkas Nanang.

MLANDINGAN – Aksi nekat dilakukan Nisab,50, Jumat pagi (22/12). Pria asal Dusun Meraan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan itu nekat menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau pasat tembakau. Beruntung, nyawanya bisa terselamatkan karena istri dan tetangganya segera mengetahui tindakannya tersebut.

Insiden percobaan bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 06.30 kemarin. Nisab berusaha menghabisi nyawanya sendiri di dalam kamar. Meski masih selamat dari maut, dia mengalami luka parah di lehernya.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo menerangkan, korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Besuki. “Orang pertama yang melihat korban membawa pisau adalah istrinya,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, sebelum menggorok lehernya, korban terlihat kebingungan. Dalam kondisi demikian, Nisab langsung mengambil sebuah pisau pasat tembakau. “Setelah mengambil pisau, korban masuk ke dalam kamarnya,” katanya.

Mengetahui korban masuk ke dalam kamar dengan membawa pisau, Halipa, istri korban langsung berteriak. Dia segera meminta tolong kepada warga yang lain karena sudah menduga suaminya akan melakukan tindakan nekat. “Karena istrinya sudah curiga,” kata Nanang.

Selanjutnya Halipa dan beberapa warga masuk ke kamar korban. Kecurigaan Halipa terbukti. Suaminya ternyata sudah melukai lehernya. “Korban sudah menggorok lehernya sendiri dengan pisau,” terang Nanang.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu  berusaha mengambil pisau dari tangan korban. Setelah benda tajam tersebut berhasil direbut, warga langsung mengangkat tubuh korban yang sudah lemas. “Salah satu warga menelpon petugas Polsek Mlandingan,” kata Nanang.

Warga bersama petugas kemudian membawa korban ke RSUD Besuki untuk menjalani perawatan. Sebab, dari lehernya terus mengeluarkan darah.

Dugaan sementara, Nisab melakukan tindakan nekat tersebut karena depresi. Ini diperkuatkan dengan keterangan istri korban. “Menurut keterangan istrinya dan beberapa saksi, korban sudah dua bulan mengalami stres,” pungkas Nanang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/