alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Pupuk ZA Langka di Situbondo Karena Pabrik Telat Kirim

RADAR SITUBONDO – Kelangkaan pupuk subsidi ZA di Situbondo akhir-akhir ini, diduga karena pabrik telat melakukan pengiriman. Itu terungkap saat Komisi II DPRD melakukan audiensi bersama produsen PT. Petro Kimia, di ruang pertemuan lantai satu, Gedung DPRD Situbondo, Rabu (22/6).

Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Siswo Pranoto mengatakan, audiensi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab langkanya pupuk ZA. Ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada DPRD.

“Saya pribadi menerima aduan dari petani, dan mereka datang ke rumah kalau pupuk ZA sulit didapatkan. Selanjutnya kelompok tani menyampaikan masalah yang sama, yakni tentang pupuk bersubsidi langka,” ujar Siswo Pranoto, Rabu (22/6).

Kata dia, pupuk ZA langka disebabkan keterlambatan ekspedisi untuk melakukan pengiriman dari PT. Petro Kimia Gresik ke gudang PT. Petro Kimia Situbondo. “Kami meminta agar segera diatasi penyebabnya itu,” imbuhnya.

Siswo menjelaskan, kebutuhan pupuk di Situbondo jumlah mencapai sekitar 5.674 ton. Itu sesuai dengan data e-RDKK yang terdaftar. “Dari jumlah tersebut, pada pengiriman termin pertama telah berhasil didistribusikan kepada distributor sebanyak 3.982 ton. Kemudian pada termin kedua, pupuk ZA didistribusikan kembali sebanyak 775 ton, dan sisa 917 ton. Namun jumlah pupuk yang belum terkirim itu ke mana?,” ucap politisi Partai Golkar tersebut.

Siswo menuturkan, pabrik diharapkan bisa segera mengirim jumlah sisa pupuk yang masih belum didistribusikan. Sebab kuota kebutuhan pupuk ZA sudah terdaftar di e-RDKK tahun 2022. “Untuk pengiriman pupuk bisa dilakukan, pihak Petro Kimia meminta agar warga melengkapi administrasi terlebih dahulu. Padahal, kesalahan itu bukan dari petani, dan petani selalu menjadi kambing hitam,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk memastikan ketersedian pupuk subsidi itu, DPRD akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak). “Tujuannya untuk memastikan, apakah ketersedian pupuk yang 917 ton itu sudah dikirim oleh PT. Petro Kimia ke Situbondo atau masih belum?,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), Haryadi Tejo Laksono saat dikonfirmasi melalui panggilan whatsapp belum ada jawaban. Pesan yang dikirim, juga belum ada respon.  (wan/pri)

RADAR SITUBONDO – Kelangkaan pupuk subsidi ZA di Situbondo akhir-akhir ini, diduga karena pabrik telat melakukan pengiriman. Itu terungkap saat Komisi II DPRD melakukan audiensi bersama produsen PT. Petro Kimia, di ruang pertemuan lantai satu, Gedung DPRD Situbondo, Rabu (22/6).

Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Siswo Pranoto mengatakan, audiensi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab langkanya pupuk ZA. Ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada DPRD.

“Saya pribadi menerima aduan dari petani, dan mereka datang ke rumah kalau pupuk ZA sulit didapatkan. Selanjutnya kelompok tani menyampaikan masalah yang sama, yakni tentang pupuk bersubsidi langka,” ujar Siswo Pranoto, Rabu (22/6).

Kata dia, pupuk ZA langka disebabkan keterlambatan ekspedisi untuk melakukan pengiriman dari PT. Petro Kimia Gresik ke gudang PT. Petro Kimia Situbondo. “Kami meminta agar segera diatasi penyebabnya itu,” imbuhnya.

Siswo menjelaskan, kebutuhan pupuk di Situbondo jumlah mencapai sekitar 5.674 ton. Itu sesuai dengan data e-RDKK yang terdaftar. “Dari jumlah tersebut, pada pengiriman termin pertama telah berhasil didistribusikan kepada distributor sebanyak 3.982 ton. Kemudian pada termin kedua, pupuk ZA didistribusikan kembali sebanyak 775 ton, dan sisa 917 ton. Namun jumlah pupuk yang belum terkirim itu ke mana?,” ucap politisi Partai Golkar tersebut.

Siswo menuturkan, pabrik diharapkan bisa segera mengirim jumlah sisa pupuk yang masih belum didistribusikan. Sebab kuota kebutuhan pupuk ZA sudah terdaftar di e-RDKK tahun 2022. “Untuk pengiriman pupuk bisa dilakukan, pihak Petro Kimia meminta agar warga melengkapi administrasi terlebih dahulu. Padahal, kesalahan itu bukan dari petani, dan petani selalu menjadi kambing hitam,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk memastikan ketersedian pupuk subsidi itu, DPRD akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak). “Tujuannya untuk memastikan, apakah ketersedian pupuk yang 917 ton itu sudah dikirim oleh PT. Petro Kimia ke Situbondo atau masih belum?,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), Haryadi Tejo Laksono saat dikonfirmasi melalui panggilan whatsapp belum ada jawaban. Pesan yang dikirim, juga belum ada respon.  (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/