alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Batu Seukuran Truk Timpa Rumah Warga Asembagus

RADAR SITUBONDO – Bongkahan batu sebesar truk yang menimpa rumah warga, di Dusun Dukuh, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo hingga Minggu (22/5) lalu belum dievakuasi. Batu yang jatuh dari ketinggian 70 meter tersebut masih dicarikan alat untuk dipindahkan.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, jatuhnya batu berukuran besar tersebut, diakibatkan hujan deras secara terus menerus. Sehingga membuat tanah gembur. Akibatnya, sempat membuat jalan macet karena batu yang longsor berada di tengah jalan.

“Batu yang longsor bukan hanya satu batu berukuran besar,  tetapi ada tiga batu yang jatuh secara bersamaan. Yang satu menutup Jalan, yang dua di pinggir jalan dan yang ketiga langsung menghantam salah satu rumah warga, yakni rumah Pak Mariyadi,” terang Koordinator lapangan Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.

Saat kejadian, Pak Mariyadi sedang berada di sawah. Di rumahnya hanya ada anak dan istrinya. Beruntung anak dan istrinya tidak apa-apa. “Batu yang menimpa rumah pak Mariadi sebatas menempel saja ke gedungnya. Sehingga, kerusakan terhadap rumah itu tidak terlalu parah. “Yang rusak hanya bagian kalsibot, genteng, dan kayunya ada yang patah, kalau kerugiannya Rp 3 juta,” imbuh Puriyono.

Kerena batu yang jatuh berukuran besar, proses evakuasi tidak bisa diselesaikan dalam satu hari. Pekerjaan yang dilakukan sejak Jumat malam (20/5) itu, harus dilakukan hingga beberapa hari ke depan. “Untuk hari Sabtu anggota Pusdalops BPBD bersama muspika kecamatan Asembagus, membersihkan batu yang menutup Jalan, dan satu batu yang ada di pinggiran jalan. Sekarang tinggal mencari cara untuk memindahkan batu yang merusak rumah tersebut,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

RADAR SITUBONDO – Bongkahan batu sebesar truk yang menimpa rumah warga, di Dusun Dukuh, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo hingga Minggu (22/5) lalu belum dievakuasi. Batu yang jatuh dari ketinggian 70 meter tersebut masih dicarikan alat untuk dipindahkan.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, jatuhnya batu berukuran besar tersebut, diakibatkan hujan deras secara terus menerus. Sehingga membuat tanah gembur. Akibatnya, sempat membuat jalan macet karena batu yang longsor berada di tengah jalan.

“Batu yang longsor bukan hanya satu batu berukuran besar,  tetapi ada tiga batu yang jatuh secara bersamaan. Yang satu menutup Jalan, yang dua di pinggir jalan dan yang ketiga langsung menghantam salah satu rumah warga, yakni rumah Pak Mariyadi,” terang Koordinator lapangan Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.

Saat kejadian, Pak Mariyadi sedang berada di sawah. Di rumahnya hanya ada anak dan istrinya. Beruntung anak dan istrinya tidak apa-apa. “Batu yang menimpa rumah pak Mariadi sebatas menempel saja ke gedungnya. Sehingga, kerusakan terhadap rumah itu tidak terlalu parah. “Yang rusak hanya bagian kalsibot, genteng, dan kayunya ada yang patah, kalau kerugiannya Rp 3 juta,” imbuh Puriyono.

Kerena batu yang jatuh berukuran besar, proses evakuasi tidak bisa diselesaikan dalam satu hari. Pekerjaan yang dilakukan sejak Jumat malam (20/5) itu, harus dilakukan hingga beberapa hari ke depan. “Untuk hari Sabtu anggota Pusdalops BPBD bersama muspika kecamatan Asembagus, membersihkan batu yang menutup Jalan, dan satu batu yang ada di pinggiran jalan. Sekarang tinggal mencari cara untuk memindahkan batu yang merusak rumah tersebut,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/