alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

1.250 Pelaku UMKM Telah Mendaftar BPUM

RadarBanyuwangi.id – Sudah ada 1.250 pelaku usaha mikro dan usaha kecil menengah mendaftar di program bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Jumlah tersebut masih akan terus bertambah, sebab Dinas Koperasi dan UM (Diskop UM) masih menerima pengusulan dari masyarakat.

Kepala Diskop UM, Sugiyono menerangkan, pengusulan BPUM baru dibuka sekitar satu pekan lalu. Dia mengatakan, pengusulannya langsung ke Kantor Diskop UM. “Sekarang lembaga pengusul hanya Dinas Koperasi dan UM,” katanya kepada wartawan koran ini.

Pada pengusulan BPUM tahun ini, memang ada perbedaan skema dengan tahun sebelumnya. Pada 2020 lalu, diperbolehkan lembaga lain sebagai pengusul. Seperti perbankan, lembaga-lembaga keuangan lainnya, dan koperasi berbadan hukum. Sedangkan saat ini hanya melalui Diskop UM.

Di samping itu, ada perubahan nominal keuangan yang diterima. Penerima manfaat akan mendapatkan Rp 1,2 juta per orang. Nominal ini lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2, 5 juta.

Sementara itu, terang Sugiyono, dari 1.250 pendaftar yang sudah masuk, 823 di antaranya mendaftar secara online. Dia mengaku, pihaknya memang memfasilitasi layanan digital dalam proses pendaftaran. ”Namun demikian, kami tetap menyediakan layanan offline karena tidak semua masyarakat memiliki HP yang mendukung,” jelasnya.

Layanan online tersebut untuk mengantisipasi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Dia menerangkan, pihaknya telah menyediakan website layanan yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. “Sengaja dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengajukan BPUM,” katanya.

Karena itu, Sugiyono mengimbau kepada masyarakat memanfaatkan layanan tersebut. Tidak perlu berbondong-bondong membawa berkas pengusulan ke Kantor Diskop UM. “Daftar dari rumah saja dengan mengakses link melaluib Hand Phone maupun Laptop masing-masing,” sarannya.

Proses pendaftaran online sangat mudah. Sugiyono mengaku, di website pengajuan dibuat sederhana. Jika ada yang tidak dipahami, sudah ada menu layanan pertanyaan. “Setelah memahami syarat dan ketentuan, langsung melakukan pendaftaran dengan mengisi form yang sudah tersedia,” pungkas Sugiyono. (bib)

RadarBanyuwangi.id – Sudah ada 1.250 pelaku usaha mikro dan usaha kecil menengah mendaftar di program bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Jumlah tersebut masih akan terus bertambah, sebab Dinas Koperasi dan UM (Diskop UM) masih menerima pengusulan dari masyarakat.

Kepala Diskop UM, Sugiyono menerangkan, pengusulan BPUM baru dibuka sekitar satu pekan lalu. Dia mengatakan, pengusulannya langsung ke Kantor Diskop UM. “Sekarang lembaga pengusul hanya Dinas Koperasi dan UM,” katanya kepada wartawan koran ini.

Pada pengusulan BPUM tahun ini, memang ada perbedaan skema dengan tahun sebelumnya. Pada 2020 lalu, diperbolehkan lembaga lain sebagai pengusul. Seperti perbankan, lembaga-lembaga keuangan lainnya, dan koperasi berbadan hukum. Sedangkan saat ini hanya melalui Diskop UM.

Di samping itu, ada perubahan nominal keuangan yang diterima. Penerima manfaat akan mendapatkan Rp 1,2 juta per orang. Nominal ini lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2, 5 juta.

Sementara itu, terang Sugiyono, dari 1.250 pendaftar yang sudah masuk, 823 di antaranya mendaftar secara online. Dia mengaku, pihaknya memang memfasilitasi layanan digital dalam proses pendaftaran. ”Namun demikian, kami tetap menyediakan layanan offline karena tidak semua masyarakat memiliki HP yang mendukung,” jelasnya.

Layanan online tersebut untuk mengantisipasi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Dia menerangkan, pihaknya telah menyediakan website layanan yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. “Sengaja dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengajukan BPUM,” katanya.

Karena itu, Sugiyono mengimbau kepada masyarakat memanfaatkan layanan tersebut. Tidak perlu berbondong-bondong membawa berkas pengusulan ke Kantor Diskop UM. “Daftar dari rumah saja dengan mengakses link melaluib Hand Phone maupun Laptop masing-masing,” sarannya.

Proses pendaftaran online sangat mudah. Sugiyono mengaku, di website pengajuan dibuat sederhana. Jika ada yang tidak dipahami, sudah ada menu layanan pertanyaan. “Setelah memahami syarat dan ketentuan, langsung melakukan pendaftaran dengan mengisi form yang sudah tersedia,” pungkas Sugiyono. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/