alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Permudah Akses, Warga Jatibanteng Gotong Royong Memperbaiki Jembatan

JATIBANTENG – Budaya gotong royong masyarakat Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur, masih terjaga. Puluhan warga bahu membahu membangun jembatan yang menghubungkan dua desa.

Suasana kebersamaan terlihat sangat kental. Canda tawa terdengar saat warga begitu kompak membuat jembatan. Warga menyumbang sesuai kemampuan. Seperti material, tenaga maupun finansial. Ibu-ibu juga tak mau kalah. Mereka juga ikut membantu menyediakan makanan dan minuman.

Salah satu tokoh masyarakat, Ahmad Siri menuturkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Pategalan dan Desa Taman Kecamatan Sumbermalang dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar. Jembatan dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter itu menggunakan material hasil swadaya. “Alhamdulillah, ini sebuah tradisi yang harus tetap dijaga. Budaya gotong royong merupakan budaya bangsa kita,” tuturnya, kemarin (21/1).

Baca Juga :  Jalan Pantura Baluran Sempat Lumpuh Akibat Banjir

Menurutnya, gotong royong merupakan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Ini sebagai aset besar bagi daerah maupun desa. Kegiatan ini sungguh menggugah hati. Karena, rasa kebersamaan warga yang dibangun selama ini masih kental dengan karakter dan budayanya. “Kebersamaan adalah kunci sukses pembangunan,” imbuhnya.

Subhan, warga setempat mengaku, kegiatan semacam itu di Desanya sudah menjadi tradisi yang tak pernah punah. Bahkan, di antara mereka saling bahu membahu membantu satu dengan lainnya. Misalnya, ada warga yang memiliki hajatan atau acara, sontak masyarakat Dusun Potok Desa Pategalan itu begitu kompak membantu meski hanya sekedarnya. “Jadi, kekompakan tidak hanya sebatas membuat jembatan semata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jembatan Wongsorejo Bisa Dilewati Dua Arah

Akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, memang sepatutnya direalisasikan. Selain mempermudah transportasi, juga sebagai modal pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan jembatan dari bambu itu, juga dibantu dari aparat, TNI, POLRI dan Juga pemdes. “Di sini (lokasi pembangunan jembatan) kepedulian warga luar biasa. bahkan yang kerja sampai 50 orang lebih,” ucapnya. (jon/pri)

JATIBANTENG – Budaya gotong royong masyarakat Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur, masih terjaga. Puluhan warga bahu membahu membangun jembatan yang menghubungkan dua desa.

Suasana kebersamaan terlihat sangat kental. Canda tawa terdengar saat warga begitu kompak membuat jembatan. Warga menyumbang sesuai kemampuan. Seperti material, tenaga maupun finansial. Ibu-ibu juga tak mau kalah. Mereka juga ikut membantu menyediakan makanan dan minuman.

Salah satu tokoh masyarakat, Ahmad Siri menuturkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Pategalan dan Desa Taman Kecamatan Sumbermalang dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar. Jembatan dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter itu menggunakan material hasil swadaya. “Alhamdulillah, ini sebuah tradisi yang harus tetap dijaga. Budaya gotong royong merupakan budaya bangsa kita,” tuturnya, kemarin (21/1).

Baca Juga :  BSI Perbaiki Jalan Rusak di Pesanggaran

Menurutnya, gotong royong merupakan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Ini sebagai aset besar bagi daerah maupun desa. Kegiatan ini sungguh menggugah hati. Karena, rasa kebersamaan warga yang dibangun selama ini masih kental dengan karakter dan budayanya. “Kebersamaan adalah kunci sukses pembangunan,” imbuhnya.

Subhan, warga setempat mengaku, kegiatan semacam itu di Desanya sudah menjadi tradisi yang tak pernah punah. Bahkan, di antara mereka saling bahu membahu membantu satu dengan lainnya. Misalnya, ada warga yang memiliki hajatan atau acara, sontak masyarakat Dusun Potok Desa Pategalan itu begitu kompak membantu meski hanya sekedarnya. “Jadi, kekompakan tidak hanya sebatas membuat jembatan semata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bangun Jembatan Wisata di Atas Sungai

Akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, memang sepatutnya direalisasikan. Selain mempermudah transportasi, juga sebagai modal pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan jembatan dari bambu itu, juga dibantu dari aparat, TNI, POLRI dan Juga pemdes. “Di sini (lokasi pembangunan jembatan) kepedulian warga luar biasa. bahkan yang kerja sampai 50 orang lebih,” ucapnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/