alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Penumpang MPU Keluhkan Pendapatan Terus Turun

SITUBONDO – Sejumlah sopir mobil Penumpang Umum (MPU) mengeluhkan sepinya penumpang. Itu dirasakan sudah dua tahun lamanya. Keadaan semakin parah saat terjadi pandemi Covid-19. Penghasilan mereka setiap hari semakin kecil.

Marsu, salah satu kernet di terminal Situbondo mengatakan, selama dua tahun terakhir ini, dirinya merasakan kalau perekonomian cukup sulit. Itu tidak lepas dari pandemi Covid-19 dan makin banyaknya jasa antar jemput online. “Akibat Covid-19 inilah, para penumpang sepi,” katanya, Jumat  (21/1).

Dia mengatakan, dirinya merasakan sendiri dampak Pandemi Covid-19 yang sangat dahsyat. Sudah sekitar dua tahun berlalu, namun penumpang yang akan memanfaatkan jasa MPU masih sepi. Tidak seperti dulu, sebelum pandemi. “Sekarang itu, dari terminal Situbondo hingga ke Asembagus, kadang MPU cuma dapat tiga orang. Makanya saya heran penumpang yang dulu itu kemana?,” imbuh warga Kecamatan Jangkar itu.

Baca Juga :  Penumpang Angkutan Umum Tetap Wajib Pakai Masker

Menurutnya, sebelum pandemi, Marsu masih bisa mendapatkan Rp 100 ribu lebih. Namun, hanya berkisar Rp 50 ke bawah. “Sekarang saja, saya hanya dapat Rp 25 ribu. Lah kalau ini dipotong solar dua liter, kan saya nerima Rp 5 ribu saja,” terang Marsu.

Diakui, para sopir MPU kalah strategi dengan ojek modern. Pada saat masyarakat takut keluar rumah, mereka hadir dengan aplikasi di media sosial, menawarkan jasa membantu masyarakat. Baik membeli makanan dan sebagainya.

“Ya karena kita sudah pemain lama, pastinya kalah sama yang muda-muda yang pikirannya kreatif. Tidak mengandalkan otot, tapi kecerdasan. Kalau kita ini sudah tidak tahu main HP (handphone ) yang ada aplikasinya. Kita masih dengan HP jadul,” terang Marsu.  (hum/pri)

Baca Juga :  Awas! Angkutan Umum Tidak Laik Akan Terjaring

SITUBONDO – Sejumlah sopir mobil Penumpang Umum (MPU) mengeluhkan sepinya penumpang. Itu dirasakan sudah dua tahun lamanya. Keadaan semakin parah saat terjadi pandemi Covid-19. Penghasilan mereka setiap hari semakin kecil.

Marsu, salah satu kernet di terminal Situbondo mengatakan, selama dua tahun terakhir ini, dirinya merasakan kalau perekonomian cukup sulit. Itu tidak lepas dari pandemi Covid-19 dan makin banyaknya jasa antar jemput online. “Akibat Covid-19 inilah, para penumpang sepi,” katanya, Jumat  (21/1).

Dia mengatakan, dirinya merasakan sendiri dampak Pandemi Covid-19 yang sangat dahsyat. Sudah sekitar dua tahun berlalu, namun penumpang yang akan memanfaatkan jasa MPU masih sepi. Tidak seperti dulu, sebelum pandemi. “Sekarang itu, dari terminal Situbondo hingga ke Asembagus, kadang MPU cuma dapat tiga orang. Makanya saya heran penumpang yang dulu itu kemana?,” imbuh warga Kecamatan Jangkar itu.

Baca Juga :  Baru Terjaring 10 Pemain, PSSS Masih Buka Seleksi

Menurutnya, sebelum pandemi, Marsu masih bisa mendapatkan Rp 100 ribu lebih. Namun, hanya berkisar Rp 50 ke bawah. “Sekarang saja, saya hanya dapat Rp 25 ribu. Lah kalau ini dipotong solar dua liter, kan saya nerima Rp 5 ribu saja,” terang Marsu.

Diakui, para sopir MPU kalah strategi dengan ojek modern. Pada saat masyarakat takut keluar rumah, mereka hadir dengan aplikasi di media sosial, menawarkan jasa membantu masyarakat. Baik membeli makanan dan sebagainya.

“Ya karena kita sudah pemain lama, pastinya kalah sama yang muda-muda yang pikirannya kreatif. Tidak mengandalkan otot, tapi kecerdasan. Kalau kita ini sudah tidak tahu main HP (handphone ) yang ada aplikasinya. Kita masih dengan HP jadul,” terang Marsu.  (hum/pri)

Baca Juga :  Penumpang Angkutan Gratis Wajib Scan Barcode

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/