alexametrics
24.9 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Hari Pertama Buka, Pasir Putih Langsung Diserbu Pengunjung

BUNGATAN – Sejumlah tempat wisata di Situbondo yang sebelumnya ditutup, kini kembali dibuka. Langkah ini diambil setelah Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Santri turun ke level satu.

Salah satu tempat wisata yang dikunjungi, yakni Pantai Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Minggu (19/9) kemarin, wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah cukup banyak berkunjung. Meski demikian, semua pengunjung atau wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.

“Dalam uji coba kemarin, sebagian pengunjung tidak memakai masker, ketika masuk ke dalam wisata, mereka melepas masker,  jadi kita tetap ingatkan, kita terus memantau penerapan prokes dengan ketat. Selain itu, kami juga membatasi pengunjung hingga 25 persen, dari kapasitas Pantai Pasir Putih yang mencapai 10 ribu pengunjung,” terang Yasin, Direktur Perusda Pasir Putih Situbondo tersebut.

Delila, salah satu pengunjung asal Kraksaan Probolinggo mengaku, dia bersama keluarganya sejak lama ingin berlibur ke Pantai Pasir Putih. Namun saat wabah Covid 19 melanda, dirinya bersama keluarganya tidak bisa  berkunjung ke tempat wisata. Sebab, sejumlah tempat wisata masih ditutup. “Kami sekeluarga memilih hari pertama, karena prediksi masih sepi. Namun  kenyataannya pengunjung masih ramai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Situbondo, Agung Harianto menyambut baik dibukanya kembali tempat wisata di Situbondo. Ini merupakan kabar yang ditunggu tunggu oleh para pelaku pariwisata, dan para PKL. Selain tempat wisata itu juga penting dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat Situbondo

“Dengan dibukanya kembali tempat wisata, diharapkan tidak ada klaster-klaster terbaru yang bersumber dari tempat wisata. Kalau sampai muncul klaster dari pariwisata, maka tambah berat lagi bagi para pengelola pariwisata,” ujar Agung.

Kata Agung, penerapan protokol kesehatan (prokes) bertujuan mengurangi dan meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, sehingga diperlukan penangan secara ketat terhadap pengunjung atau wisatawan.

“Perlu penanganan secara ketat kepada pengunjung, yakni, cek suhu, menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan masker dan pembatasan jumlah pengunjung,” pungkasnya. (jon/pri)

BUNGATAN – Sejumlah tempat wisata di Situbondo yang sebelumnya ditutup, kini kembali dibuka. Langkah ini diambil setelah Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Santri turun ke level satu.

Salah satu tempat wisata yang dikunjungi, yakni Pantai Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Minggu (19/9) kemarin, wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah cukup banyak berkunjung. Meski demikian, semua pengunjung atau wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.

“Dalam uji coba kemarin, sebagian pengunjung tidak memakai masker, ketika masuk ke dalam wisata, mereka melepas masker,  jadi kita tetap ingatkan, kita terus memantau penerapan prokes dengan ketat. Selain itu, kami juga membatasi pengunjung hingga 25 persen, dari kapasitas Pantai Pasir Putih yang mencapai 10 ribu pengunjung,” terang Yasin, Direktur Perusda Pasir Putih Situbondo tersebut.

Delila, salah satu pengunjung asal Kraksaan Probolinggo mengaku, dia bersama keluarganya sejak lama ingin berlibur ke Pantai Pasir Putih. Namun saat wabah Covid 19 melanda, dirinya bersama keluarganya tidak bisa  berkunjung ke tempat wisata. Sebab, sejumlah tempat wisata masih ditutup. “Kami sekeluarga memilih hari pertama, karena prediksi masih sepi. Namun  kenyataannya pengunjung masih ramai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Situbondo, Agung Harianto menyambut baik dibukanya kembali tempat wisata di Situbondo. Ini merupakan kabar yang ditunggu tunggu oleh para pelaku pariwisata, dan para PKL. Selain tempat wisata itu juga penting dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat Situbondo

“Dengan dibukanya kembali tempat wisata, diharapkan tidak ada klaster-klaster terbaru yang bersumber dari tempat wisata. Kalau sampai muncul klaster dari pariwisata, maka tambah berat lagi bagi para pengelola pariwisata,” ujar Agung.

Kata Agung, penerapan protokol kesehatan (prokes) bertujuan mengurangi dan meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, sehingga diperlukan penangan secara ketat terhadap pengunjung atau wisatawan.

“Perlu penanganan secara ketat kepada pengunjung, yakni, cek suhu, menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan masker dan pembatasan jumlah pengunjung,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/