alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Operasional Tindakan Pasien Covid Belum Dibayar Rp 20 Miliar

RadarBanyuwangi.id – Biaya operasional untuk tindakan pasien Covid-19 masih banyak yang belum dibayar. Pada tahun 2020 saja, ada sekitar Rp 20 miliar yang tidak dibayar hingga saat ini.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD dengan Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Abdoer Rahem, Jum’at (18/06) lalu. Sekretaris Komisi IV, Tolak Atin mengatakan, biaya operasional tindakan pasien Covid-19 bersumber dari Kementerian Kesehatan. “Dari jumlah itu, ada potensi hilang sebesar Rp 15 miliar,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Penyebabnya, pihak BPJS Kesehatan selaku verifikator ternyata belum memverifikasi. Jika tidak diverifikasi, maka rumah sakit tidak bisa mengklaimkan pembiayaan itu. “Kalau pada Hari Kamis (24/06) belum klir untuk klim pembiayaan sebesar Rp 15 miliar itu, akan kita undang pihak BPJS,” imbuh Tolak Atin.

Baca Juga :  Hari Santri, ASN Masuk Kerja Pakai Sarung

Tolak Atin mengaku, pihaknya tidak mengetahui penyebab pihak BPJS belum memverifikasi. Karena itu, melalui rapat kerja dengan pihak rumah sakit belum lama ini, Komisi IV mendesak agar segera dilakukan verifikasi.

“Untuk biaya setiap pasien covid itu digratiskan oleh rumah sakit karena dibiayai oleh pusat. Sebelum dibayar oleh pusat, rumah sakit yang menanggung semuanya. Untuk mengklaim itu, diverifikasi dulu oleh BPJS. Makanya, kalau belum klir, kami akan memanggil BPJS dengan rumah sakit untuk mensinkronkan,” terangnya.            

Hal ini berdampak terhadap pembayaran jasa pelayanan (JPL) tenaga kesehatan (nakes).  Tolak Atin mengaku, hak-hak keuangan nakes juga tidak dibayarkan oleh pikah rumah sakit. “JPL itukan hasil sharing dari biaya operasional. Jadi, ketika operasional tindakan pasien covid mandek, JPL juga terkendala,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lolos Passing Gread Tapi Tidak Ikut Dilantik, Guru Honorer Mengadu ke Wabup

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak BPJS Kesehatan Situbondo. Wartawan koran ini beberapa kali menghubungi Kepala BPJS melalui sambungan telepon kemarin, tapi tidak diangkat. (bib)

RadarBanyuwangi.id – Biaya operasional untuk tindakan pasien Covid-19 masih banyak yang belum dibayar. Pada tahun 2020 saja, ada sekitar Rp 20 miliar yang tidak dibayar hingga saat ini.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD dengan Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Abdoer Rahem, Jum’at (18/06) lalu. Sekretaris Komisi IV, Tolak Atin mengatakan, biaya operasional tindakan pasien Covid-19 bersumber dari Kementerian Kesehatan. “Dari jumlah itu, ada potensi hilang sebesar Rp 15 miliar,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Penyebabnya, pihak BPJS Kesehatan selaku verifikator ternyata belum memverifikasi. Jika tidak diverifikasi, maka rumah sakit tidak bisa mengklaimkan pembiayaan itu. “Kalau pada Hari Kamis (24/06) belum klir untuk klim pembiayaan sebesar Rp 15 miliar itu, akan kita undang pihak BPJS,” imbuh Tolak Atin.

Baca Juga :  Mengaji di Makam Juk Bintang, Kades yang Pernah Menjabat 30 Tahun

Tolak Atin mengaku, pihaknya tidak mengetahui penyebab pihak BPJS belum memverifikasi. Karena itu, melalui rapat kerja dengan pihak rumah sakit belum lama ini, Komisi IV mendesak agar segera dilakukan verifikasi.

“Untuk biaya setiap pasien covid itu digratiskan oleh rumah sakit karena dibiayai oleh pusat. Sebelum dibayar oleh pusat, rumah sakit yang menanggung semuanya. Untuk mengklaim itu, diverifikasi dulu oleh BPJS. Makanya, kalau belum klir, kami akan memanggil BPJS dengan rumah sakit untuk mensinkronkan,” terangnya.            

Hal ini berdampak terhadap pembayaran jasa pelayanan (JPL) tenaga kesehatan (nakes).  Tolak Atin mengaku, hak-hak keuangan nakes juga tidak dibayarkan oleh pikah rumah sakit. “JPL itukan hasil sharing dari biaya operasional. Jadi, ketika operasional tindakan pasien covid mandek, JPL juga terkendala,” pungkasnya.

Baca Juga :  Serapan PBB Rendah, Piutang Pajak Mencapai Rp 4,5 Miliar

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak BPJS Kesehatan Situbondo. Wartawan koran ini beberapa kali menghubungi Kepala BPJS melalui sambungan telepon kemarin, tapi tidak diangkat. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Obama suka pecel

Senyum Bikin Orang Lebih Bahagia

Artikel Terbaru

/