alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Diringkus Saat Main Judi di Sawah

SITUBONDO- Satuan Sabhara Polres Situbondo meringkus tujuh orang pelaku judi dadu di Desa/Kecamatan Mlandingan. Selanjutnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka langsung digiring ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan, kemarin (22/5).

Ketujuh orang tersebut adalah Hanafi, Rasidi, Satra, Abdus Shomad dan Kari, warga Kecamatan Mlandingan. Serta Untung  dan Subhan, warga Kecamatan Besuki.

Penggerebekan dilakukan polisi secara mendadak. Warga yang sebelumnya berkerumun langsung kocar-kacir saat sejumlah personel Polres Situbondo datang ke lokasi. Mereka berlarian ke arah areal persawahan tanpa menghiraukan lumpur sawah.

Akhirnya, setelah sempat terjadi kejar-kejaran, sebanyak tujuh orang berhasil diamankan. Termasuk Hanafi, yang merupakan bandar judi dadu. Mereka yang ditangkap langsung digiring ke Polres Situbondo, bersama sejumlah barang bukti yang diamankan. Mulai dari peralatan judi dadu, uang tunai Rp 673 ribu, hingga sejumlah HP.

“Penggerebekan arena judi dadu ini bagian dari Operasi Pekat (penyakit masyarakat). Kami menyikapi pengaduan masyarakat yang resah dengan arena judi ini. Karena kadang ada anak kecilnya. Alhamdulillah tujuh orang berhasil diamankan, termasuk bandarnya,” kata Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP M Hasanuddin.

Berdasarkan pantauan koran ini, saat digelandang ke Mapolres Situbondo, sebagian pejudi itu masih belepotan lumpur sawah. Tak hanya bagian kakinya saja, tapi juga di wajah. Bahkan, si bandar Hanafi tiba di polres dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam. Dia pun terpaksa dipinjami jaket milik rekannya untuk menutupi bagian depannya.

Dalam penggerebekan itu, sejumlah personel Satuan Sabhara dilibatkan. Baik berpakaian dinas maupun preman. Sebelum dilakukan tindakan penggerebekan, sebagian personel berpakaian preman sengaja disusupkan ke arena judi dan menyamar sebagai pejudi.

“Tujuh orang yang diamankan itu sebagian mengakui kalau ikut nombok dalam perjudian dadu. Ada juga yang berdalih hanya menonton. Kami akan serahkan kasus ini ke Satuan Reskrim biar didalami,” tandas Hasanuddin. (zul/pri)

SITUBONDO- Satuan Sabhara Polres Situbondo meringkus tujuh orang pelaku judi dadu di Desa/Kecamatan Mlandingan. Selanjutnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka langsung digiring ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan, kemarin (22/5).

Ketujuh orang tersebut adalah Hanafi, Rasidi, Satra, Abdus Shomad dan Kari, warga Kecamatan Mlandingan. Serta Untung  dan Subhan, warga Kecamatan Besuki.

Penggerebekan dilakukan polisi secara mendadak. Warga yang sebelumnya berkerumun langsung kocar-kacir saat sejumlah personel Polres Situbondo datang ke lokasi. Mereka berlarian ke arah areal persawahan tanpa menghiraukan lumpur sawah.

Akhirnya, setelah sempat terjadi kejar-kejaran, sebanyak tujuh orang berhasil diamankan. Termasuk Hanafi, yang merupakan bandar judi dadu. Mereka yang ditangkap langsung digiring ke Polres Situbondo, bersama sejumlah barang bukti yang diamankan. Mulai dari peralatan judi dadu, uang tunai Rp 673 ribu, hingga sejumlah HP.

“Penggerebekan arena judi dadu ini bagian dari Operasi Pekat (penyakit masyarakat). Kami menyikapi pengaduan masyarakat yang resah dengan arena judi ini. Karena kadang ada anak kecilnya. Alhamdulillah tujuh orang berhasil diamankan, termasuk bandarnya,” kata Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP M Hasanuddin.

Berdasarkan pantauan koran ini, saat digelandang ke Mapolres Situbondo, sebagian pejudi itu masih belepotan lumpur sawah. Tak hanya bagian kakinya saja, tapi juga di wajah. Bahkan, si bandar Hanafi tiba di polres dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam. Dia pun terpaksa dipinjami jaket milik rekannya untuk menutupi bagian depannya.

Dalam penggerebekan itu, sejumlah personel Satuan Sabhara dilibatkan. Baik berpakaian dinas maupun preman. Sebelum dilakukan tindakan penggerebekan, sebagian personel berpakaian preman sengaja disusupkan ke arena judi dan menyamar sebagai pejudi.

“Tujuh orang yang diamankan itu sebagian mengakui kalau ikut nombok dalam perjudian dadu. Ada juga yang berdalih hanya menonton. Kami akan serahkan kasus ini ke Satuan Reskrim biar didalami,” tandas Hasanuddin. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/