alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Wamenkumham Beri Perhatian Tampung Rutan yang Lebihi Kapasitas

SITUBONDO  – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Prof. Dr. Eddy O.S Hiariej, SH., M.Hum datang ke Rutan Situbondo, Kamis (21/4). Dalam kunjungan kerjanya tersebut terungkap jumlah daya tampung warga binaan permasyarakatan (WBP) melebihi kapasitas.

Dia mengatakan, jumlah WBP yang berada di rutan Situbondo sebanyak 280 orang. Padahal, kapasitas rutan hanya sebanyak 200 orang. “Memang ada kelebihan daya tampung warga binaan di sini. Kapasitas rutan harusnya hanya menampung 200 orang,” ucap Prof. Dr. Eddy O.S Hiariej, SH., M.Hum, Kamis (21/4).

Lebih lanjut, dia mengatakan rutan seharusnya dihuni oleh mereka yang masih berproses hukum. Tapi Rutan Situbondo 70 persen dihuni oleh warga binaan. “Jumlah WBP yang mencapai 70 persen ini harus menjadi perhatian khusus untuk petugas. Selain itu, kapasitas yang melebihi harus segera menemukan solusi,” ucapnya.

Guru Besar asal Jogjakarta itu mengaku, rutan tidak memiliki anggaran khusus untuk membiayai warga binaan. Maka pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan. Agar Rutan juga bisa mengelola anggaran. “Ini menjadi tugas kami sebagai pimpinan agar anggaran itu tersedia. Maka akan kami komunikasikan dengan Kemenkeu,” jelasnya.

Edy mengatakan, dengan jumlah WBP mencapai 70 persen, petugas harus merubah cara penanganan di rutan. Sebab membina tahanan dengan warga binaan penanganannya berbeda.  “Pola pikir petugas mengayomi warga binaan ini harus diubah. Karena warga binaan itu bukan narapidana. Maka harus lebih meningkatkan pembinaan pada segi kemampuan WBP. Agar mampu memiliki daya kreatifitas,” ucapnya. (mg1/pri)

SITUBONDO  – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Prof. Dr. Eddy O.S Hiariej, SH., M.Hum datang ke Rutan Situbondo, Kamis (21/4). Dalam kunjungan kerjanya tersebut terungkap jumlah daya tampung warga binaan permasyarakatan (WBP) melebihi kapasitas.

Dia mengatakan, jumlah WBP yang berada di rutan Situbondo sebanyak 280 orang. Padahal, kapasitas rutan hanya sebanyak 200 orang. “Memang ada kelebihan daya tampung warga binaan di sini. Kapasitas rutan harusnya hanya menampung 200 orang,” ucap Prof. Dr. Eddy O.S Hiariej, SH., M.Hum, Kamis (21/4).

Lebih lanjut, dia mengatakan rutan seharusnya dihuni oleh mereka yang masih berproses hukum. Tapi Rutan Situbondo 70 persen dihuni oleh warga binaan. “Jumlah WBP yang mencapai 70 persen ini harus menjadi perhatian khusus untuk petugas. Selain itu, kapasitas yang melebihi harus segera menemukan solusi,” ucapnya.

Guru Besar asal Jogjakarta itu mengaku, rutan tidak memiliki anggaran khusus untuk membiayai warga binaan. Maka pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan. Agar Rutan juga bisa mengelola anggaran. “Ini menjadi tugas kami sebagai pimpinan agar anggaran itu tersedia. Maka akan kami komunikasikan dengan Kemenkeu,” jelasnya.

Edy mengatakan, dengan jumlah WBP mencapai 70 persen, petugas harus merubah cara penanganan di rutan. Sebab membina tahanan dengan warga binaan penanganannya berbeda.  “Pola pikir petugas mengayomi warga binaan ini harus diubah. Karena warga binaan itu bukan narapidana. Maka harus lebih meningkatkan pembinaan pada segi kemampuan WBP. Agar mampu memiliki daya kreatifitas,” ucapnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/