alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Bangga Mulok Baca-Tulis Alquran

SITUBONDO – KomisBangga Mulol Baca-Tulis Alquran i IV DPRD Kabupaten Situbondo mengapresiasi adanya muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah, berupa baca tulis Alquran. Keputusan ini harus benar-benar dijalankan dengan serius. Sehingga, akan mampu lebih memperkuat identitas Kabupaten Situbondo sebagai Kota Santri.

Ketua komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda, mengatakan, Kabupaten Situbondo sudah memiliki perda yang mendukung pengaplikasian muatan lokal sesuai dengan kondisi wuilayah. “Perda itu intinya memberikan kewenangan kepada daerah untuk memberikan muatan lokal. Kebetulan yang kita tekankan untuk Situbondo adalah baca tulis Alquran,” terangnya.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, jika benar-benar dilakukan dengan maksimal, maka mulok baca tulis Alquran akan mampu menjadi pembeda Situbondo dengan kota lainnya. “Sebagai Kota Santri. Tentu salah satu keidentikan itu bisa berhubungan dengan baca tulis Alquran,” terangnya.

Selain itu, Janur juga memberikan apresiasi kepada terobosan Pemkab Situbondo dengan memberikan kesejahteraan terhadap tenaga pendidik non K.2. “Padahal tenaga pendidik sebelumnya sudah terkatung-katung.  Ini juga merupakan terobosan yang tidak semua bisa. Tergantung kepekaan masing-masing daerah,” jelasnnya.

Di luar itu, Janur mengaku masih cukup banyak hal yang masih perlu diperbaiki oleh Dinas Pendidikan. Ada beberapa hal yang masih harus menjadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah data pokok pendidikan (dapodik) yang sudah tersentral. “Sarana IT itu katanya sudah bisa mengetahui secara real time data tentang pendidikan di Situbondo,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Janur,  tahu saja tidak cukup. Harus ada aksi nyata. Sehingga semua sekolah bisa tersentuh. Dia mencontohkan SDN 9 Patokan. Meski di tengah kota, hingga saat ini sekolah tersebut belum sepenuhnya mendapat perhatian dinas terkait.

“Nah, yang begini ke depan semoga tidak terjadi lagi. Dengan adanya dapodik yang sudah ditunjang dengan kecanggihan IT, tentu kita harapkan akan benar-benar mampu memberikan perhatian yang tepat kepada sekolah-sekolah. Sehingga, pembangunan dunia pendidikan lebih merata,” pungkasnya. (cw1/pri)

SITUBONDO – KomisBangga Mulol Baca-Tulis Alquran i IV DPRD Kabupaten Situbondo mengapresiasi adanya muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah, berupa baca tulis Alquran. Keputusan ini harus benar-benar dijalankan dengan serius. Sehingga, akan mampu lebih memperkuat identitas Kabupaten Situbondo sebagai Kota Santri.

Ketua komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda, mengatakan, Kabupaten Situbondo sudah memiliki perda yang mendukung pengaplikasian muatan lokal sesuai dengan kondisi wuilayah. “Perda itu intinya memberikan kewenangan kepada daerah untuk memberikan muatan lokal. Kebetulan yang kita tekankan untuk Situbondo adalah baca tulis Alquran,” terangnya.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, jika benar-benar dilakukan dengan maksimal, maka mulok baca tulis Alquran akan mampu menjadi pembeda Situbondo dengan kota lainnya. “Sebagai Kota Santri. Tentu salah satu keidentikan itu bisa berhubungan dengan baca tulis Alquran,” terangnya.

Selain itu, Janur juga memberikan apresiasi kepada terobosan Pemkab Situbondo dengan memberikan kesejahteraan terhadap tenaga pendidik non K.2. “Padahal tenaga pendidik sebelumnya sudah terkatung-katung.  Ini juga merupakan terobosan yang tidak semua bisa. Tergantung kepekaan masing-masing daerah,” jelasnnya.

Di luar itu, Janur mengaku masih cukup banyak hal yang masih perlu diperbaiki oleh Dinas Pendidikan. Ada beberapa hal yang masih harus menjadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah data pokok pendidikan (dapodik) yang sudah tersentral. “Sarana IT itu katanya sudah bisa mengetahui secara real time data tentang pendidikan di Situbondo,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Janur,  tahu saja tidak cukup. Harus ada aksi nyata. Sehingga semua sekolah bisa tersentuh. Dia mencontohkan SDN 9 Patokan. Meski di tengah kota, hingga saat ini sekolah tersebut belum sepenuhnya mendapat perhatian dinas terkait.

“Nah, yang begini ke depan semoga tidak terjadi lagi. Dengan adanya dapodik yang sudah ditunjang dengan kecanggihan IT, tentu kita harapkan akan benar-benar mampu memberikan perhatian yang tepat kepada sekolah-sekolah. Sehingga, pembangunan dunia pendidikan lebih merata,” pungkasnya. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Surga Simpanan

Jembatan Dibiarkan Bolong

Artikel Terbaru

/