alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Setahun, Jembatan Penghubung Sumbermalang-Mojodungkul Rusak 20 Kali

SUMBERMALANG – Jembatan penghubung antara Dusun Takir, Desa Sumbermalang dengan Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sering rusak diterjang banjir. Sehingga, banyak siswa yang harus digendong saat menyeberangi sungai agar tidak basah. Saat ini jembatan tersebut sudah diperbaiki setelah satu bulan mengalami kerusakan.

Kepala Dusun Takir, Halip mengatakan, jembatan merupakan satu satunya akses bagi warga di dusunnya. Jika, jembatan itu rusak, otomatis warga setempat harus lewat di sungai dengan menjijing pakaian. “jembatan ini seringkali rusak, di tahun ini saja (2022), warga disini sudah enam kali memperbaiki jembatan itu,” katanya.

Menurutnya, jembatan itu mengalami kerusakan setiap kali ada banjir.  Sehingga dalam satu tahun bisa lebih 20 kali dilakukan perbaikan. Perbaikan jembatan itu juga tidak tentu, kadang ketika terkena banjir,  papannya keropos atau kadang pondasi beton jembatan patah. “Untungnya warga di sini kompak, jadi setiap ada kerusakan tanpa disuruh sudah berkumpul untuk melakukan pembenahan,” imbuh Halip.

Baca Juga :  Jalan Argopura dan Diponegoro Ditutup Total Mulai Besok Pagi

Menurut dia, dusun Takir dihuni sekitar 217 jiwa yang terdiri dari 103 kepala keluarga. Mereka sangat membutuhkan jembatan tersebut. Yang paling miris, ketika jembatan itu rusak yang menjadi korban adalah anak-anak yang masih sekolah SD. Sebab, selama jembatan rusak, banyak yang harus digendong untuk menyeberangi sungai. “Kalau pagi pasti ramai, soalnya banyak orang tua yang menggendong anak-anaknya yang masih SD menyeberangi sungai,” terangnya.

Selain anak sekolah, ibu-ibu  yang hendak pergi belanja ke pasar, juga cukup kesulitan. Sehingga, banyak warga yang saling membantu di sungai tersebut. Bahkan tidak jarang Babinsa Desa Gunung Malang turut hadir dalam membantu warga untuk menyeberang. “Alhamdulillah, babinsanya juga ikut basah-basahan dengan masayarakat,” terang pak Halip.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Desa Gunung Putri - Gunung Malang Ambruk

Anggota Koramil 0823-12 Suboh, Letnan Suyitno mengatakan, Sejak jembatan itu putus, bagian Babinsa hampir setiap pagi membantu anak anak yang pulang-pergi sekolah. Sebab, setiap mau berangkat dan pulang sekolah, mereka selalu diam di tepi sungai karena takut untuk menyeberang sendiri. “Kami dan warga Dusun Takir sudah seperti tetangga dekat, soalnya tiap harinya pesti ketemu di sungai” terang Suyitno.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dikerjakan sudah beberapa minggu terakhir. Minggu lalu (13/2) sudah selesai. Dikerjakan dengan gotong royong. Babinsa ikut membantu. “Diharapkan dengan adanya jembatan bambu itu bisa membuat aman bagi warga Kampung Takir dan terutama anak anak sekolah,” pungkasnya. (hum/pri)

SUMBERMALANG – Jembatan penghubung antara Dusun Takir, Desa Sumbermalang dengan Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sering rusak diterjang banjir. Sehingga, banyak siswa yang harus digendong saat menyeberangi sungai agar tidak basah. Saat ini jembatan tersebut sudah diperbaiki setelah satu bulan mengalami kerusakan.

Kepala Dusun Takir, Halip mengatakan, jembatan merupakan satu satunya akses bagi warga di dusunnya. Jika, jembatan itu rusak, otomatis warga setempat harus lewat di sungai dengan menjijing pakaian. “jembatan ini seringkali rusak, di tahun ini saja (2022), warga disini sudah enam kali memperbaiki jembatan itu,” katanya.

Menurutnya, jembatan itu mengalami kerusakan setiap kali ada banjir.  Sehingga dalam satu tahun bisa lebih 20 kali dilakukan perbaikan. Perbaikan jembatan itu juga tidak tentu, kadang ketika terkena banjir,  papannya keropos atau kadang pondasi beton jembatan patah. “Untungnya warga di sini kompak, jadi setiap ada kerusakan tanpa disuruh sudah berkumpul untuk melakukan pembenahan,” imbuh Halip.

Baca Juga :  Ribuan Ulat Bulu Resahkan Warga Dawuhan

Menurut dia, dusun Takir dihuni sekitar 217 jiwa yang terdiri dari 103 kepala keluarga. Mereka sangat membutuhkan jembatan tersebut. Yang paling miris, ketika jembatan itu rusak yang menjadi korban adalah anak-anak yang masih sekolah SD. Sebab, selama jembatan rusak, banyak yang harus digendong untuk menyeberangi sungai. “Kalau pagi pasti ramai, soalnya banyak orang tua yang menggendong anak-anaknya yang masih SD menyeberangi sungai,” terangnya.

Selain anak sekolah, ibu-ibu  yang hendak pergi belanja ke pasar, juga cukup kesulitan. Sehingga, banyak warga yang saling membantu di sungai tersebut. Bahkan tidak jarang Babinsa Desa Gunung Malang turut hadir dalam membantu warga untuk menyeberang. “Alhamdulillah, babinsanya juga ikut basah-basahan dengan masayarakat,” terang pak Halip.

Baca Juga :  Pembelajaran SDN 7 Tegalharjo Pindah ke Kantor Kecamatan

Anggota Koramil 0823-12 Suboh, Letnan Suyitno mengatakan, Sejak jembatan itu putus, bagian Babinsa hampir setiap pagi membantu anak anak yang pulang-pergi sekolah. Sebab, setiap mau berangkat dan pulang sekolah, mereka selalu diam di tepi sungai karena takut untuk menyeberang sendiri. “Kami dan warga Dusun Takir sudah seperti tetangga dekat, soalnya tiap harinya pesti ketemu di sungai” terang Suyitno.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dikerjakan sudah beberapa minggu terakhir. Minggu lalu (13/2) sudah selesai. Dikerjakan dengan gotong royong. Babinsa ikut membantu. “Diharapkan dengan adanya jembatan bambu itu bisa membuat aman bagi warga Kampung Takir dan terutama anak anak sekolah,” pungkasnya. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/