alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Sepi Pembeli, PKL Kucing-Kucingan dengan Satpol PP

SITUBONDO – Pemkab Situbondo terus melakukan penertiban secara intens terhadap pasar tradisional Besuki. Sebab, hal itu dilakukan lantaran mengganggu akses jalan kendaraan umum. Namun, sebagian pedagang tetap enggan untuk pindah lokasi menempati fasilitas yang sudah disediakan pemerintah.

Kasat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Aus Sawarudin mengatakan, proses penertiban pedagang sejatinya lebih pada penempatan lapak dagang yang sudah di sediakan pemerintah daerah. Sehingga, fungsi jalan umum dapat digunakan sebagaimana mestinya. “Pemda sudah menyediakan tempat pasar baru untuk para pedagang,  diharapkan mereka dapat menggunakan dan tidak memenuhi badan jalan umum,” ucap Aus Sawarudin, Senin (14/2) lalu.

Sawarudin mengatakan, pelaksanaan penertiban tidak dilakukan secara mendadak. Petugas sejak awal sudah mempersiapkan langkah persuasif untuk menertibkan para pedagang pasar yang ada di pinggir jalan umum. “Tahap sosialisasi, pendekatan, surat peringatan sudah kami lakukan. Tujuannya agar masyarakat dapat memaksimalkan tempat baru yang sudah disediakan untuk berjualan,” ungkapnya.

Masih kata dia, pihaknya terus melakukan penertiban di pasar tersebut. Agar pemanfaatan fasilitas pasar baru dapat digunakan secara maksimal. “Kami terus lakukan penertiban. Supaya para pedagang tidak lagi membuka usahanya di pinggir jalan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Desi, pedagang ikan laut menilai sikap petugas Satpol-PP cukup arogan. Sebab, membawa barang yang dijual pedagang.  Itu membuat mereka kesal. Apalagi, barang datangan tersebut modalnya dari hasil pinjaman. “Kalau kita dipindah ke tempat lain tidak masalah. Asalkan tempatnya itu baik dan layak. Jangan hanya ambil barang dagangan saya. Sebab, modal nya itu saya pinjam,” ucapnya.

Desi mengatakan, fasilitas yang ada untuk para pedagang saat ini dirasa kurang produktif. Sebab, setelah pindah ke tempat yang baru, pembeli yang datang sepi. “Kalau pindah tempat di sana sepi pembeli. Jadi terpaksa kita kembali ke tempat semula di pinggir jalan. Meskipun, ya kita kucing-kucingan kalau ada penertiban oleh petugas,” kata dia. (mg1/pri)

SITUBONDO – Pemkab Situbondo terus melakukan penertiban secara intens terhadap pasar tradisional Besuki. Sebab, hal itu dilakukan lantaran mengganggu akses jalan kendaraan umum. Namun, sebagian pedagang tetap enggan untuk pindah lokasi menempati fasilitas yang sudah disediakan pemerintah.

Kasat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Aus Sawarudin mengatakan, proses penertiban pedagang sejatinya lebih pada penempatan lapak dagang yang sudah di sediakan pemerintah daerah. Sehingga, fungsi jalan umum dapat digunakan sebagaimana mestinya. “Pemda sudah menyediakan tempat pasar baru untuk para pedagang,  diharapkan mereka dapat menggunakan dan tidak memenuhi badan jalan umum,” ucap Aus Sawarudin, Senin (14/2) lalu.

Sawarudin mengatakan, pelaksanaan penertiban tidak dilakukan secara mendadak. Petugas sejak awal sudah mempersiapkan langkah persuasif untuk menertibkan para pedagang pasar yang ada di pinggir jalan umum. “Tahap sosialisasi, pendekatan, surat peringatan sudah kami lakukan. Tujuannya agar masyarakat dapat memaksimalkan tempat baru yang sudah disediakan untuk berjualan,” ungkapnya.

Masih kata dia, pihaknya terus melakukan penertiban di pasar tersebut. Agar pemanfaatan fasilitas pasar baru dapat digunakan secara maksimal. “Kami terus lakukan penertiban. Supaya para pedagang tidak lagi membuka usahanya di pinggir jalan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Desi, pedagang ikan laut menilai sikap petugas Satpol-PP cukup arogan. Sebab, membawa barang yang dijual pedagang.  Itu membuat mereka kesal. Apalagi, barang datangan tersebut modalnya dari hasil pinjaman. “Kalau kita dipindah ke tempat lain tidak masalah. Asalkan tempatnya itu baik dan layak. Jangan hanya ambil barang dagangan saya. Sebab, modal nya itu saya pinjam,” ucapnya.

Desi mengatakan, fasilitas yang ada untuk para pedagang saat ini dirasa kurang produktif. Sebab, setelah pindah ke tempat yang baru, pembeli yang datang sepi. “Kalau pindah tempat di sana sepi pembeli. Jadi terpaksa kita kembali ke tempat semula di pinggir jalan. Meskipun, ya kita kucing-kucingan kalau ada penertiban oleh petugas,” kata dia. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/