alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Melonjak, 145 Terpapar, Tertinggi Klaster Sekolah

SITUBONDO – Perkembangan kasus Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Saat ini sudah mencapai 145 warga Kota Santri yang terpapar. Dari angka tersebut, klaster tertinggi adalah sekolah.

Juru bicara Satgas Covid-19, Dadang Aries Bintoro memiminta agar sekolah lebih memperketat prokes. “sekarang sudah ada empat sekolah yang tidak diperbolehkan melakukan tatap muka, alias harus daring. Tiga sekolah dasar dan satu SMA 2 Negeri,” imbuh Dadang.

Dia menyebutkan, sebaran Covid-19 di Kota Santri dari Januari hingga pertengahan Februari mengalami lonjakan cukup pesat. Sebab, tidak sampai dua bulan saja, sudah seratus lebih. “Sekarang sudah ada 145 orang yang positif covid-19. Untuk yang dirawat di rumah sakit ada enam, yang isoter ada dua, dan  yang di isolasi mandiri ada 137,” ujar Dadang, Senin (14/2).

Menurutnya, klaster terbanyak kedua dari penderita Covid 19 adalah klaster keluarga, kemudian pabrik dan pelaku perjalanan. Untuk menekan perkembangan Covid-19,  Satgas melakukan beberapa pengawasan terhadap setiap pasien yang terpapar dengan super ketat. Misalnya rumah sakit sudah harus mempersiapkan tempat isolasi, ICU, dan oksigen. “Untuk pasien isoman sudah diberikan obat-obatan dan vitamin oleh puskesmas terdekat, dan juga pengawasan yang super ketat bagi mereka (yang terpapar covid-19),” jelas Dadang.

Tidak hanya itu, satgas juga melakukan penekanan pembatasan kegiatan untuk meningkatkatkan protokol kesehatan. Seperti pembatasan belajar, dan untuk kantor-kantor yang pekerjanya terindikasi Covid-19 juga diberikan pembatasan-pembatasan. “Yang jelas, bagi karyawan kantor, maupun semua masyarakat harus disiplin Prokes, dan harus mengikuti vaksin,” pungkas Dadang. (hum/pri)

SITUBONDO – Perkembangan kasus Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Saat ini sudah mencapai 145 warga Kota Santri yang terpapar. Dari angka tersebut, klaster tertinggi adalah sekolah.

Juru bicara Satgas Covid-19, Dadang Aries Bintoro memiminta agar sekolah lebih memperketat prokes. “sekarang sudah ada empat sekolah yang tidak diperbolehkan melakukan tatap muka, alias harus daring. Tiga sekolah dasar dan satu SMA 2 Negeri,” imbuh Dadang.

Dia menyebutkan, sebaran Covid-19 di Kota Santri dari Januari hingga pertengahan Februari mengalami lonjakan cukup pesat. Sebab, tidak sampai dua bulan saja, sudah seratus lebih. “Sekarang sudah ada 145 orang yang positif covid-19. Untuk yang dirawat di rumah sakit ada enam, yang isoter ada dua, dan  yang di isolasi mandiri ada 137,” ujar Dadang, Senin (14/2).

Menurutnya, klaster terbanyak kedua dari penderita Covid 19 adalah klaster keluarga, kemudian pabrik dan pelaku perjalanan. Untuk menekan perkembangan Covid-19,  Satgas melakukan beberapa pengawasan terhadap setiap pasien yang terpapar dengan super ketat. Misalnya rumah sakit sudah harus mempersiapkan tempat isolasi, ICU, dan oksigen. “Untuk pasien isoman sudah diberikan obat-obatan dan vitamin oleh puskesmas terdekat, dan juga pengawasan yang super ketat bagi mereka (yang terpapar covid-19),” jelas Dadang.

Tidak hanya itu, satgas juga melakukan penekanan pembatasan kegiatan untuk meningkatkatkan protokol kesehatan. Seperti pembatasan belajar, dan untuk kantor-kantor yang pekerjanya terindikasi Covid-19 juga diberikan pembatasan-pembatasan. “Yang jelas, bagi karyawan kantor, maupun semua masyarakat harus disiplin Prokes, dan harus mengikuti vaksin,” pungkas Dadang. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/