alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Lima Banner Dirusak, Tancapkan Lagi Delapan

Sebanyak delapan banner larangan balap liar kembali dipasang polisi pasca tragedi perusakan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap pelaku balap liar di Kota Santri.

IZZUL MUTTAQIN, Jawa Pos Radar Situbondo

JARUM jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Lalu lintas di Jalan Raya Kecamatan Situbondo tampak sepi. Hanya terlihat beberapa anggota polisi yang sibuk memasang banner.

Ya, personel Satlantas Polres Situbondo ini terpaksa lembur hingga malam. Mereka diberi tugas tambahan. Yakni memasang banner larangan balap liar di delapan titik yang sudah ditentukan. Lima tersebar di Kecamatan Situbondo dan Kecamatan Panji. Sementara tiga lainnya di Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Asembagus.

Menurut Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriyani, langkah yang dilakukan polisi itu merupakan bentuk perlawanan terhadap pelaku balap liar. Mereka tidak mau diam saja setelah lima banner larangan balap liar dirusak. “Saya memang tidak tahu siapa pelaku perusakan. Namun kemungkinan besar ya orang-orang yang suka balapan. Mungkin mereka merasa terganggu dengan hadirnya banner tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Belum Siap PTM, Sekolah Hanya Simulasi

Karena itu, Kasat Lantas mencoba memasang kembali banner-banner baru di lokasi yang sama. “Sekaligus kita tambah jumlahnya. Kalau yang awal hanya lima, kini menjadi delapan,” terangnya.

Namun Kasat Lantas tidak mau terjadi kembali perusakan banner. Pihaknya sudah mengatur strategi untuk melindungi banner tersebut agar tidak dirusak.

“Bahkan sudah ada yang memantau banner tersebut. Jangan sampai dirusak lagi. Karena siapa pun yang melakukan perusakan akan kami tidak tegas,” ucapnya.

Kasat Lantas mengaku tidak ingin ada pihak yang semena-mena terhadap aturan hukum di Situbondo. Termasuk perusakan banner. “Hal demikian tentu sudah melanggar hukum. Dan merupakan bentuk perlawanan terhadap kepolisian. Makanya kita tidak akan tinggal diam,” tuturnya.

Baca Juga :  Gelar Resepsi dengan Konsep Elegan, Mewah dan Modern

Diberitakan sebelumnya, terjadi perusakan banner larangan balap liar di lima titik. Salah satunya di depan Kantor Pengadilan Negeri Situbondo. Belum diketahui secara pasti pelaku perusakan. Polisi terus melakukan penyelidikan. (zul/bay)

Sebanyak delapan banner larangan balap liar kembali dipasang polisi pasca tragedi perusakan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap pelaku balap liar di Kota Santri.

IZZUL MUTTAQIN, Jawa Pos Radar Situbondo

JARUM jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Lalu lintas di Jalan Raya Kecamatan Situbondo tampak sepi. Hanya terlihat beberapa anggota polisi yang sibuk memasang banner.

Ya, personel Satlantas Polres Situbondo ini terpaksa lembur hingga malam. Mereka diberi tugas tambahan. Yakni memasang banner larangan balap liar di delapan titik yang sudah ditentukan. Lima tersebar di Kecamatan Situbondo dan Kecamatan Panji. Sementara tiga lainnya di Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Asembagus.

Menurut Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriyani, langkah yang dilakukan polisi itu merupakan bentuk perlawanan terhadap pelaku balap liar. Mereka tidak mau diam saja setelah lima banner larangan balap liar dirusak. “Saya memang tidak tahu siapa pelaku perusakan. Namun kemungkinan besar ya orang-orang yang suka balapan. Mungkin mereka merasa terganggu dengan hadirnya banner tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Ungkap Jaringan PSK, Polisi Selidiki Kemungkinan Keterlibatan Germo

Karena itu, Kasat Lantas mencoba memasang kembali banner-banner baru di lokasi yang sama. “Sekaligus kita tambah jumlahnya. Kalau yang awal hanya lima, kini menjadi delapan,” terangnya.

Namun Kasat Lantas tidak mau terjadi kembali perusakan banner. Pihaknya sudah mengatur strategi untuk melindungi banner tersebut agar tidak dirusak.

“Bahkan sudah ada yang memantau banner tersebut. Jangan sampai dirusak lagi. Karena siapa pun yang melakukan perusakan akan kami tidak tegas,” ucapnya.

Kasat Lantas mengaku tidak ingin ada pihak yang semena-mena terhadap aturan hukum di Situbondo. Termasuk perusakan banner. “Hal demikian tentu sudah melanggar hukum. Dan merupakan bentuk perlawanan terhadap kepolisian. Makanya kita tidak akan tinggal diam,” tuturnya.

Baca Juga :  Vaksin Ketiga untuk Nakes sudah Seratus Persen

Diberitakan sebelumnya, terjadi perusakan banner larangan balap liar di lima titik. Salah satunya di depan Kantor Pengadilan Negeri Situbondo. Belum diketahui secara pasti pelaku perusakan. Polisi terus melakukan penyelidikan. (zul/bay)

Artikel Terkait

Most Read

Ceker Ayam Kaisar Patut Dicoba

Sepuluh Pemain Lolos Seleksi Timnas

Bandara Belum Pernah Tolak Calon Penumpang

Artikel Terbaru

/