alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dinkes Lombakan Desa Siaga Aktif

SITUBONDO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo saat ini sedang melakukan penilaian lomba desa/kelurahan siaga aktif. Peserta lomba ini adalah desa/kelurahan siaga aktif terbaik. Artinya, tiap-tiap kecamatan mengirimkan satu desa/kelurahan.

Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi menerangkan, tujuan umum lomba untuk memberikan penghargaan bagi pelaksana terbaik desa/kelurahan siaga aktif tingkat kabupaten. Sedangkan tujuan khusus untuk meningkatkan kegiatan dan kualitas desa siaga aktif.

Selain itu, untuk memotivasi para pelaksana mengembangkan desa siaga aktif. Lomba tersebut juga untuk mengadvokasi lintas sektor dan lintas program terkait untuk memberikan dukungan kebijakan dan pembinaan dalam pengembangan desa/kelurahan siaga aktif.

Tujuan lainnya, untuk menyiapkan desa siaga aktif binaan masalah kesehatan prioritas sebagai salah satu program inovasi dari Propinsi Jawa Timur. “Juga menyiapkan desa siaga aktif percontohan untuk nantinya mewakili Situbondo dalam Lomba desa siaga aktif tingkat propinsi,” jelas Abu Bakar. 

Baca Juga :  Tagih Ruko Tak Bayar Sewa, Dinas Perdagangan Gandeng Kejari

Lebih jauh, Abu Bakar menernagkan, program pengembangan desa/kelurahan siaga telah dikembangkan pemerintah sejak tahun 2006 berdasarkan SK Menkes RI nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006.  Dibentuknya Desa/Kelurahan Siaga tersebut bertujuan agar mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Dia menambahkan, tujuan dikembangkannya Desa/Kelurahan Siaga aktif untuk mempercepat terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap, mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri. Sehingga derajat kesehatannya meningkat.

Abu Bakar menernagkan, cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Situbondo Tahun 2015 telah mencapai 91 persen ata 124 desa. Secara kuantitas telah melampaui target nasional maupun provinsi.

“Namun secara kualitas masih didominasi aktif pratama (59 persen) sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya. Utamanya yang  aktif purnama  dan mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Setahun Perubahan Ala Bung Karna dan Ny Khairani Pimpin Situbondo

SITUBONDO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo saat ini sedang melakukan penilaian lomba desa/kelurahan siaga aktif. Peserta lomba ini adalah desa/kelurahan siaga aktif terbaik. Artinya, tiap-tiap kecamatan mengirimkan satu desa/kelurahan.

Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi menerangkan, tujuan umum lomba untuk memberikan penghargaan bagi pelaksana terbaik desa/kelurahan siaga aktif tingkat kabupaten. Sedangkan tujuan khusus untuk meningkatkan kegiatan dan kualitas desa siaga aktif.

Selain itu, untuk memotivasi para pelaksana mengembangkan desa siaga aktif. Lomba tersebut juga untuk mengadvokasi lintas sektor dan lintas program terkait untuk memberikan dukungan kebijakan dan pembinaan dalam pengembangan desa/kelurahan siaga aktif.

Tujuan lainnya, untuk menyiapkan desa siaga aktif binaan masalah kesehatan prioritas sebagai salah satu program inovasi dari Propinsi Jawa Timur. “Juga menyiapkan desa siaga aktif percontohan untuk nantinya mewakili Situbondo dalam Lomba desa siaga aktif tingkat propinsi,” jelas Abu Bakar. 

Baca Juga :  Desa di Banyuwangi Dominasi 10 Besar Desa Mandiri

Lebih jauh, Abu Bakar menernagkan, program pengembangan desa/kelurahan siaga telah dikembangkan pemerintah sejak tahun 2006 berdasarkan SK Menkes RI nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006.  Dibentuknya Desa/Kelurahan Siaga tersebut bertujuan agar mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Dia menambahkan, tujuan dikembangkannya Desa/Kelurahan Siaga aktif untuk mempercepat terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap, mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri. Sehingga derajat kesehatannya meningkat.

Abu Bakar menernagkan, cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Situbondo Tahun 2015 telah mencapai 91 persen ata 124 desa. Secara kuantitas telah melampaui target nasional maupun provinsi.

“Namun secara kualitas masih didominasi aktif pratama (59 persen) sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya. Utamanya yang  aktif purnama  dan mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Kota Santri Diprediksi Segera Turun Hujan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/