alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Dishub Klaim Warga Jangkar Tak Masalah Rumahnya Dipindah

JANGKAR, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Perhubungan Pemkab Situbondo mengklaim sejumlah warga sudah tidak mempermasalahkan kegiatan pelebaran jalan ke Pelabuhan Jangkar. Termasuk pembongkaran rumah.  Mereka mendukung agar pelebaran jalan bisa segera dikerjakan.

Plt.Kepala Dinas Perhubungan, Mistoyo menerangkan, warga secara perlahan mendukung apa yang menjadi maksud dan tujuan pemerintah. Yakni melakukan pelebaran jalan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan keluar-masuk Pelabuhan Jangkar. “Berdasarkan keinginan sendiri, sebagian warga yang terdampak kegiatan pelebaran jalan tidak masalah rumahnya dibongkar,” ujarya, Senin (19/9).

Kata dia, kesadaran masyarakat itu muncul setelah pemerintah rutin melakukan edukasi dan sosialisasi. Terutama manfaat Pelabuhan Jangkar jika dioperasikan nanti. Tentu yang akan merasakan manfaatnya pertama kali adalah warga sekitar. “Tidak mungkin orang yang berada di wilayah Barat mendapat untungnya setelah Pelabuhan Jangkar dibuka,” ungkap Mistoyo.

Disebutkan, lalu lalang penumpang yang menggunakan jasa tranportasi laut memerlukan segala macam kebutuhan saat tiba di Situbondo. Seperti tempat istirahat, tempat makan dan lainnya. “Jadi warga berhak membuka usaha di sekitar area pelabuhan,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Cari Batu Bata yang Dihantamkan ke Kepala Nenek Riyani

Mistoyo mengatakan, proses pelebaran jalan sudah mulai dikerjakan beberapa hari terakhir ini. Pemkab memiliki tanggungan memperbaiki luas jalan yang kurang lebar. Panjangnya sekitar 800 meter. “Ada kewenangan pemerintah kabupaten dan juga ada kewenangan pemerintah provinsi. Pembagian dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Menurut dia, jalan yang harus dilebarkan sebenarnya tidak ditarget secepatnya bisa terselasaikan. Sebab, jalan tersebut masih bisa dilintasi kendaraan umum. Hanya saja, pelebaran harus segera dilakukan  untuk memenuhi standar operasional prosedur (SOP) Pelabuhan Jangkar.

Mistoyo menjelaskan, pelebaran jalan yang dikerjakan tidak memengaruhi kegiatan lalu lintas kendaraan keluar masuk Pelabuhan Jangkar. Pasalnya, kendaraan pribadi, kendaraan umum dan angkutan barang atau yang ukuran sedang masih bisa mengaksesnya. “Untuk kendaraan tronton atau gandeng masih harus ke Banyuwangi. Mereka menyeberang melalui Pelabuhan Muncar. Karena pelabuhan Jangkar belum bisa menerima muatan barang dengan kendaraan besar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan pada Korban Erupsi Gunung Semeru

Kata dia, semua persyaratan untuk dibukanya Pelabuhan Jangkar sudah lengkap. Dishub tinggal meresmikan jika kegiatan di Pelabuhan Jangkar sudah siap beroperasi. “Kapalnya sudah siap, pelabuhannya juga sudah siap digunakan. Hanya saja saat ini masih terkendala kenaikan harga BBM, sehingga petugas masih menunggu hasil rapat,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Situbondo, Buchari mengatakan, warga saling bergotong royong membantu petugas saat membersihkan area jalan yang akan dilakukan pelebaran. Itu dilakukan atas kemauan sendiri. “Iya kami dibantu saat kemarin bersih-bersih jalan. Ini kami rasa masyarakat mulai mendukung kami.  Karena nanti manfaatnya akan kembali ke masyarakat,” ucapnya singkat. (wan/pri)

JANGKAR, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Perhubungan Pemkab Situbondo mengklaim sejumlah warga sudah tidak mempermasalahkan kegiatan pelebaran jalan ke Pelabuhan Jangkar. Termasuk pembongkaran rumah.  Mereka mendukung agar pelebaran jalan bisa segera dikerjakan.

Plt.Kepala Dinas Perhubungan, Mistoyo menerangkan, warga secara perlahan mendukung apa yang menjadi maksud dan tujuan pemerintah. Yakni melakukan pelebaran jalan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan keluar-masuk Pelabuhan Jangkar. “Berdasarkan keinginan sendiri, sebagian warga yang terdampak kegiatan pelebaran jalan tidak masalah rumahnya dibongkar,” ujarya, Senin (19/9).

Kata dia, kesadaran masyarakat itu muncul setelah pemerintah rutin melakukan edukasi dan sosialisasi. Terutama manfaat Pelabuhan Jangkar jika dioperasikan nanti. Tentu yang akan merasakan manfaatnya pertama kali adalah warga sekitar. “Tidak mungkin orang yang berada di wilayah Barat mendapat untungnya setelah Pelabuhan Jangkar dibuka,” ungkap Mistoyo.

Disebutkan, lalu lalang penumpang yang menggunakan jasa tranportasi laut memerlukan segala macam kebutuhan saat tiba di Situbondo. Seperti tempat istirahat, tempat makan dan lainnya. “Jadi warga berhak membuka usaha di sekitar area pelabuhan,” jelasnya.

Baca Juga :  Terminal Pariwisata Terpadu yang Dibangun dari Bekas Pasar Sobo

Mistoyo mengatakan, proses pelebaran jalan sudah mulai dikerjakan beberapa hari terakhir ini. Pemkab memiliki tanggungan memperbaiki luas jalan yang kurang lebar. Panjangnya sekitar 800 meter. “Ada kewenangan pemerintah kabupaten dan juga ada kewenangan pemerintah provinsi. Pembagian dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Menurut dia, jalan yang harus dilebarkan sebenarnya tidak ditarget secepatnya bisa terselasaikan. Sebab, jalan tersebut masih bisa dilintasi kendaraan umum. Hanya saja, pelebaran harus segera dilakukan  untuk memenuhi standar operasional prosedur (SOP) Pelabuhan Jangkar.

Mistoyo menjelaskan, pelebaran jalan yang dikerjakan tidak memengaruhi kegiatan lalu lintas kendaraan keluar masuk Pelabuhan Jangkar. Pasalnya, kendaraan pribadi, kendaraan umum dan angkutan barang atau yang ukuran sedang masih bisa mengaksesnya. “Untuk kendaraan tronton atau gandeng masih harus ke Banyuwangi. Mereka menyeberang melalui Pelabuhan Muncar. Karena pelabuhan Jangkar belum bisa menerima muatan barang dengan kendaraan besar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bangun Keharmonisan Masyarakat Bersama Tokoh Lintas Agama

Kata dia, semua persyaratan untuk dibukanya Pelabuhan Jangkar sudah lengkap. Dishub tinggal meresmikan jika kegiatan di Pelabuhan Jangkar sudah siap beroperasi. “Kapalnya sudah siap, pelabuhannya juga sudah siap digunakan. Hanya saja saat ini masih terkendala kenaikan harga BBM, sehingga petugas masih menunggu hasil rapat,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Situbondo, Buchari mengatakan, warga saling bergotong royong membantu petugas saat membersihkan area jalan yang akan dilakukan pelebaran. Itu dilakukan atas kemauan sendiri. “Iya kami dibantu saat kemarin bersih-bersih jalan. Ini kami rasa masyarakat mulai mendukung kami.  Karena nanti manfaatnya akan kembali ke masyarakat,” ucapnya singkat. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/