alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Perceraian Pasutri Meningkat, Dipicu Ekonomi dan Medsos

RadarBanyuwangi.id – Angka perceraian rumah tangga di Situbondo beberapa waktu terakhir ini boleh dikatakan semakin hari bukan semakin sedikit, tapi semakin hari semakin banyak. Dari data laporan yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) Situbondo hingga bulan mei 2021 sebanyak 992 pasangan memutuskan untuk berpisah.

Berbagai persoalan yang menjadi pemicunya yaitu, faktor ekonomi, kasus pihak ketiga (perselingkuhan) serta faktor Media Sosial (Medsos) sehingga pihak suami dan istri cukup banyak mendaftarkan gugatan cerai atau talak. selain itu tentu ada faktor lainnya.

Panitera Muda Kantor Pengadilan Agama (PA) Situbondo Happy Agung Setiawan menerangkan  hingga bulan Mei 2021, kasus perceraian karena  pertengkaran  tembus angka 335 pemohon,  kasus ekonomi  sebanyak 222 pemohon, kasus meninggalkan salah satu  sebanyak 107 pemohon, dan  kasus KDRT sebanyak 14 pemohon, “sedangkan sisanya rata-rata antara 1 hingga 10 pemohon, meliputi kasus judi, mabuk, zina, madat, dihukum penjara, poligami, cacat badan, murtad dan kawin paksa,” terang Happy kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Polres Selidiki Pencurian Terekam CCTV yang Viral di Medsos

Selain itu, Happy menambahkan ada hal baru penyebab perceraian yang memicu permasalah suami/istri yaitu,  dengan keberadaan media sosial (Medsos) sehingga membuat rumah tangga jadi rumit.”ya kami mencatat seperti itu. Dengan adanya sosmed orang melihat rumah tangga yang lain tampil berbeda, akhirnya muncullah permasalahan kecil yang berakhir putusnya sebuah hubungan rumah tangga”. Tambah Happy

Happy mengaku, setiap ada proses pengajuan perceraian yang masuk di PA Situbondo, “bagi kami bukan sesuatu hal menyenangkan. Untuk itu, majelis hakim selalu mengarahkan dengan menempuh mediasi bagi pemohon yang akan bercerai,”. Barangkali dengan adanya mediasi bisa membuka hati permohon untuk rujuk kembali, Ini salah satu kiat yang dijalankan majelis hakim untuk mencegah tingginya angka perceraian di Kabupaten Situbondo. Jelasnya. (jon/pri)

Baca Juga :  Motor Ditabrak Sedan, Siswi SMA Terluka

RadarBanyuwangi.id – Angka perceraian rumah tangga di Situbondo beberapa waktu terakhir ini boleh dikatakan semakin hari bukan semakin sedikit, tapi semakin hari semakin banyak. Dari data laporan yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) Situbondo hingga bulan mei 2021 sebanyak 992 pasangan memutuskan untuk berpisah.

Berbagai persoalan yang menjadi pemicunya yaitu, faktor ekonomi, kasus pihak ketiga (perselingkuhan) serta faktor Media Sosial (Medsos) sehingga pihak suami dan istri cukup banyak mendaftarkan gugatan cerai atau talak. selain itu tentu ada faktor lainnya.

Panitera Muda Kantor Pengadilan Agama (PA) Situbondo Happy Agung Setiawan menerangkan  hingga bulan Mei 2021, kasus perceraian karena  pertengkaran  tembus angka 335 pemohon,  kasus ekonomi  sebanyak 222 pemohon, kasus meninggalkan salah satu  sebanyak 107 pemohon, dan  kasus KDRT sebanyak 14 pemohon, “sedangkan sisanya rata-rata antara 1 hingga 10 pemohon, meliputi kasus judi, mabuk, zina, madat, dihukum penjara, poligami, cacat badan, murtad dan kawin paksa,” terang Happy kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Polres Selidiki Pencurian Terekam CCTV yang Viral di Medsos

Selain itu, Happy menambahkan ada hal baru penyebab perceraian yang memicu permasalah suami/istri yaitu,  dengan keberadaan media sosial (Medsos) sehingga membuat rumah tangga jadi rumit.”ya kami mencatat seperti itu. Dengan adanya sosmed orang melihat rumah tangga yang lain tampil berbeda, akhirnya muncullah permasalahan kecil yang berakhir putusnya sebuah hubungan rumah tangga”. Tambah Happy

Happy mengaku, setiap ada proses pengajuan perceraian yang masuk di PA Situbondo, “bagi kami bukan sesuatu hal menyenangkan. Untuk itu, majelis hakim selalu mengarahkan dengan menempuh mediasi bagi pemohon yang akan bercerai,”. Barangkali dengan adanya mediasi bisa membuka hati permohon untuk rujuk kembali, Ini salah satu kiat yang dijalankan majelis hakim untuk mencegah tingginya angka perceraian di Kabupaten Situbondo. Jelasnya. (jon/pri)

Baca Juga :  Sebanyak 324 ASN Aktif Terdaftar Penerima Bansos

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/