alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pemkab Situbondo Perketat Pengawasan Minyak Goreng

SITUBONDO – Meski ketersediaan minyak goreng kembali normal, namun masyarakat tetap mengeluhkan harganya yang mahal. Sebab, pemerintah telah mencabut subsidi terhadap ketetapan harga eceran tertinggi (HET) belum lama ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Situbondo, Ir. Sentot Sugiono, M.Si mengatakan, ketentuan HET yang sebelumnya disubsidi oleh pemerintah sudah dicabut kembali. Sehingga harga minyak goreng saat ini ditentukan oleh persaingan pasar. “Pelaku usaha sudah bebas menentukan harga jual. Karena HET nya sudah dicabut,” ucap Sentot Sugiono, Jumat (18/3/2022).

Mantan Kepala Dispertangan itu mengaku, harga minyak goreng curah saat ini mengalami kenaikan yang berbeda. Untuk satu literharganya Rp.11.500, sedangkan saat ini menjadi Rp.14.000. “Kenaikan itu sudah kami mengecek langsung di supermarket, pasar tradisional dan ritel. Memang mengalami kenaikan semua,” ucapnya.

Selain itu, Sentot juga menyampaikan, untuk harga minyak goreng kemasan masih belum diketahui secara pasti kenaikan harganya. Karena setiap pelaku usaha sudah bebas untuk memberikan patokan harga jual masing-masing. “Karena setiap toko masih berbeda penerapan harga minyak goreng kemasan. Yang jelas harga perliter ya sudah di atas Rp 20.000,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga minyak diyakini akan segera normal kembali. Sebab, ketersediaan minyak goreng sudah normal. “Saya yakin kalau barangnya tersedia cukup, harganya akan kembali normal. Jadi, harga minyak goreng ini mahal karena persediaannya yang masih terbatas,” jelasnya.

Sentot mengatakan, pihaknya ke depan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan minyak goreng di Kabupaten Situbondo. Agar masyarakat tidak kesulitan. “Kami pastikan kedepan persediaan minyak di Situbondo aman. Karena kontrol kami hanya sebatas penyediaan barangnya saja. Sedangkan untuk ketetapan harga, kami tidak bisa terlibat langsung,” ucap Sentot.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, ketersediaan minyak goreng saat ini di Situbondo kembali normal. Pasalnya, empat perusahaan tempat pengepakan minyak goreng kemasan sudah mulai beroperasi kembali.

” etelah kami berkomunikasi dengan distributor dan Pemiliki perusahaan pengepakan minyak goreng, mereka sudah bisa beroperasi lagi. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Ruben. (mg1/pri)

SITUBONDO – Meski ketersediaan minyak goreng kembali normal, namun masyarakat tetap mengeluhkan harganya yang mahal. Sebab, pemerintah telah mencabut subsidi terhadap ketetapan harga eceran tertinggi (HET) belum lama ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Situbondo, Ir. Sentot Sugiono, M.Si mengatakan, ketentuan HET yang sebelumnya disubsidi oleh pemerintah sudah dicabut kembali. Sehingga harga minyak goreng saat ini ditentukan oleh persaingan pasar. “Pelaku usaha sudah bebas menentukan harga jual. Karena HET nya sudah dicabut,” ucap Sentot Sugiono, Jumat (18/3/2022).

Mantan Kepala Dispertangan itu mengaku, harga minyak goreng curah saat ini mengalami kenaikan yang berbeda. Untuk satu literharganya Rp.11.500, sedangkan saat ini menjadi Rp.14.000. “Kenaikan itu sudah kami mengecek langsung di supermarket, pasar tradisional dan ritel. Memang mengalami kenaikan semua,” ucapnya.

Selain itu, Sentot juga menyampaikan, untuk harga minyak goreng kemasan masih belum diketahui secara pasti kenaikan harganya. Karena setiap pelaku usaha sudah bebas untuk memberikan patokan harga jual masing-masing. “Karena setiap toko masih berbeda penerapan harga minyak goreng kemasan. Yang jelas harga perliter ya sudah di atas Rp 20.000,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga minyak diyakini akan segera normal kembali. Sebab, ketersediaan minyak goreng sudah normal. “Saya yakin kalau barangnya tersedia cukup, harganya akan kembali normal. Jadi, harga minyak goreng ini mahal karena persediaannya yang masih terbatas,” jelasnya.

Sentot mengatakan, pihaknya ke depan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan minyak goreng di Kabupaten Situbondo. Agar masyarakat tidak kesulitan. “Kami pastikan kedepan persediaan minyak di Situbondo aman. Karena kontrol kami hanya sebatas penyediaan barangnya saja. Sedangkan untuk ketetapan harga, kami tidak bisa terlibat langsung,” ucap Sentot.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, ketersediaan minyak goreng saat ini di Situbondo kembali normal. Pasalnya, empat perusahaan tempat pengepakan minyak goreng kemasan sudah mulai beroperasi kembali.

” etelah kami berkomunikasi dengan distributor dan Pemiliki perusahaan pengepakan minyak goreng, mereka sudah bisa beroperasi lagi. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Ruben. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/