alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Sedang Transaksi Sabu Dua Pria Dicokok Polisi

SUBOH – Dua pria diamankan Satreskoba saat tengah bertranskasi obat-obatan jenis sabu di terminal bus Besuki. Keduanya adalah Moh. Sulhan, 28, warga Desaa/Kecamatan Suboh, bersama temannya, Wahet Lutfi, 37, warga Desa/Kecamatan Banyuglugur.  

Kasubag Humas Polres SItubondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, penangkapan tersebut dilakukan sekitar sore hari. Begitu mendapat informasi dari warga setempat, unit Satreskoba langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan.

Sulhan dan Wahet didapati sedang melakukan transaksi obat terlarang itu. Tanpa buang waktu, polisi bergerak cepat dan melakukan penangkapan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku langsung digiring ke Polres Situbondo dan dilakukan pemeriksaan. Selain itu, barang bukti yang ditemukan di lokasi juga diamankan.

Baca Juga :  Penyusunan APBDes Dibatasi Seminggu

 “Kami menduga kuat kedua pelaku adalah pengedar. Saat digrebek petugas, ditemukan satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga Sabu. Beratnya sekitar 0,32 gram. Selain itu, satu unti HP juga kami sita sebagai barang bukti,” terang Nanang saat diwawancarai, Kemarin (19/02).

Menurut Nanang, kedua tersangka telah diperiksa. Setelah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan, keduanya dijerat undang-undang tentang Narkotika. “Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 114 (1) subs Pasal 112 (1) U&U Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman untuk pelaku adalah hukuman kurungan. Paling singkat lima tahun,” jelas Nanang.

Nanang menambahkan, petugas tidak hanya akan berhenti sampai di sini. Polisi akan mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan di Situbondo. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lanjutan. Tujuannya untuk mengungkap jaringan-jaringan Narkoba yang kemungkinan masih banyak berkeliaran di Situbondo,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Rute Jangkar-Lembar Tarik Minat Pengusaha Kapal Fery

Selain itu, Nanang juga menghimbau agar masyarakat Situbondo bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk melaporkan setiap pelanggaran khususnya obat-obatan. “Kami harap warga Situbondo dapat bekerjasama dalam melawan peredaran Narkoba. Polisi masih mencari pemasok dan gembong besarnya. Dan kami menjanjikan pengharagaan kepada warga Situbondo yang berhasil mengungkap akar dari peredaran narkoba ini,” tegas Nanang. (cw1/pri)

SUBOH – Dua pria diamankan Satreskoba saat tengah bertranskasi obat-obatan jenis sabu di terminal bus Besuki. Keduanya adalah Moh. Sulhan, 28, warga Desaa/Kecamatan Suboh, bersama temannya, Wahet Lutfi, 37, warga Desa/Kecamatan Banyuglugur.  

Kasubag Humas Polres SItubondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, penangkapan tersebut dilakukan sekitar sore hari. Begitu mendapat informasi dari warga setempat, unit Satreskoba langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan.

Sulhan dan Wahet didapati sedang melakukan transaksi obat terlarang itu. Tanpa buang waktu, polisi bergerak cepat dan melakukan penangkapan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku langsung digiring ke Polres Situbondo dan dilakukan pemeriksaan. Selain itu, barang bukti yang ditemukan di lokasi juga diamankan.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Tebu Asembagus Merembet ke Rumah Warga

 “Kami menduga kuat kedua pelaku adalah pengedar. Saat digrebek petugas, ditemukan satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga Sabu. Beratnya sekitar 0,32 gram. Selain itu, satu unti HP juga kami sita sebagai barang bukti,” terang Nanang saat diwawancarai, Kemarin (19/02).

Menurut Nanang, kedua tersangka telah diperiksa. Setelah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan, keduanya dijerat undang-undang tentang Narkotika. “Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 114 (1) subs Pasal 112 (1) U&U Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman untuk pelaku adalah hukuman kurungan. Paling singkat lima tahun,” jelas Nanang.

Nanang menambahkan, petugas tidak hanya akan berhenti sampai di sini. Polisi akan mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan di Situbondo. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lanjutan. Tujuannya untuk mengungkap jaringan-jaringan Narkoba yang kemungkinan masih banyak berkeliaran di Situbondo,” jelas Nanang.

Baca Juga :  TKD Selomukti Dilaporkan ke Kejari

Selain itu, Nanang juga menghimbau agar masyarakat Situbondo bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk melaporkan setiap pelanggaran khususnya obat-obatan. “Kami harap warga Situbondo dapat bekerjasama dalam melawan peredaran Narkoba. Polisi masih mencari pemasok dan gembong besarnya. Dan kami menjanjikan pengharagaan kepada warga Situbondo yang berhasil mengungkap akar dari peredaran narkoba ini,” tegas Nanang. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/