alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Perbaikan Jembatan Wonorejo Diusulkan di APBD 2019

SITUBONDO – Perbaikan jembatan Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu akan dikerjakan pada tahun depan. Sebab, pemerintah akan menganggarkannya di APBD induk 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk dianggarkan di APBD induk. Karena itu, untuk jembatan permanennya, tidak bisa dikerjakan tahun ini.

Meski begitu, bukan berarti tahun ini tidak diperbaiki. Jembatan peghubung Desa Wonorejo dengan Desa Bimorejo, Banyuwangi itu tetap ada perbaikan. Tetapi hanya bersifat sementara. “PUPR telah mengirimkan 80 beronjong untuk membuat jembatan darurat,” katanya.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu, Pedagang Mengeluh Sering Tak Balik Modal

Gatot menambahkan, pembangunan jembatan harus segera dilakukan. Sebab, dengan terputusnya jembatan sepanjang 4,5 meter itu, akses warga antardesa terganggu. “Setelah kami melakukan survei lapangan pascabanjir beberapa waktu lalu, jembatan darurat itu sangat diperlukan karena menjadi akses vital bagi warga,” katanya.

Dia menerangkan, penggunaan beronjong untuk menyambung pilar jembatan yang terputus. Setelah tersambung, warga bisa melewatinya. Dia berharap, pengerjaannya bisa selesai dalam waktu dekat ini.

Terkait dengan belum tersambungnya jembatan tersebut, Gatot meminta kepada warga sekitar untuk bersabar. Dengan sudah dikirimnya bronjong, dalam waktu dekat ini perbaikannya sudah dimulai.    

Banjir bandang melanda Desa Wonorejo pada Kamis, 08 Februari lalu. Saat itu, terjadi hujan cukup lama dengan intensitas tinggi. Banjir berasal dari luapan sungai Bajulmati. Sebelum kejadian.

Baca Juga :  Adu Moncong Motor vs Mobil, Satu Tewas

Akibatnya, dua dusun di desa ujung timur Kabupaten Situbondo itu tergenang air. Yaitu Dusun Jelun dan Dusun Pandean. Genangan air mencapai satu meter. Sebagian rumah warga rusak. Selain itu, puluhan hektare lahan pertanian tergenang air. Karena arus sungai Bajulmati cukup deras, sebuah jembatan putus. (bib/pri)

SITUBONDO – Perbaikan jembatan Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu akan dikerjakan pada tahun depan. Sebab, pemerintah akan menganggarkannya di APBD induk 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk dianggarkan di APBD induk. Karena itu, untuk jembatan permanennya, tidak bisa dikerjakan tahun ini.

Meski begitu, bukan berarti tahun ini tidak diperbaiki. Jembatan peghubung Desa Wonorejo dengan Desa Bimorejo, Banyuwangi itu tetap ada perbaikan. Tetapi hanya bersifat sementara. “PUPR telah mengirimkan 80 beronjong untuk membuat jembatan darurat,” katanya.

Baca Juga :  Penyambutan Api Asian Games Super Meriah

Gatot menambahkan, pembangunan jembatan harus segera dilakukan. Sebab, dengan terputusnya jembatan sepanjang 4,5 meter itu, akses warga antardesa terganggu. “Setelah kami melakukan survei lapangan pascabanjir beberapa waktu lalu, jembatan darurat itu sangat diperlukan karena menjadi akses vital bagi warga,” katanya.

Dia menerangkan, penggunaan beronjong untuk menyambung pilar jembatan yang terputus. Setelah tersambung, warga bisa melewatinya. Dia berharap, pengerjaannya bisa selesai dalam waktu dekat ini.

Terkait dengan belum tersambungnya jembatan tersebut, Gatot meminta kepada warga sekitar untuk bersabar. Dengan sudah dikirimnya bronjong, dalam waktu dekat ini perbaikannya sudah dimulai.    

Banjir bandang melanda Desa Wonorejo pada Kamis, 08 Februari lalu. Saat itu, terjadi hujan cukup lama dengan intensitas tinggi. Banjir berasal dari luapan sungai Bajulmati. Sebelum kejadian.

Baca Juga :  Gudang Souvernir Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Akibatnya, dua dusun di desa ujung timur Kabupaten Situbondo itu tergenang air. Yaitu Dusun Jelun dan Dusun Pandean. Genangan air mencapai satu meter. Sebagian rumah warga rusak. Selain itu, puluhan hektare lahan pertanian tergenang air. Karena arus sungai Bajulmati cukup deras, sebuah jembatan putus. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/