alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Diskop Fokus Tingkatkan E-commerce Bagi Pelaku UMKM

KAPONGAN – Ratusan pelaku UMKM Situbondo, khususnya generasi millenial kemarin (18/11), mengikuti sosialiasai kewirausahaan dan pemasaran digital (e-commerce). Acara yang digelar selama dua hari ini, diselenggaran oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Situbondo. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak muda mampu bersaing di era digitaliasi.

Johanes Dwi Putra, Community Trainer Komunitas Bukalapak Jawa Timur mengatakan, banyak peluang yang bisa dipetik untuk memasarkan produk. Baik secara gratis atau budget tertentu. Kata dia, dalam sosialisasi ini semua peserta akan diberi materi, terkait peluang digital marketing, membuat account, verifikasi dan tata cara secara umum serta dilatih pengetahuan mengambil gambar dan foto.“Nanti gambar dan fotonya sangat memungkinkan untuk menarik pembeli. Karena di sini memakai background sederhana tapi menarik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jo tersebut mengatakan, pihaknya juga akan memberi contoh-contoh. Kemudian cara menjual di online serta membuat judul atau nama produk yang benar. Sehingga mudah dicari oleh pembeli. “Bagi pelaku UMKM, berjualan online harus pintar-pintar menjelaskan produk dengan tepat. Karena, pelaku usaha tidak bisa bertemu langsung dengan konsumen,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Situbondo, Nugroho saat membuka acara sosialisasi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai investasi masa depan, untuk memberikan bekal bagi para generasi muda dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi.“Era digitalisasi sudah tidak bisa kita pungkiri. Sebab, saat ini semuanya serba digital, termasuk memasarkan produk,” ujarnya kepada wartawan koran ini, Kamis (18/11).

Nugroho kembali menegaskan, salah satu keluhan para pelaku UMKM adalah pemasaran. Sebab, selama ini pemasarannya masih secara konvensional. Misalnya, dijual di toko, dititipkan ke sekolah, kampus atau ke tempat lainnya. “Tentu cara ini masih konvensional, dan kita harus mencari trobosan. Melalui cara teknologi, kita sediakan ‘Rumah Digital UMKM Situbondo,” tandasnya.

Dia menambahkan, dalam waktu tidak terlalu lama, Dinas Koparasi dan Usaha Mikro akan menyiapkan ‘Rumah Digital’ bagi para pelaku UMKM, sebagai sarana pendukung untuk membantu memasarkan produk UMKM. Baik secara online maupun konvensional. Sehingga, hasil produksi dapat dipasarkan dengan baik. “Dengan inovasi ini, kami berharap pelaku UMKM bisa belajar tentang bisnis online melalui digital marketing.Karena program ini ramah digital, tekhnologi dan ramah pemasaran,” jelasnya.

Menurutnya, e-commerce dilakukan dalam rangka memfasilitasi para pelaku UMKM di Kabupaten Situbondo, agar mampu bersaing memasarkan produk melalui media online. Sebab, bisnis online tersebut tidak dibatasi dengan tempat maupun waktu. Selain itu, program tersebut juga dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Sebab, melibatkan nara sumber dari berbagai kalangan yang ahli di bidangnya. “Kami menghadirkan narasumber dari perwakilan Bukalapak Jawa Timur, sekaligus sebagai pendamping program, dan nara sumber yang ahli dibidang IT,” pungkasnya. (jon/pri/adv)

KAPONGAN – Ratusan pelaku UMKM Situbondo, khususnya generasi millenial kemarin (18/11), mengikuti sosialiasai kewirausahaan dan pemasaran digital (e-commerce). Acara yang digelar selama dua hari ini, diselenggaran oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Situbondo. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak muda mampu bersaing di era digitaliasi.

Johanes Dwi Putra, Community Trainer Komunitas Bukalapak Jawa Timur mengatakan, banyak peluang yang bisa dipetik untuk memasarkan produk. Baik secara gratis atau budget tertentu. Kata dia, dalam sosialisasi ini semua peserta akan diberi materi, terkait peluang digital marketing, membuat account, verifikasi dan tata cara secara umum serta dilatih pengetahuan mengambil gambar dan foto.“Nanti gambar dan fotonya sangat memungkinkan untuk menarik pembeli. Karena di sini memakai background sederhana tapi menarik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jo tersebut mengatakan, pihaknya juga akan memberi contoh-contoh. Kemudian cara menjual di online serta membuat judul atau nama produk yang benar. Sehingga mudah dicari oleh pembeli. “Bagi pelaku UMKM, berjualan online harus pintar-pintar menjelaskan produk dengan tepat. Karena, pelaku usaha tidak bisa bertemu langsung dengan konsumen,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Situbondo, Nugroho saat membuka acara sosialisasi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai investasi masa depan, untuk memberikan bekal bagi para generasi muda dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi.“Era digitalisasi sudah tidak bisa kita pungkiri. Sebab, saat ini semuanya serba digital, termasuk memasarkan produk,” ujarnya kepada wartawan koran ini, Kamis (18/11).

Nugroho kembali menegaskan, salah satu keluhan para pelaku UMKM adalah pemasaran. Sebab, selama ini pemasarannya masih secara konvensional. Misalnya, dijual di toko, dititipkan ke sekolah, kampus atau ke tempat lainnya. “Tentu cara ini masih konvensional, dan kita harus mencari trobosan. Melalui cara teknologi, kita sediakan ‘Rumah Digital UMKM Situbondo,” tandasnya.

Dia menambahkan, dalam waktu tidak terlalu lama, Dinas Koparasi dan Usaha Mikro akan menyiapkan ‘Rumah Digital’ bagi para pelaku UMKM, sebagai sarana pendukung untuk membantu memasarkan produk UMKM. Baik secara online maupun konvensional. Sehingga, hasil produksi dapat dipasarkan dengan baik. “Dengan inovasi ini, kami berharap pelaku UMKM bisa belajar tentang bisnis online melalui digital marketing.Karena program ini ramah digital, tekhnologi dan ramah pemasaran,” jelasnya.

Menurutnya, e-commerce dilakukan dalam rangka memfasilitasi para pelaku UMKM di Kabupaten Situbondo, agar mampu bersaing memasarkan produk melalui media online. Sebab, bisnis online tersebut tidak dibatasi dengan tempat maupun waktu. Selain itu, program tersebut juga dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Sebab, melibatkan nara sumber dari berbagai kalangan yang ahli di bidangnya. “Kami menghadirkan narasumber dari perwakilan Bukalapak Jawa Timur, sekaligus sebagai pendamping program, dan nara sumber yang ahli dibidang IT,” pungkasnya. (jon/pri/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/