alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Tampar Santri, Ibu Lapor Polisi

PANARUKAN – SR, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, dipolisikan, Senin kemarin (18/10 ). Pria 45 tahun tersebut dilaporkan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap  anak di bawah umur di Pondok Pesantren Al Islah.

Kasi Humas Polres  Situbondo, Iptu Sutrisno mengatakan, kasus tersebut bermula pada saat korban bernama Mohammad Syamsul Arifin, 15, Warga Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan berada di Ponpes Al Islah. Waktu itu, SR datang ke Ponpes untuk menemui korban. “Setelah terlapor  menjumpai korban, dia malah menuduh korban yang telah mecoret tas, serta merusak tas milik anaknya,” ujarnya.

Karena  Syamsul merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan SR, dia mengelak. Tapi, SR dengan geram menampar pipi kirinya. Syamsul pun kesakitan. “Pengakuan korban, terlapor telah menamparnya sebanyak satu kali dan juga membentak-bentak seorang anak yang masih di bawah umur,” imbuhnya.

Kata Kasi Humas, peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis (14/10) lalu, sekitar pukul 06.00 Wib. Kemudian dilaporkan pada hari Senin (17/10). “Laporan tersebut diajukan oleh ibu korban sendiri, karena dia sebagai seorang ibu tidak terima jika anaknya dituduh mencuri apalagi dipukul dengan alasan tidak logis,” katanya.

Disebutkan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk selanjutnya pihak Polres akan memanggil beberapa saksi dan palaku untuk diminta keterangan,” pungkasnya. (mg1/pri)

PANARUKAN – SR, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, dipolisikan, Senin kemarin (18/10 ). Pria 45 tahun tersebut dilaporkan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap  anak di bawah umur di Pondok Pesantren Al Islah.

Kasi Humas Polres  Situbondo, Iptu Sutrisno mengatakan, kasus tersebut bermula pada saat korban bernama Mohammad Syamsul Arifin, 15, Warga Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan berada di Ponpes Al Islah. Waktu itu, SR datang ke Ponpes untuk menemui korban. “Setelah terlapor  menjumpai korban, dia malah menuduh korban yang telah mecoret tas, serta merusak tas milik anaknya,” ujarnya.

Karena  Syamsul merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan SR, dia mengelak. Tapi, SR dengan geram menampar pipi kirinya. Syamsul pun kesakitan. “Pengakuan korban, terlapor telah menamparnya sebanyak satu kali dan juga membentak-bentak seorang anak yang masih di bawah umur,” imbuhnya.

Kata Kasi Humas, peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis (14/10) lalu, sekitar pukul 06.00 Wib. Kemudian dilaporkan pada hari Senin (17/10). “Laporan tersebut diajukan oleh ibu korban sendiri, karena dia sebagai seorang ibu tidak terima jika anaknya dituduh mencuri apalagi dipukul dengan alasan tidak logis,” katanya.

Disebutkan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk selanjutnya pihak Polres akan memanggil beberapa saksi dan palaku untuk diminta keterangan,” pungkasnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/