alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kerugian Longsor Lubawah Ditaksir Hanya Rp 10 Juta

JawaPos.com – Tebing penahan tanah di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, longsor kemarin (19/1). Warga sekitar pun panik. Mereka khawatir, peristiwa yang sama kembali terulang dan merembet ke tempat tinggal mereka.

Menurut seorang warga Desa Lubawang, Samdiono, penyebab longsornya tebing penahan tanah di Desa Lubawang itu karena hujan deras yang melanda lokasi tersebut. Diduga kuat, tebing berbahan pasir dan batu itu tidak kuat menahan beban tanah yang bercampur air hujan. “Kerusakan pada tebing sekitar dua meter. Kerugian materi akibat insiden tersebut cukup besar. Ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ujar Samdiono.

Lebih lanjut Samdiyono mengatakan, tebing penahan tanah itu memang sengaja dibangun oleh warga setempat. Tujuannya memang untuk mencegah terjadinya longsoran. Sebab di dekat tebing itu terdapat rumah penduduk. “Jadi kalau bertanya siapa yang rugi, ya warga sekitar. Sebab mereka yang membangun tebing penahan itu secara mandiri. Agar lebih nyaman dan aman saat berada di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Gotong Royong Benahi Dam Badeng

Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, saat dikonfirmasi sekitar pukul 17.05 kemarin mengaku, pihaknya baru mendapat kabar tersebut. BPBD Situbondo akan langsung meluncur ke tempat kejadian untuk melihat secara langsung kondisi longsoran tersebut. “Namun yang jelas, informasinya tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden itu. Yang ada hanya kerugian materi,” ucapnya. (zul/bay)

JawaPos.com – Tebing penahan tanah di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, longsor kemarin (19/1). Warga sekitar pun panik. Mereka khawatir, peristiwa yang sama kembali terulang dan merembet ke tempat tinggal mereka.

Menurut seorang warga Desa Lubawang, Samdiono, penyebab longsornya tebing penahan tanah di Desa Lubawang itu karena hujan deras yang melanda lokasi tersebut. Diduga kuat, tebing berbahan pasir dan batu itu tidak kuat menahan beban tanah yang bercampur air hujan. “Kerusakan pada tebing sekitar dua meter. Kerugian materi akibat insiden tersebut cukup besar. Ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ujar Samdiono.

Lebih lanjut Samdiyono mengatakan, tebing penahan tanah itu memang sengaja dibangun oleh warga setempat. Tujuannya memang untuk mencegah terjadinya longsoran. Sebab di dekat tebing itu terdapat rumah penduduk. “Jadi kalau bertanya siapa yang rugi, ya warga sekitar. Sebab mereka yang membangun tebing penahan itu secara mandiri. Agar lebih nyaman dan aman saat berada di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Hujan Delapan Jam Rendam Ratusan Rumah di Kelurahan Sobo

Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, saat dikonfirmasi sekitar pukul 17.05 kemarin mengaku, pihaknya baru mendapat kabar tersebut. BPBD Situbondo akan langsung meluncur ke tempat kejadian untuk melihat secara langsung kondisi longsoran tersebut. “Namun yang jelas, informasinya tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden itu. Yang ada hanya kerugian materi,” ucapnya. (zul/bay)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/