alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Warga Stop Akses Jalan Tambang Widoro Payung

BESUKI – Puluhan warga Desa Widoropayung, menggelar audiensi di Kantor Kecamatan Besuki, Situbondo, Kamis (16/12). Itu dilakukan agar pemerintah tegas menutup akses jalan dum truk muatan material yang berasal dari aktivitas Galian C yang ada di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki.

Warga membawa sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan agar lahan galian C di sekitar wilayah mereka segera ditutup. Sejumlah anggota polisi pun menjaga ketat Kantor Kecamatan Besuki.

Koordinator Audiensi, Abdul Mukid Farisi mengatakan, warga sekitar sudah tak tahan dengan adanya aktivitas pertambangan tanah uruk yang membuat akses jalan rusak. Setiap hari ada puluhan truk yang berlalu lalang mengangkut material hasil tambang galian.

 “Makanya kita melakukan audiensi di kantor Kecamatan Besuki. Meminta keadilan Pak Camat. Yang menjadi tuntutan warga adalah terkait rusaknya akses jalan ke tambang tersebut dan tidak pernah dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Mukid menyampaikan, warga menuntut untuk sementara jangan lagi ada lalu lalang dum truk tambang. Sedangkan untuk kendaraan yang lainnya tidak masalah. “Jadi kalau saya tidak mau menutup tambang tersebut, silahkan tambang tersebut beroprasi. Akan tetapi untuk akses jalan yang ke tambang distop terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Camat Besuki, Andi Jaka mengatakan, puluhan warga Widoropayung datang ke kantor kecamatan untuk audiensi. Warga meminta pihak pengelola tambang melakukan perbaikan pada akses jalan yang dilewati dum truk. Karena jalan rusak mengakibatkan pengendara motor sering terjatuh. ” Hasil audiensi tadi, pihak tambang setuju melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat lalu lalang dum truk muatan material itu,”pungkasnya.(mg4/pri)

BESUKI – Puluhan warga Desa Widoropayung, menggelar audiensi di Kantor Kecamatan Besuki, Situbondo, Kamis (16/12). Itu dilakukan agar pemerintah tegas menutup akses jalan dum truk muatan material yang berasal dari aktivitas Galian C yang ada di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki.

Warga membawa sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan agar lahan galian C di sekitar wilayah mereka segera ditutup. Sejumlah anggota polisi pun menjaga ketat Kantor Kecamatan Besuki.

Koordinator Audiensi, Abdul Mukid Farisi mengatakan, warga sekitar sudah tak tahan dengan adanya aktivitas pertambangan tanah uruk yang membuat akses jalan rusak. Setiap hari ada puluhan truk yang berlalu lalang mengangkut material hasil tambang galian.

 “Makanya kita melakukan audiensi di kantor Kecamatan Besuki. Meminta keadilan Pak Camat. Yang menjadi tuntutan warga adalah terkait rusaknya akses jalan ke tambang tersebut dan tidak pernah dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Mukid menyampaikan, warga menuntut untuk sementara jangan lagi ada lalu lalang dum truk tambang. Sedangkan untuk kendaraan yang lainnya tidak masalah. “Jadi kalau saya tidak mau menutup tambang tersebut, silahkan tambang tersebut beroprasi. Akan tetapi untuk akses jalan yang ke tambang distop terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Camat Besuki, Andi Jaka mengatakan, puluhan warga Widoropayung datang ke kantor kecamatan untuk audiensi. Warga meminta pihak pengelola tambang melakukan perbaikan pada akses jalan yang dilewati dum truk. Karena jalan rusak mengakibatkan pengendara motor sering terjatuh. ” Hasil audiensi tadi, pihak tambang setuju melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat lalu lalang dum truk muatan material itu,”pungkasnya.(mg4/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/