Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Karang Kenek, Olean, Terpilih Tampil dalam Pagelaran Biennale Jatim IX

19 September 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Karang Kenek, Olean, Terpilih Tampil dalam Pagelaran Biennale Jatim IX

Share this      

SITUBONDO – ‘Sokma Katon’, kelompok seniman seni rupa di Situbondo mengajukan Karang Kenek (KK-26) di Desa Olean untuk bisa tampil dalam Pagelaran Biennale Jatim IX 2021. Dan, ternyata terpilih!

Direktur Bienalle Jatim IX, Dwiki Nugroho datang ke Kampung Karang Kenek (KK-26) di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Kamis malam (16/09). Pria yang akrab disapa Komeng itu memenuhi undangan SokmaKaton (SoKa), komunitas seni rupa di Situbondo yang ikut serta dalam pagelaran Biennale Jatim IX 2021.

Dalam kesempatan yang dihadiri Kades Olean Anshori dan sejumlah perangkat desa ini, disampaikanlah kuratorial "D'Mystic of Karang Kene' 26" oleh para anggota Sokma Katon. “Asyik berdiskusi malam itu sampai larut malam, tak terasa. Kita berdiskusi dalam ‘aroma’ mistik,” terang Dedengkot Sokma Katon, Jeffry Gunawan kepada koran ini.

Baca juga: Hasil Swab Negatif, Pasutri PMI Dipulangkan

Menurut pria yang juga Sekretaris Dewan Kesenian Situbondo tersebut, SokmaKaton sengaja menginisiasi Kampung Karang Kenek karena berkeinginan mengangkat asal usul budaya lokal KK 26. Yaitu, tentang mitologi budaya yang dipercayai oleh warga KK26.

“Ada istilah Bahasa Madura "dhateng ondhur" (datang-pergi). Yang maknanya, kepala keluarga di kampung itu tidak bisa lebih dari 26 KK. Kalau sampai lebih, maka akan ada yang pergi. Nah, apa sebenarnya yang tejadi  di kampung yang juga populer dengan kampung mistik ini. Ada juga yang menyebut Kampung Kutukan,” terang bapak tiga anak tersebut.

Diakui, istilah tersebut bagi sebagian besar orang yang mendengarnya bisa membuat penasaran. Sebagian lainnya, mungkin terpacu adrenalinnya untuk mencari tahu. “Sebagian kecil lainnya, tertarik dan ingin berbuat sesuatu di sana (Karang Kenek),” imbuh Jeffry.

Tenaga pendidik di SMAN 2 Situbondo ini menerangkan, Bienalle Jatim merupakan pagelaran seni bergengsi dua tahunan di Jawa Timur. Siapa saja yang ada di Kabupaten/Kota di Jawa Timur boleh mengikutinya. Namun, sebelum dinyatakan masuk atau tidak, masih perlu dikurasi. “Alhmadulillah, dari SokmaKaton memilih  dan terpilih  mengangkat kearifan lokal KK26 sebagai bahan materi konsepnnya,” papar Jeffry.

Pagelaran Biennale Jatim IX 2021 akan dilangsungkan pada 19 November hingga  19 Desember serentak di seluruh kota/kabupaten se-Jatim. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia