alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Adu Moncong Motor vs Mobil, Satu Tewas

BANYUPUTIH – Sepeda motor nopol N 3347 HH Bertabrakan adu moncong dengan mobil nopol P 1019 EE di jalan raya Desa/Keca­matan Banyuputih, Minggu (17/6) malam. Akibatnya, pengen­dara sepeda motor, Ibni Syarif, warga Desa Sumberejo, Banyu­putih meninggal setelah menga­lami pendarahan dari kedua telinganya.

Menurut informasi, peristwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu, Ibni Syarif mengen­darai sepeda motor dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi, Syarif mencoba men­dahului sebuah sepeda motor ya­ng berada di depannya.

Namun nahas, tanpa disangka, dari arah berlawanan, melaju me­laju mobil Hyundai Atoz yang di­ken­darai Lasmin. Syarif yang baru menyadari keberadaan mobil tersebut kebingungan dan tak sem­pat menghentikan laju motornya.

Alhasil, karena jarak yang terlalu dekat kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Syarif terpelanting dengan sejumlah luka di bagian wajah. Sementara pengendara mobil tidak mengalami cidera sedikitpun.

Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Snatoso mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah mendapat kabar adanya kecelakaan. “Kami mendapat informasi dari warga bahwa telah terjadi laka. Ketika kami sampai di lokasi, ternyata korban luka berat sudah dibawa ke RUSD Asembagus,” terangnya.

Karena itu, kata Teguh, polisi langsung mendatangi korban ke rumah sakit. “Korban yang ada di RSUD Asembagus kami datangi untuk dicek keadaannya. Ternyata memang mengalami luka berat,” paparnya.

Namun tak berselang lama, kata Teguh, dirinya mendapat informasi bahwa korban Syarf sudah meninggal dunia. “Sepulangnya kami dari rumah sakit, ada informasi baru. Kata pengemudi mobil, korban sudah meninggal dunia di rumah sakit,” jelasnya.

Mengenai penyebab terjadinya kecelakaan, menurut Teguh, disebabkan karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat hendak menyalip kendaraan lain. “Haluan pengendara sepeda motor terlalu ke kanan. Sehingga disambar oleh kendaraan lain,” Jelasnya.

Teguh menambahkan, kerugian materi akibat kecelakaan terebut mencapai Rp. 11 Juta. “Kerugian terbesar dialami mobil. Yakni kaca lampu dan kaca depan pecah. Selain itu, kap mesin pesok. Kerugiannya sekitar RP. 10 Juta. Semetara sepeda motor rusak pada knalpot dan ban belakang lepas. Serta lampu depan juga pecah dan dek samping beset. Kerugiannya sebesar Rp. 1 Juta” tuturnya.

BANYUPUTIH – Sepeda motor nopol N 3347 HH Bertabrakan adu moncong dengan mobil nopol P 1019 EE di jalan raya Desa/Keca­matan Banyuputih, Minggu (17/6) malam. Akibatnya, pengen­dara sepeda motor, Ibni Syarif, warga Desa Sumberejo, Banyu­putih meninggal setelah menga­lami pendarahan dari kedua telinganya.

Menurut informasi, peristwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu, Ibni Syarif mengen­darai sepeda motor dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi, Syarif mencoba men­dahului sebuah sepeda motor ya­ng berada di depannya.

Namun nahas, tanpa disangka, dari arah berlawanan, melaju me­laju mobil Hyundai Atoz yang di­ken­darai Lasmin. Syarif yang baru menyadari keberadaan mobil tersebut kebingungan dan tak sem­pat menghentikan laju motornya.

Alhasil, karena jarak yang terlalu dekat kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Syarif terpelanting dengan sejumlah luka di bagian wajah. Sementara pengendara mobil tidak mengalami cidera sedikitpun.

Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Snatoso mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah mendapat kabar adanya kecelakaan. “Kami mendapat informasi dari warga bahwa telah terjadi laka. Ketika kami sampai di lokasi, ternyata korban luka berat sudah dibawa ke RUSD Asembagus,” terangnya.

Karena itu, kata Teguh, polisi langsung mendatangi korban ke rumah sakit. “Korban yang ada di RSUD Asembagus kami datangi untuk dicek keadaannya. Ternyata memang mengalami luka berat,” paparnya.

Namun tak berselang lama, kata Teguh, dirinya mendapat informasi bahwa korban Syarf sudah meninggal dunia. “Sepulangnya kami dari rumah sakit, ada informasi baru. Kata pengemudi mobil, korban sudah meninggal dunia di rumah sakit,” jelasnya.

Mengenai penyebab terjadinya kecelakaan, menurut Teguh, disebabkan karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat hendak menyalip kendaraan lain. “Haluan pengendara sepeda motor terlalu ke kanan. Sehingga disambar oleh kendaraan lain,” Jelasnya.

Teguh menambahkan, kerugian materi akibat kecelakaan terebut mencapai Rp. 11 Juta. “Kerugian terbesar dialami mobil. Yakni kaca lampu dan kaca depan pecah. Selain itu, kap mesin pesok. Kerugiannya sekitar RP. 10 Juta. Semetara sepeda motor rusak pada knalpot dan ban belakang lepas. Serta lampu depan juga pecah dan dek samping beset. Kerugiannya sebesar Rp. 1 Juta” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/