alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Cair, Tim Pemulasaraan Terima Insentif untuk Bulan November-Desember

RadarBanyuwangi.id – Insentif tim pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk tahun 2020 yang nunggak selama dua bulan, akhirnya sudah diberikan. Mereka menerima hak-hak keuangannya itu pada malam Lebaran lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Prio Andoko menerangkan, tim pemulasaraan tidak menerima insentif di tahun 2020 lalu, pada Bulan November dan Desember. Mereka tidak dibayar selama 46 kali memakamkan jenazah Covid-19. “Alhamdulillah, semuanya sudah diberikan,” jelasnya.

Nominal insentif tim pemulasaraan pada tahun 2020 sebesar Rp 2,5 juta dalam sekali mengurusi penguburan jenazah. Prio mengatakan, pemerintah baru memberikan insentif untuk tahun 2020 saja. Sedangkan tunggakan tahun ini belum diterima. “Januari-Maret belum. Nanti akan diusulkan lagi,” katanya.

Baca Juga :  Sukses Ekspor Makanan Kering ke Turki, Persiapkan UMKM Go Australia

Tetapi, proses pencairannya lebih mudah. Tidak terlalu sulit seperti pembayaran tunggakan tahun 2020. Tinggal tim pemulasaraan membuat SPj. “Kemudian koordinasi dengan bendahara dan saya teken. Gampang kalau sekarang. Kalau tahun 2020 itukan harus minta persetujuan dan membuat buku pedoman,” pungkas Prio.

Koordinator lapangan tim pemulasaraan jenazah, Lukman Alhabsi bersyukur insentif petugas pemakaman jenazah sudah diterima. Dia mengatakan, keuangan tersebut sudah lama ditunggu. “Malam lebaran kemarin sudah cair semua. Tinggal Januari sampa Maret,” katanya.

Dia mengaku, tim pemulasaraan jenazah Covid-19 terbagi dalam dua kelompok, yaitu tim RSUD dr. Abdoer Rahem dan RS Elizabeth. “Total personel yang terlibat dalam pemakaman jenazah ada belasan orang,” pungkas Lukman. (bib)

Baca Juga :  Sudah Sepekan Kecelakaan, Mobil Siaga Tak Kunjung Diperbaiki

RadarBanyuwangi.id – Insentif tim pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk tahun 2020 yang nunggak selama dua bulan, akhirnya sudah diberikan. Mereka menerima hak-hak keuangannya itu pada malam Lebaran lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Prio Andoko menerangkan, tim pemulasaraan tidak menerima insentif di tahun 2020 lalu, pada Bulan November dan Desember. Mereka tidak dibayar selama 46 kali memakamkan jenazah Covid-19. “Alhamdulillah, semuanya sudah diberikan,” jelasnya.

Nominal insentif tim pemulasaraan pada tahun 2020 sebesar Rp 2,5 juta dalam sekali mengurusi penguburan jenazah. Prio mengatakan, pemerintah baru memberikan insentif untuk tahun 2020 saja. Sedangkan tunggakan tahun ini belum diterima. “Januari-Maret belum. Nanti akan diusulkan lagi,” katanya.

Baca Juga :  Geledah Rumah, Temukan Sabu Seberat 1 ,63 Gram

Tetapi, proses pencairannya lebih mudah. Tidak terlalu sulit seperti pembayaran tunggakan tahun 2020. Tinggal tim pemulasaraan membuat SPj. “Kemudian koordinasi dengan bendahara dan saya teken. Gampang kalau sekarang. Kalau tahun 2020 itukan harus minta persetujuan dan membuat buku pedoman,” pungkas Prio.

Koordinator lapangan tim pemulasaraan jenazah, Lukman Alhabsi bersyukur insentif petugas pemakaman jenazah sudah diterima. Dia mengatakan, keuangan tersebut sudah lama ditunggu. “Malam lebaran kemarin sudah cair semua. Tinggal Januari sampa Maret,” katanya.

Dia mengaku, tim pemulasaraan jenazah Covid-19 terbagi dalam dua kelompok, yaitu tim RSUD dr. Abdoer Rahem dan RS Elizabeth. “Total personel yang terlibat dalam pemakaman jenazah ada belasan orang,” pungkas Lukman. (bib)

Baca Juga :  Tipikor Turun ke Desa Sumberanyar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/