alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Pemilik Konten Video Ajaran Sesat Kiai Syarif Tabayun ke PCNU

SITUBONDO – Gus Idris, konten kreator asal Malang datang ke Kabupaten Situbondo, Minggu (17/4). Awalnya dia menghadiri undangan Polres Situbondo terkait laporan tentang konten hoax ajaran sesat di Situbondo. Setelah itu, dia bersilaturahmi ke kantor PCNU Situbondo. 

Gus Idris merupakan pemilik akun yang videonya viral di Situbondo akibat diedit oleh tangan tak bertanggung jawab. Video tersebut dipotong sehingga tidak tampil utuh. Kemudian, diberi caption peristiwa itu di Situbondo. Isinya sempat membuat resah masyarakat Kota Santri. Sebab, salah satunya memperbolehkan berhubungan badan di siang Bulan Ramadan yang terpenting dengan istri sendiri.

Youtuber asal Kabupaten Malang itu mengaku datang ke kantor NU Situbondo untuk tabayyun. Di Kantor NU Situbondo, dia ditemui Ketua PCNU, dan sejumlah jajaran pengurus serta Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya. Gus Idris mengaku jika videonya yang viral memang salah dan perlu diluruskan.

“Kedatangan saya untuk silaturahim, dan selebihnya meminta maaf kepada seluruh pengurus NU di Kabupeten Situbondo. Sebab, beredarnya video yang di-share ulang oleh orang yang tidak dikenal telah membuat banyak pihak dirugikan,” paparnya.

Gus Idris memastikan, dalam video yang diproduksinya tidak pernah menyebutkan nama Situbondo. Namun, ada orang yang tidak bertanggung jawab memotongnya. Sehingga, mengundang banyak kesalahpahaman di benak masyarakat, utamanya warga Situbondo. “Oleh karena itu saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada pengurus Ansor dan seluruh pengurus NU Cabang Situbondo,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, video yang dibuat sebenarnya untuk edukasi kepada masyarakat. Konten Kiai Syarif yang membolehkan merokok di siang hari bagi orang yang berpuasa, muncul pada saat dirinya dengan tim sedang melakukan kajian dan muncul ide tersebut. Sehingga dibuat tanpa berfikir panjang efek sampingnya.

“Kalau boleh jujur, kita yang sudah bermitra dengan YouTube, tentunya kami juga dituntut untuk selalu update setiap hari. Minimal dalam satu hari ada dua video yang diunggah. Kalau tidak begitu, algoritma YouTube kami akan menurun. Hingga akhirnya kami tidak sempat untuk berfikir efek sampingnya,” imbuh  Gus Idris.

Dia menegaskan, isi konten ajaran sesat kia Syarif sangat tidak benar. Dia sebagai penanggung jawab dari video tersebut tidak membenarkan jika ajaran sesat Kiai Syarif berada di Situbondo. “Oleh karena itu, saya berjanji tidak akan membuat video yang menyebabkan warga resah, apalagi membuat konten yang sifatnya mengandung pencemaran nama baik, mengandung asusila dan ujaran kebencian. Jika kami mengulangi kembali, kami siap untuk diproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ketua Cabang NU Situbondo KH Muhyidin Khotib mengatakan, setelah bertemu langsung dengan Gus Idris, dirinya mendapatkan pemahaman utuh. Ternyata, konten yang dibuat tersebut bukan berada di alam nyata. Namun, sebuah rekayasa. Konten tersebut juga belum sempurna.

“Karena pembuatan videonya tidak tuntas, sehingga meresahkan masayarakat. Meskipun pada intinya pemilik konten tersebut tidak berniat untuk meresahkan masyarakat. Sehingga, dalam pertemuan tersebut, sudah ada kesepakatan, dan pemilik konten asli sudah menyatakan diri tidak akan membuat video yang sifatnya meresahkan banyak orang,” pungkas Muhyidin. (hum/pri)

SITUBONDO – Gus Idris, konten kreator asal Malang datang ke Kabupaten Situbondo, Minggu (17/4). Awalnya dia menghadiri undangan Polres Situbondo terkait laporan tentang konten hoax ajaran sesat di Situbondo. Setelah itu, dia bersilaturahmi ke kantor PCNU Situbondo. 

Gus Idris merupakan pemilik akun yang videonya viral di Situbondo akibat diedit oleh tangan tak bertanggung jawab. Video tersebut dipotong sehingga tidak tampil utuh. Kemudian, diberi caption peristiwa itu di Situbondo. Isinya sempat membuat resah masyarakat Kota Santri. Sebab, salah satunya memperbolehkan berhubungan badan di siang Bulan Ramadan yang terpenting dengan istri sendiri.

Youtuber asal Kabupaten Malang itu mengaku datang ke kantor NU Situbondo untuk tabayyun. Di Kantor NU Situbondo, dia ditemui Ketua PCNU, dan sejumlah jajaran pengurus serta Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya. Gus Idris mengaku jika videonya yang viral memang salah dan perlu diluruskan.

“Kedatangan saya untuk silaturahim, dan selebihnya meminta maaf kepada seluruh pengurus NU di Kabupeten Situbondo. Sebab, beredarnya video yang di-share ulang oleh orang yang tidak dikenal telah membuat banyak pihak dirugikan,” paparnya.

Gus Idris memastikan, dalam video yang diproduksinya tidak pernah menyebutkan nama Situbondo. Namun, ada orang yang tidak bertanggung jawab memotongnya. Sehingga, mengundang banyak kesalahpahaman di benak masyarakat, utamanya warga Situbondo. “Oleh karena itu saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada pengurus Ansor dan seluruh pengurus NU Cabang Situbondo,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, video yang dibuat sebenarnya untuk edukasi kepada masyarakat. Konten Kiai Syarif yang membolehkan merokok di siang hari bagi orang yang berpuasa, muncul pada saat dirinya dengan tim sedang melakukan kajian dan muncul ide tersebut. Sehingga dibuat tanpa berfikir panjang efek sampingnya.

“Kalau boleh jujur, kita yang sudah bermitra dengan YouTube, tentunya kami juga dituntut untuk selalu update setiap hari. Minimal dalam satu hari ada dua video yang diunggah. Kalau tidak begitu, algoritma YouTube kami akan menurun. Hingga akhirnya kami tidak sempat untuk berfikir efek sampingnya,” imbuh  Gus Idris.

Dia menegaskan, isi konten ajaran sesat kia Syarif sangat tidak benar. Dia sebagai penanggung jawab dari video tersebut tidak membenarkan jika ajaran sesat Kiai Syarif berada di Situbondo. “Oleh karena itu, saya berjanji tidak akan membuat video yang menyebabkan warga resah, apalagi membuat konten yang sifatnya mengandung pencemaran nama baik, mengandung asusila dan ujaran kebencian. Jika kami mengulangi kembali, kami siap untuk diproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ketua Cabang NU Situbondo KH Muhyidin Khotib mengatakan, setelah bertemu langsung dengan Gus Idris, dirinya mendapatkan pemahaman utuh. Ternyata, konten yang dibuat tersebut bukan berada di alam nyata. Namun, sebuah rekayasa. Konten tersebut juga belum sempurna.

“Karena pembuatan videonya tidak tuntas, sehingga meresahkan masayarakat. Meskipun pada intinya pemilik konten tersebut tidak berniat untuk meresahkan masyarakat. Sehingga, dalam pertemuan tersebut, sudah ada kesepakatan, dan pemilik konten asli sudah menyatakan diri tidak akan membuat video yang sifatnya meresahkan banyak orang,” pungkas Muhyidin. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/