alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Kasus Aktif Berkurang, Kematian di Atas Rata-rata Nasional

RadarBanyuwangi.id –  Kabupaten Situbondo saat ini kembali masuk zona oranye kasus Covid-19. Padahal, pada pekan sebelumnya, warnanya sudah kuning atau risiko rendah penularan Virus Korona.

Sekda Situbondo, Syaifullah menjelaskan, naiknya status ke oranye tersebut bukan karena terjadi penambahan kasus positif signifikan. Bahkan, persentase kasus aktif malah berkurang. “Mudah-mudahan minggu depan sudah kuning lagi, karena kasus katif sebenarnya berkurang” harapnya.

Yang menyebabkan kembali ke zona oranye, karena kasus kematian meningkat. Yaitu mencapai 7,78 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata Jatim dan nasional. “Yang jadi persoalan, angka kematian naik. Ini yang harus ditekankan agar bisa diturunkan,” imbuh Syaifullah.

Baca Juga :  Baru 17 Desa Tenerima DD-ADD

Penyebab lainnya, pengambilan sampel kontak erat masih kurang. Seharusnya, bisa lebih banyak lagi. Ini berpengaruh terhadap zonasi. “Tapi sudah kita upayakan dengan cara PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro. Yaitu langsung intervensi di tingkat RT,” jelasnya.

Syaifullah menjelaskan, zonasi di tingkat RT di Situbondo tidak ada yang oranye, apalagi merah. Yang ada zona kuning dan hijau. “Sampai saat ini, masih didominasi warna hijau. Ini yang terus dipertahankan,” katanya.

Dia menambahkan, higga kemarin (15/04) ada tujuh RT masuk zona kuning. Sisanya warna hijau. Syaifullah mengatakan, di zona kuning itulah yang menjadi fokus pengendalian kasus. “Satgas melakukan intervensi agar tidak menyebar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Petani Blewah Tetap Untung Meski Panen Tidak Bagus

Sampai saat ini, untuk zonasi memang masih fluktuatif. Beberapa waktu lalu, pernah hanya tersisa tiga RT zona kuning. Kemudian, beberapa hari kemudian naik menjadi sebelas RT. “Dan sekarang turun lagi menjadi tujuh. Angka masih terus bergerak,” ujar Syaifullah.

Penyebaran Covid-19 memang sulit diprediksi. Apalagi masih ada pergerakan keluar-masuk masyarakat. Menurut Syaifullah, selama aktivitas keluar-masuk dari dan menuju daerah lain masih ada, sulit memutus mata rantai Covid-19. “Tidak bisa kalau masih ada aktivitas, kecuali masyarakat diam mungkin lebih mudah,” pungkasnya. (bib)

RadarBanyuwangi.id –  Kabupaten Situbondo saat ini kembali masuk zona oranye kasus Covid-19. Padahal, pada pekan sebelumnya, warnanya sudah kuning atau risiko rendah penularan Virus Korona.

Sekda Situbondo, Syaifullah menjelaskan, naiknya status ke oranye tersebut bukan karena terjadi penambahan kasus positif signifikan. Bahkan, persentase kasus aktif malah berkurang. “Mudah-mudahan minggu depan sudah kuning lagi, karena kasus katif sebenarnya berkurang” harapnya.

Yang menyebabkan kembali ke zona oranye, karena kasus kematian meningkat. Yaitu mencapai 7,78 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata Jatim dan nasional. “Yang jadi persoalan, angka kematian naik. Ini yang harus ditekankan agar bisa diturunkan,” imbuh Syaifullah.

Baca Juga :  Antisipasi Varian Omicron, Satgas Perketat Pelabuhan Jangkar

Penyebab lainnya, pengambilan sampel kontak erat masih kurang. Seharusnya, bisa lebih banyak lagi. Ini berpengaruh terhadap zonasi. “Tapi sudah kita upayakan dengan cara PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro. Yaitu langsung intervensi di tingkat RT,” jelasnya.

Syaifullah menjelaskan, zonasi di tingkat RT di Situbondo tidak ada yang oranye, apalagi merah. Yang ada zona kuning dan hijau. “Sampai saat ini, masih didominasi warna hijau. Ini yang terus dipertahankan,” katanya.

Dia menambahkan, higga kemarin (15/04) ada tujuh RT masuk zona kuning. Sisanya warna hijau. Syaifullah mengatakan, di zona kuning itulah yang menjadi fokus pengendalian kasus. “Satgas melakukan intervensi agar tidak menyebar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Setelah Menunggu Lama, Akhirnya 392 Nakes Terima Insentif Covid-19

Sampai saat ini, untuk zonasi memang masih fluktuatif. Beberapa waktu lalu, pernah hanya tersisa tiga RT zona kuning. Kemudian, beberapa hari kemudian naik menjadi sebelas RT. “Dan sekarang turun lagi menjadi tujuh. Angka masih terus bergerak,” ujar Syaifullah.

Penyebaran Covid-19 memang sulit diprediksi. Apalagi masih ada pergerakan keluar-masuk masyarakat. Menurut Syaifullah, selama aktivitas keluar-masuk dari dan menuju daerah lain masih ada, sulit memutus mata rantai Covid-19. “Tidak bisa kalau masih ada aktivitas, kecuali masyarakat diam mungkin lebih mudah,” pungkasnya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/