alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Rumah Kebakaran Setelah Disambar Petir

PANJI– Sebuah Hariadi, warga Desa Curah Jeru, Kecamatan panji terbakar setelah tersambar petir, Sabtu (17/02) lalu. Penyebabnya, stop kontak kabel TV tidak dicabut. Sehingga aliran listrik pada petir merambat dan mengakibatkan televisi meledak. Api pun membesar dan membakar rumah.

Kordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menyampaikan, peristiwa nahas itu tejadi sekitar pukul 17.30. Kebetulan saat kejadian, Hariadi sedang pergi ke luar kota. Dia lupa mencabut stop kontak televisinya. Akibatnya, petir menyambar dan menyebabkan kebakaran.

 “Saya tidak tahu secara pasti bagaimana petir bisa menyambar televisi tersebut. Yang jelas, biasanya kalau stop kontak tidak dicabut memang mengundang petir. Mungkin karena sama-sama listrik,” terang Puriyono saat diwawancarai, kemarin (18/03).

Puriyono menambahkan, dirinya mendapat informasi mengenai kejadian itu dari warga yang menghubungi BPBD. “Sore hari, salah seorang warga nelvon. Katanya ada rumah kebakaran. Kami langsung melakukan kordinasi dengan tim Damkar dan bergegas turun ke lokasi kejadian,” bebernya.

Beruntung, petugas dan warga yang ada di lokasi cukup sigap. Sehingga api tidak merembet ke bangungan milik warga lainnya. “Hanya satu rumah yang terbakar. Itu pun tidak hangus seluruhnya. Cuma ruangan bagian depannya saja,” papar Puriyono.

Meskipun begitu, kerugian materi akibat bencana tersebut mencapai belasan juta rupiah. “Kami melakukan kordinasi dengan Perangkat Desa, Forkopimka, Kodim dan Polres. Sementara kerugian materi yang berhasil kami tafsirkan adalah Rp. 15 Juta,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai bantuan terhadap pemilik rumah, masih menunggu keputusan Bupati. “Kami hanya melakukan pendataan. Mengenai bantuannya, Bupati yang memiliki kebijakan. Yang jelas laporan mengenai kerugian tersebut dalam proses pengajuan,” terangnya. (cw1/pri)      

PANJI– Sebuah Hariadi, warga Desa Curah Jeru, Kecamatan panji terbakar setelah tersambar petir, Sabtu (17/02) lalu. Penyebabnya, stop kontak kabel TV tidak dicabut. Sehingga aliran listrik pada petir merambat dan mengakibatkan televisi meledak. Api pun membesar dan membakar rumah.

Kordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menyampaikan, peristiwa nahas itu tejadi sekitar pukul 17.30. Kebetulan saat kejadian, Hariadi sedang pergi ke luar kota. Dia lupa mencabut stop kontak televisinya. Akibatnya, petir menyambar dan menyebabkan kebakaran.

 “Saya tidak tahu secara pasti bagaimana petir bisa menyambar televisi tersebut. Yang jelas, biasanya kalau stop kontak tidak dicabut memang mengundang petir. Mungkin karena sama-sama listrik,” terang Puriyono saat diwawancarai, kemarin (18/03).

Puriyono menambahkan, dirinya mendapat informasi mengenai kejadian itu dari warga yang menghubungi BPBD. “Sore hari, salah seorang warga nelvon. Katanya ada rumah kebakaran. Kami langsung melakukan kordinasi dengan tim Damkar dan bergegas turun ke lokasi kejadian,” bebernya.

Beruntung, petugas dan warga yang ada di lokasi cukup sigap. Sehingga api tidak merembet ke bangungan milik warga lainnya. “Hanya satu rumah yang terbakar. Itu pun tidak hangus seluruhnya. Cuma ruangan bagian depannya saja,” papar Puriyono.

Meskipun begitu, kerugian materi akibat bencana tersebut mencapai belasan juta rupiah. “Kami melakukan kordinasi dengan Perangkat Desa, Forkopimka, Kodim dan Polres. Sementara kerugian materi yang berhasil kami tafsirkan adalah Rp. 15 Juta,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai bantuan terhadap pemilik rumah, masih menunggu keputusan Bupati. “Kami hanya melakukan pendataan. Mengenai bantuannya, Bupati yang memiliki kebijakan. Yang jelas laporan mengenai kerugian tersebut dalam proses pengajuan,” terangnya. (cw1/pri)      

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/