alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Tekan Kredit Bermasalah, PNM Probolinggo-Kejari Situbondo Teken MoU

PANJI- Permodalan Nasional Madani (PNM)  cabang Probolinggo  meneken MoU bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo, Senin (16/10).  Itu dilakukan untuk semakin mempermudah penanganan kredit macet.  Juga sebagai turunan dari kerjasama PT  PNM pusat dengan Kejaksaan Agung RI.

Pemimpin PT PNM cabang Kantor Probolinggo,  Arianto Pramujadi mengungkapkan,  PNM merupakan  lembaga BUMN keuangan  non perbankan.  Fokus pada peningkatan perekonomian rakyat.  Yakni memberikan  kredit modal kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui produk Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM). “Sejak tahun 2008, kami telah membantu biaya, pelatihan dan pendampingan usaha kepada 260549 nasabah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Arief merinci, PNM cabang Probolinggo memiliki 10 kantor UlaMM. Meliputi area Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Situbondo. “Sedangkan di Kabupaten Situbondo sendiri ada dua unit cabang yakni di Situbondo Kota dan di Besuki,” ulasnya.

Baca Juga :  Tari Landhung Sambut Kapolres Baru

Dijelaskan, kerjasama antara PNM dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo untuk mengurai permasalahan dan kendala yang ada di PNM unit Situbondo. Seperti persoalan nasabah yang bandel atau kredit macet. Sehingga permasalahan itu dapat diselesaikan secara baik dengan memenuhi aspek ketaatan hukum “Ini sebagai shock terapi melalui kejaksaan,” jelasnya.

Arief menyatakan, lembaga perkreditan yang sehat memiliki kredit macet dibawah tiga persen. Sehingga, kerjasama itu juga untuk menekan angka kredit bermasalah tersebut.”Sehingga angka kredit macet menjadi kecil sekali bahkan tidak ada sama sekali,” paparnya.  

Diterangkan, kerjasama itu telah dilakukan oleh PNM Pusat dengan Kejaksaaan Agung RI sejak Februari 2016. Khusus, untuk mengatasi permasalahan kredit bermasalah. “Jadi ini sebagai bentuk turunan dari apa yang telah diarahkan oleh direktur PNM pusat, Arief Mulyadi. Hampir semua PNM di cabang melakukan kerjasama dengan kejaksaan di wilayah masing-masing,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Tiga Siswa SD Terpapar Covid, Disdikbud Berlakukan Pembelajaran Daring

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo, Nur Slamet, S.H, M.H menyebutkan, pihaknya akan mengeluarkan surat kuasa khusus subtitusi untuk mewakili  PNM. Oleh karena itu, masing-masing cabang PNM diminta untuk menyerahkan data-data nasabah yang bermasalah kepada bidang Perdata dan Tata Usaha (Datun). “Data itu kita inventarisir, evaluasi, dan dipilah berdasar prioritas. Mana masalah yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” tandasnya.

PANJI- Permodalan Nasional Madani (PNM)  cabang Probolinggo  meneken MoU bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo, Senin (16/10).  Itu dilakukan untuk semakin mempermudah penanganan kredit macet.  Juga sebagai turunan dari kerjasama PT  PNM pusat dengan Kejaksaan Agung RI.

Pemimpin PT PNM cabang Kantor Probolinggo,  Arianto Pramujadi mengungkapkan,  PNM merupakan  lembaga BUMN keuangan  non perbankan.  Fokus pada peningkatan perekonomian rakyat.  Yakni memberikan  kredit modal kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui produk Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM). “Sejak tahun 2008, kami telah membantu biaya, pelatihan dan pendampingan usaha kepada 260549 nasabah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Arief merinci, PNM cabang Probolinggo memiliki 10 kantor UlaMM. Meliputi area Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Situbondo. “Sedangkan di Kabupaten Situbondo sendiri ada dua unit cabang yakni di Situbondo Kota dan di Besuki,” ulasnya.

Baca Juga :  DLH Belum Pastikan Sumber Bau Air Sungai

Dijelaskan, kerjasama antara PNM dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo untuk mengurai permasalahan dan kendala yang ada di PNM unit Situbondo. Seperti persoalan nasabah yang bandel atau kredit macet. Sehingga permasalahan itu dapat diselesaikan secara baik dengan memenuhi aspek ketaatan hukum “Ini sebagai shock terapi melalui kejaksaan,” jelasnya.

Arief menyatakan, lembaga perkreditan yang sehat memiliki kredit macet dibawah tiga persen. Sehingga, kerjasama itu juga untuk menekan angka kredit bermasalah tersebut.”Sehingga angka kredit macet menjadi kecil sekali bahkan tidak ada sama sekali,” paparnya.  

Diterangkan, kerjasama itu telah dilakukan oleh PNM Pusat dengan Kejaksaaan Agung RI sejak Februari 2016. Khusus, untuk mengatasi permasalahan kredit bermasalah. “Jadi ini sebagai bentuk turunan dari apa yang telah diarahkan oleh direktur PNM pusat, Arief Mulyadi. Hampir semua PNM di cabang melakukan kerjasama dengan kejaksaan di wilayah masing-masing,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Dokter Spesialis Juga Terpapar Covid-19

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Situbondo, Nur Slamet, S.H, M.H menyebutkan, pihaknya akan mengeluarkan surat kuasa khusus subtitusi untuk mewakili  PNM. Oleh karena itu, masing-masing cabang PNM diminta untuk menyerahkan data-data nasabah yang bermasalah kepada bidang Perdata dan Tata Usaha (Datun). “Data itu kita inventarisir, evaluasi, dan dipilah berdasar prioritas. Mana masalah yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/