alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Hasil Swab Negatif, Pasutri PMI Dipulangkan

SITUBONDO – Sepasang suami istri berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) akhirnya diperbolehkan pulang, Jumat (17/9) kemarin. Itu setelah hasil swab terakhir keduanya dinyatakan negatif, dan tidak mengalami gejala apapun.

Salah satu dokter yang bertugas di Isolasi Terpusat (Isoter), dr. Sieny Veronica, mengatakan sepasang suami istri tersebut diperbolehkan pulang berdasar hasil pemeriksaan terakhir. “Untuk hasil swabnya, alahamdulilllah lancar dan keduanya bisa dipulangkan,” ujarnya.

Menurut dr Sieny, pasca dipulangkannya dua orang  PMI tersebut, kini sudah tidak ada lagi yang menetap di Isoter di Wisma Baluran. Pasangan suami istri itu merupakan yang terakhir. “Karena gedung sudah kosong, maka akan disterilisasi. Jika nanti ada yang dinyatakan positif, maka akan ditempatkan lagi di gedung ini “ ujarnya.

Sieny juga menjelaskan, mengenai PMI yang menjalani isoter di gedung Wisma Baluran, walaupun dinyatakan positif, namun semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG). “Jadi memang tidak ada gejala apapun,” pungkasnya.

H, 40, salah satu warga yang menjalani isolasi tersebut mengatakan, selama dikarantina dirinya tidak merasa terkekang. Sebab, pelayanan dari satgas covid-19 sangat baik dan respek terhadap apa yang dibutuhkan PMI. Mereka yang mengingkan untuk bisa berjumpa dengan kelurganya juga di perbolehkan.

Dia berpesan pada petugas Satgas Covid-19 agar lebih bersabar menghadapi penghuni isoter yang terkadang memprotes sehingga merepotkan relawan Covid-19. “Saya juga pernah khilaf dan mohon maaf, karena sempat berprasangka negatif terhadap petugas Covid-19. Dan untuk masyarakat, sebagaimana pengalaman saya di sini selama 17 hari, tidak usah takut di isoter. Sebab, di isoter sangat nyaman, terkontrol setiap hari,” pungkasnya. (mg1/pri)

SITUBONDO – Sepasang suami istri berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) akhirnya diperbolehkan pulang, Jumat (17/9) kemarin. Itu setelah hasil swab terakhir keduanya dinyatakan negatif, dan tidak mengalami gejala apapun.

Salah satu dokter yang bertugas di Isolasi Terpusat (Isoter), dr. Sieny Veronica, mengatakan sepasang suami istri tersebut diperbolehkan pulang berdasar hasil pemeriksaan terakhir. “Untuk hasil swabnya, alahamdulilllah lancar dan keduanya bisa dipulangkan,” ujarnya.

Menurut dr Sieny, pasca dipulangkannya dua orang  PMI tersebut, kini sudah tidak ada lagi yang menetap di Isoter di Wisma Baluran. Pasangan suami istri itu merupakan yang terakhir. “Karena gedung sudah kosong, maka akan disterilisasi. Jika nanti ada yang dinyatakan positif, maka akan ditempatkan lagi di gedung ini “ ujarnya.

Sieny juga menjelaskan, mengenai PMI yang menjalani isoter di gedung Wisma Baluran, walaupun dinyatakan positif, namun semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG). “Jadi memang tidak ada gejala apapun,” pungkasnya.

H, 40, salah satu warga yang menjalani isolasi tersebut mengatakan, selama dikarantina dirinya tidak merasa terkekang. Sebab, pelayanan dari satgas covid-19 sangat baik dan respek terhadap apa yang dibutuhkan PMI. Mereka yang mengingkan untuk bisa berjumpa dengan kelurganya juga di perbolehkan.

Dia berpesan pada petugas Satgas Covid-19 agar lebih bersabar menghadapi penghuni isoter yang terkadang memprotes sehingga merepotkan relawan Covid-19. “Saya juga pernah khilaf dan mohon maaf, karena sempat berprasangka negatif terhadap petugas Covid-19. Dan untuk masyarakat, sebagaimana pengalaman saya di sini selama 17 hari, tidak usah takut di isoter. Sebab, di isoter sangat nyaman, terkontrol setiap hari,” pungkasnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/