alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Aturan Tidak Boleh Pakai Sandal Jepit saat Naik Motor Hanya Imbauan

RADAR SITUBONDO – Viral di media sosial (medsos) tentang aturan larangan memakai sandal jepit bagi pengendara roda dua di jalan raya ternyata hanya imbauan. Bukan keharusan. Sebab dengan bersepatu, jika pengendara mengalami kecelakaan, maka kakinya akan lebih terlindungi saat bersentuhan dengan aspal.

Kasatlantas Polres Situbondo AKP Anindita menyebutkan, apa yang disampaikan Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi, sudah banyak dipotong-potong pengguna android. Itu kemudian tersebar di media sosial. Padahal, kenyataannya tidak seburuk dengan apa yang sudah dikeluhkan masyarakat.

“Sebenarnya di story-story banyak sih ejekan ejekan yang mengatakan terlalu lebai dan semacamnya. Sedangkan video itu dipotong dan diedit seakan-akan polisi melarang pengendara roda dua memakai sandal. Padahal itu hanya himbauan,” ungkap Kasatlantas.

Menurutnya, himbauan itu pada akhirnya sama dengan orang yang memakai masker. Akhirnya ada yang diperdakan. Itupun karena ada Covid-19, masyarakat wajib mamakai masker. Nah saat ini masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker. Bahkan tidak jarang orang yang sudah tidak nyaman kalau tidak memakai masker.

“Saya sendiri kalau tidak memakai masker, kayak ada yang kurang, meskipun saat ini tidak terlalu di anjurkan memakai masker. Dulu saya juga merasa ribet memakai masker, tapi kalau biasa kan enak sebenarnya. Muka tidak kusam dan pernafasan juga tidak kotor kalau lewat di jalan pantura,” jelas Kasatlantas Anindita.

Kata Kasat berhijab itu, tujuan sebenarnya hanya ingin melindungi pengendara roda dua agar ketika jatuh di jalan beraspal kakinya tidak sampai terluka. Himbauan memakai sepatu tersebut berada di urutan paling akhir.

“Korlantas menghimbau, agar pengendara memakai jaket, dan pengendara roda dua memakai sepatu agar ketika terjadi sesuatu di jalan kakinya tidak luka. Lagian siapa juga yang mau jatuh di jalan, hanya saja sifatnya itu mengantisipasi,”ujar Anindita.

Kasatlantas menegaskan, jika semisal ada proses tilang di jalan pantura, dan kebetulan yang ditilang memakai sandal jepit itu tidak benar. Jadi masyarakat jangan sampai salah persepsi. Kalau sudah ditilang, berarti persyaratan mereka tidak lengkap. Seperti tidak memakai Helm, tidak memiliki SIM dan tidak bisa menunjukkan STNK.

“Khusus sandal, kita hanya menghimbau, kalau tetap memakai sandal tapi persyaratan lengkap tidak akan kita tilang. Memakai sepatu, tetapi tidak pasang helm pasti kita tilang,” pungkas Kasatlanatas. (hum/pri)

RADAR SITUBONDO – Viral di media sosial (medsos) tentang aturan larangan memakai sandal jepit bagi pengendara roda dua di jalan raya ternyata hanya imbauan. Bukan keharusan. Sebab dengan bersepatu, jika pengendara mengalami kecelakaan, maka kakinya akan lebih terlindungi saat bersentuhan dengan aspal.

Kasatlantas Polres Situbondo AKP Anindita menyebutkan, apa yang disampaikan Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi, sudah banyak dipotong-potong pengguna android. Itu kemudian tersebar di media sosial. Padahal, kenyataannya tidak seburuk dengan apa yang sudah dikeluhkan masyarakat.

“Sebenarnya di story-story banyak sih ejekan ejekan yang mengatakan terlalu lebai dan semacamnya. Sedangkan video itu dipotong dan diedit seakan-akan polisi melarang pengendara roda dua memakai sandal. Padahal itu hanya himbauan,” ungkap Kasatlantas.

Menurutnya, himbauan itu pada akhirnya sama dengan orang yang memakai masker. Akhirnya ada yang diperdakan. Itupun karena ada Covid-19, masyarakat wajib mamakai masker. Nah saat ini masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker. Bahkan tidak jarang orang yang sudah tidak nyaman kalau tidak memakai masker.

“Saya sendiri kalau tidak memakai masker, kayak ada yang kurang, meskipun saat ini tidak terlalu di anjurkan memakai masker. Dulu saya juga merasa ribet memakai masker, tapi kalau biasa kan enak sebenarnya. Muka tidak kusam dan pernafasan juga tidak kotor kalau lewat di jalan pantura,” jelas Kasatlantas Anindita.

Kata Kasat berhijab itu, tujuan sebenarnya hanya ingin melindungi pengendara roda dua agar ketika jatuh di jalan beraspal kakinya tidak sampai terluka. Himbauan memakai sepatu tersebut berada di urutan paling akhir.

“Korlantas menghimbau, agar pengendara memakai jaket, dan pengendara roda dua memakai sepatu agar ketika terjadi sesuatu di jalan kakinya tidak luka. Lagian siapa juga yang mau jatuh di jalan, hanya saja sifatnya itu mengantisipasi,”ujar Anindita.

Kasatlantas menegaskan, jika semisal ada proses tilang di jalan pantura, dan kebetulan yang ditilang memakai sandal jepit itu tidak benar. Jadi masyarakat jangan sampai salah persepsi. Kalau sudah ditilang, berarti persyaratan mereka tidak lengkap. Seperti tidak memakai Helm, tidak memiliki SIM dan tidak bisa menunjukkan STNK.

“Khusus sandal, kita hanya menghimbau, kalau tetap memakai sandal tapi persyaratan lengkap tidak akan kita tilang. Memakai sepatu, tetapi tidak pasang helm pasti kita tilang,” pungkas Kasatlanatas. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/