alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Rumah Nenek Sebatangkara Itu Akhirnya Selesai Diperbaiki

RadarBanyuwangi.id – Rumah Nenek Suhriya ternyata sudah diperbaiki. Tempat tinggal janda tua asal Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, itu sudah direhab pada pertengahan akhir 2020 lalu.

Kepala Desa Landangan, Kamilul Ma’arif menerangkan, perbaikannya dilakukan secara swadaya dengan dipelopori gerakan peduli sosial (GPS). Ada juga sumbangan dari warga Desa Landangan. “Dan saya sendiri menyumbang Rp 1,5 juta. Belum termasuk bantuan pasir,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id kemarin (15/6).

Pria yang akrab disapa Arif ini perlu menyampaikan kondisi terbaru rumah Nenek Suhriya karena di koran ini sempat ditampilkan foto rumah lamanya sebelum diperbaiki. Dia menerangkan, sebelum rumah tersebut direhab, kondisinya cukup memprihatinkan. “Kalau sekarang sudah lebih layak,” jelasnya.

Baca Juga :  Kades Gelung Keluhkan Pembagian Rasidi

Arif menjelaskan, dirinya tidak menggunakan keuangan desa sedikitpun untuk pembiayaan rehabilitasi rumah salah satu warganya tersebut. Akan tetapi murni swadya masyarakat. “Teman-teman komunitas GPS juga ikut membantu dengan dimintai sumbangan,” tambah Arif.

Dia berterima kasih atas kepedulian pegiat sosial dan warganya. Arif menerangkan, rehabilitasi tersebut tidak hanya menyasar Nenek Suhriya, akan tetapi ada beberapa warga kurang mampu lainnya. “Ada di beberapa titik, bukan Nenek Suhriya saja,” katanya.

Di usia lanjutnya, Nenek Suhriya saat ini tinggal sebatang kara. Sebelum diperbaiki, rumahnya berdinding gedek lusuh dan tua. Sedangkan kini sudah lebih layak. Rumahnya tidak bocor lagi. Dia mengaku sudah lama berharap ada yang pihak yang membantu rehab tempat tinggalnya itu. (bib)

Baca Juga :  IGTKI Gelar Joged Lare Cilik Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Rumah Nenek Suhriya ternyata sudah diperbaiki. Tempat tinggal janda tua asal Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, itu sudah direhab pada pertengahan akhir 2020 lalu.

Kepala Desa Landangan, Kamilul Ma’arif menerangkan, perbaikannya dilakukan secara swadaya dengan dipelopori gerakan peduli sosial (GPS). Ada juga sumbangan dari warga Desa Landangan. “Dan saya sendiri menyumbang Rp 1,5 juta. Belum termasuk bantuan pasir,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id kemarin (15/6).

Pria yang akrab disapa Arif ini perlu menyampaikan kondisi terbaru rumah Nenek Suhriya karena di koran ini sempat ditampilkan foto rumah lamanya sebelum diperbaiki. Dia menerangkan, sebelum rumah tersebut direhab, kondisinya cukup memprihatinkan. “Kalau sekarang sudah lebih layak,” jelasnya.

Baca Juga :  Setelah CFD Dibuka Lagi, Bupati Karna: Kita Akan Gelar Pasar Ramadan

Arif menjelaskan, dirinya tidak menggunakan keuangan desa sedikitpun untuk pembiayaan rehabilitasi rumah salah satu warganya tersebut. Akan tetapi murni swadya masyarakat. “Teman-teman komunitas GPS juga ikut membantu dengan dimintai sumbangan,” tambah Arif.

Dia berterima kasih atas kepedulian pegiat sosial dan warganya. Arif menerangkan, rehabilitasi tersebut tidak hanya menyasar Nenek Suhriya, akan tetapi ada beberapa warga kurang mampu lainnya. “Ada di beberapa titik, bukan Nenek Suhriya saja,” katanya.

Di usia lanjutnya, Nenek Suhriya saat ini tinggal sebatang kara. Sebelum diperbaiki, rumahnya berdinding gedek lusuh dan tua. Sedangkan kini sudah lebih layak. Rumahnya tidak bocor lagi. Dia mengaku sudah lama berharap ada yang pihak yang membantu rehab tempat tinggalnya itu. (bib)

Baca Juga :  Kisah Pak Tutun, Cukupi Kebutuhan Hidup Dari Menjaring Ikan di Pantai

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/