alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Ancam Laporkan Dugaan Pelanggaran dalam Seleksi Perangkat Desa

RadarSitubondo.id – Dugaan pelanggaran dalam seleksi perangkat desa di lima desa, di Kecamatan Jatibanteng berbuntut panjang. Terhadap masalah tersebut, ada elemen masyarakat yang mengancam menempuh upaya hukum.

Ialah Supryiono yang berencana menempuh upaya hukum. Seperti yang diketahui, pada pelaksanaan tes tulis beberapa waktu lalu, ditemukan salah satu peserta memegang kunci jawaban. “Peserta atas nama Saryono ditemukan nyontek. Jawaban ujian dari nomor 1 sampai 100 ditulis di bajunya. Ini indikasi awal,” terangnya.

Kunci jawaban yang dipegang peserta benar semua. Sehingga diduga kuat, sudah dibocorkan oleh panitia. Menurutnya, panitia seleksi terbukti tidak profesional. “Ada banyak fakta yang membuktikan itu. Makanya, kita akan tempuh langkah hukum pidana dan administrasi pemerintahan,” katanya.

Untuk upaya hukum pidana, akan melaporkan pantia ke Polres Situbondo. Supriyono berpendapat, berdasarkan beberapa bukti, diduga kuat ada pelanggaran pidana. “Tetapi apakah terbukti, biar polisi yang menyelidiki,” tambahnya.

Sedangkan upaya hukum administrasi pemerintahan, Supriyono akan menyampaikan surat permintaan ke bupati, agar membatalkan hasil tes tulis tersebut. Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu menerangkan, tesnya layak dibatalkan karena pelaksanaannya sudah amburadul.

“Dalam tatib disebutkan, tes dilaksanakan pukul 08.00, tapi ternyata dimulai pukul 11.00. Kemudian ujian disepakati dikoreksi di dalam kelas, tapi dibawa ke ruangan lain. Banyak hal yang akan saya sampaikan ke bupati melalui surat itu,” terang Supriyono.

Dia menambahkan, upaya hukum tersebut ditempuh, agar ke depan seleksi perangkat desa dilaksanakan secara profesional dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. “Agar tidak mejadi preseden buruk ke depan. Kalau seperti ini terus, kualitas perangkat desa akan jelek,” pungkasnya.

Ada lima desa di Kecamatan Jatibanteng yang melaksanakan seleksi perangkat, beberapa waktu lalu. Yaitu Desa Jatibnteng, Curahsuri, Pategalan, Patemon, dan Desa Kembangsari.

Kepala Desa Jatibanteng, Musawir ketika dihubungi kemarin belum bisa berkomentar. Sebab, dia juga belum tahu, siapa yang akan dilaporkan dalam kasus ini. “Kalau betul melapor, panitia yang mana?. Kepanitiaan tidak nenjadi satu,” katanya singkat. (bib)

RadarSitubondo.id – Dugaan pelanggaran dalam seleksi perangkat desa di lima desa, di Kecamatan Jatibanteng berbuntut panjang. Terhadap masalah tersebut, ada elemen masyarakat yang mengancam menempuh upaya hukum.

Ialah Supryiono yang berencana menempuh upaya hukum. Seperti yang diketahui, pada pelaksanaan tes tulis beberapa waktu lalu, ditemukan salah satu peserta memegang kunci jawaban. “Peserta atas nama Saryono ditemukan nyontek. Jawaban ujian dari nomor 1 sampai 100 ditulis di bajunya. Ini indikasi awal,” terangnya.

Kunci jawaban yang dipegang peserta benar semua. Sehingga diduga kuat, sudah dibocorkan oleh panitia. Menurutnya, panitia seleksi terbukti tidak profesional. “Ada banyak fakta yang membuktikan itu. Makanya, kita akan tempuh langkah hukum pidana dan administrasi pemerintahan,” katanya.

Untuk upaya hukum pidana, akan melaporkan pantia ke Polres Situbondo. Supriyono berpendapat, berdasarkan beberapa bukti, diduga kuat ada pelanggaran pidana. “Tetapi apakah terbukti, biar polisi yang menyelidiki,” tambahnya.

Sedangkan upaya hukum administrasi pemerintahan, Supriyono akan menyampaikan surat permintaan ke bupati, agar membatalkan hasil tes tulis tersebut. Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu menerangkan, tesnya layak dibatalkan karena pelaksanaannya sudah amburadul.

“Dalam tatib disebutkan, tes dilaksanakan pukul 08.00, tapi ternyata dimulai pukul 11.00. Kemudian ujian disepakati dikoreksi di dalam kelas, tapi dibawa ke ruangan lain. Banyak hal yang akan saya sampaikan ke bupati melalui surat itu,” terang Supriyono.

Dia menambahkan, upaya hukum tersebut ditempuh, agar ke depan seleksi perangkat desa dilaksanakan secara profesional dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. “Agar tidak mejadi preseden buruk ke depan. Kalau seperti ini terus, kualitas perangkat desa akan jelek,” pungkasnya.

Ada lima desa di Kecamatan Jatibanteng yang melaksanakan seleksi perangkat, beberapa waktu lalu. Yaitu Desa Jatibnteng, Curahsuri, Pategalan, Patemon, dan Desa Kembangsari.

Kepala Desa Jatibanteng, Musawir ketika dihubungi kemarin belum bisa berkomentar. Sebab, dia juga belum tahu, siapa yang akan dilaporkan dalam kasus ini. “Kalau betul melapor, panitia yang mana?. Kepanitiaan tidak nenjadi satu,” katanya singkat. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/