alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Kegiatan Giling Molor, Petani Tebu PG Asembagus Panik

ASEMBAGUS – Musim giling Pabrik Gula (PG) Asembagus berdasarkan hasil rapat dengan direksi konsorsuim PTPN XI akan dimulai 25 Juli nanti. Sayangnya, waktu ini bisa saja molor dari jadwal semula. Penyebabnya, saat ini PG Asembagus dalam proses revitalisasi peningkatan kapasitas giling dari 3000 TCD (Ton Can per Day) menjadi 6000 TCD. 

Keadaan ini membuat petani tebu di lingkungan PG Asembagus bingung bahkan panik. Sebab, jika itu terjadi para petani akan banyak dirugikan. Tebu mereka tidak akan tergiling dengan baik.

Terkait dengan masalah ini, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto turun langsung ke PG Asembagus, kemarin (16/05).  Dadang ingin dengan adanya revitalisasi tersebut tidak merugikan petani.

Dia mengatakan, kedatangannya itu untuk memastikan upaya apa yang sudah dilakukan pihak PG Asembagus. “Kita mengusahakan bagaimana tidak ada petani yang dirugikan. Makanya, nanti akan ada pertemuan antara pemerintah dengan PG-PG yang ada Situbondo,” kata Bupati.

Manajer Tanam PG Asembagus, Tri Antono mengatakan, kemungkinan mundurnya waktu giling karena saat ini PG Asembagus dalam proses revitalisasi peningkatan kapasitas giling dari 3000 TCD (Ton Can per Day) menjadi 6000 TCD. Karena itu ada beberapa kendala yang menyebabkan waktu giling bisa lambat.

Salah satunya, karena adanya beberapa peralatan revitalisasi yang datangkan dari luar negeri. Tri Antono mengatakan, mesin giling PG Asembagus untuk keperluan peningkatan kapasitas itu, ada yang didatangkan dari India dan China. “Tapi kami berharap lancar, sesuai rencana,” ujarnya.

Tri Antono menambahkan, jika waktu giling molor, pihak PG Asembagus sudah menyediakan langkah antisipatif. Dia mengaku sudah ada beberapa planing. “Kami sudah menyediakan plan A dan plan B jika ada kendala. Plan A dan plan B ini nanti akan kita paparkan di hadapan bupati,” ujarnya.

Dia menerangkan, pada giling yang direncanakan mulai pada Bulan Juli nanti, kapasitas giling PG Asembagus masih 300 TCD. Peningkatan kapasitas menjadi 6000 TCD diperkirakan pada Bulan September 2018. “September sudah sesuai kapasitas,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu upaya agar tebu petani bisa giling, PG Asembagus sudah berkoordinasi dengan PG lain yang ada di Situbondo. Petani yang sudah tebang bisa mengirimkan tebunya ke PG Panji maupun PG Olean. “Kami koordinasi untuk mempersiapkan pabriknya. Di PG Olean rencananya mulai giling tanggal 21 mei,” kata Tri Antono.

Tri Antono menerangkan, sebelum peningkatan kapasitas giling nanti, pihak PG juga sudah mengantisipasi agar tebu rakyat (TR) tidak sampai dibawa ke luar Situbondo. Upaya yang dilakukan, tebu yang biasa giling di PG Asembagus akan ditampung di PG Olean maupun PG Panji terlebih dahulu.

“Seandaianya ada apa-apa, diharapkan PG yang lain bisa menampung. Sedangkan agar TR bisa tergiling di Situbondo, TS (tebu sendiri) yang dikeluarkan untuk digiling di luar daerah,” pungkasnya. (bib/pri)

ASEMBAGUS – Musim giling Pabrik Gula (PG) Asembagus berdasarkan hasil rapat dengan direksi konsorsuim PTPN XI akan dimulai 25 Juli nanti. Sayangnya, waktu ini bisa saja molor dari jadwal semula. Penyebabnya, saat ini PG Asembagus dalam proses revitalisasi peningkatan kapasitas giling dari 3000 TCD (Ton Can per Day) menjadi 6000 TCD. 

Keadaan ini membuat petani tebu di lingkungan PG Asembagus bingung bahkan panik. Sebab, jika itu terjadi para petani akan banyak dirugikan. Tebu mereka tidak akan tergiling dengan baik.

Terkait dengan masalah ini, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto turun langsung ke PG Asembagus, kemarin (16/05).  Dadang ingin dengan adanya revitalisasi tersebut tidak merugikan petani.

Dia mengatakan, kedatangannya itu untuk memastikan upaya apa yang sudah dilakukan pihak PG Asembagus. “Kita mengusahakan bagaimana tidak ada petani yang dirugikan. Makanya, nanti akan ada pertemuan antara pemerintah dengan PG-PG yang ada Situbondo,” kata Bupati.

Manajer Tanam PG Asembagus, Tri Antono mengatakan, kemungkinan mundurnya waktu giling karena saat ini PG Asembagus dalam proses revitalisasi peningkatan kapasitas giling dari 3000 TCD (Ton Can per Day) menjadi 6000 TCD. Karena itu ada beberapa kendala yang menyebabkan waktu giling bisa lambat.

Salah satunya, karena adanya beberapa peralatan revitalisasi yang datangkan dari luar negeri. Tri Antono mengatakan, mesin giling PG Asembagus untuk keperluan peningkatan kapasitas itu, ada yang didatangkan dari India dan China. “Tapi kami berharap lancar, sesuai rencana,” ujarnya.

Tri Antono menambahkan, jika waktu giling molor, pihak PG Asembagus sudah menyediakan langkah antisipatif. Dia mengaku sudah ada beberapa planing. “Kami sudah menyediakan plan A dan plan B jika ada kendala. Plan A dan plan B ini nanti akan kita paparkan di hadapan bupati,” ujarnya.

Dia menerangkan, pada giling yang direncanakan mulai pada Bulan Juli nanti, kapasitas giling PG Asembagus masih 300 TCD. Peningkatan kapasitas menjadi 6000 TCD diperkirakan pada Bulan September 2018. “September sudah sesuai kapasitas,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu upaya agar tebu petani bisa giling, PG Asembagus sudah berkoordinasi dengan PG lain yang ada di Situbondo. Petani yang sudah tebang bisa mengirimkan tebunya ke PG Panji maupun PG Olean. “Kami koordinasi untuk mempersiapkan pabriknya. Di PG Olean rencananya mulai giling tanggal 21 mei,” kata Tri Antono.

Tri Antono menerangkan, sebelum peningkatan kapasitas giling nanti, pihak PG juga sudah mengantisipasi agar tebu rakyat (TR) tidak sampai dibawa ke luar Situbondo. Upaya yang dilakukan, tebu yang biasa giling di PG Asembagus akan ditampung di PG Olean maupun PG Panji terlebih dahulu.

“Seandaianya ada apa-apa, diharapkan PG yang lain bisa menampung. Sedangkan agar TR bisa tergiling di Situbondo, TS (tebu sendiri) yang dikeluarkan untuk digiling di luar daerah,” pungkasnya. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/