alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Puluhan Hektare Sawah Warga Sumbermalang Gagal Panen

SUMBERMALANG – Puluhan hektare tanaman padi milik warga Kecamatan  Sumber Malang dipastikan gagal panen. Ini setelah sebelumnya lahan pertanian itu diterjang banjir bandang.

Kasi Trantib Kecamatan Sumber Malang, Buyung Sutikno mengatakan, setelah dilakukan survei ke lapangan, ada banyak tanaman padi milik warga yang rusak. Sehingga warga banyak yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Untuk ladang yang sudah ditanami padi ada sekitar 80 hektare. Sebagian ada yang baru menanam dan ada yang sudah hampir panen,” ungkap Sutikno.

Kata Sutikno, desa yang terdampak banjir tersebut di antaranya Desa Sumberargo, Tamansari, dan desa Kalirejo,  Kecamatan Sumbermalang.  “Warga ada yang nangis dan sebagian ada yang pasrah, namanya juga musibah” imbuh Sutikno.

Kata dia, saat banjir bandang terjadi, cuaca di wilayah tersebut tidak mendung. Cuacanya cerah. Waktu malam juga tidak ada hujan. “Kejadian tersebut juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu tetapi tidak separah yang sekarang,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir terjadi akibat hujan selama tiga hari di bagian hulu. Hujan terjadi di selatan Desa Mojodungkul. Akibatnya warga setempat yang dekat dengan sungai ketakutan. (hum/pri)

SUMBERMALANG – Puluhan hektare tanaman padi milik warga Kecamatan  Sumber Malang dipastikan gagal panen. Ini setelah sebelumnya lahan pertanian itu diterjang banjir bandang.

Kasi Trantib Kecamatan Sumber Malang, Buyung Sutikno mengatakan, setelah dilakukan survei ke lapangan, ada banyak tanaman padi milik warga yang rusak. Sehingga warga banyak yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Untuk ladang yang sudah ditanami padi ada sekitar 80 hektare. Sebagian ada yang baru menanam dan ada yang sudah hampir panen,” ungkap Sutikno.

Kata Sutikno, desa yang terdampak banjir tersebut di antaranya Desa Sumberargo, Tamansari, dan desa Kalirejo,  Kecamatan Sumbermalang.  “Warga ada yang nangis dan sebagian ada yang pasrah, namanya juga musibah” imbuh Sutikno.

Kata dia, saat banjir bandang terjadi, cuaca di wilayah tersebut tidak mendung. Cuacanya cerah. Waktu malam juga tidak ada hujan. “Kejadian tersebut juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu tetapi tidak separah yang sekarang,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir terjadi akibat hujan selama tiga hari di bagian hulu. Hujan terjadi di selatan Desa Mojodungkul. Akibatnya warga setempat yang dekat dengan sungai ketakutan. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/