alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Empat Hari Tak Pulang-Pulang, Pasutri Ditemukan di Gubuk Tetangga

SUMBERMALANG – Pasangan suami istri (pasutri) Sawir, 55, dan Bunima, 50, yang sempat dikabarkan hilang selama dua hari, akhirnya ditemukan, Selasa (16/3/2022) lalu. Warga Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, tersebut tidak pulang ke rumahnya selama empat hari, karena jalan yang biasa dilewati tergerus banjir.

Informasi yang dihimpun RadarBanyuwangi.id ini, pasutri tersebut berangkat ke ladangnya di Gunung Gundil, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso sejak Sabtu (12/3/2022) lalu. Karena tidak pulang sebagaimana biasanya, keluarganya mencoba mencari ke ladanganya. Namun, ternyata Pasutri itu tidak ada. Bahkan setelah ditanyakan pada beberapa orang di ladang tersebut, mereka juga tidak ada yang tahu. Karena panik, keluarganya melaporkan ke Polsek Sumbermalang pada Senin (15/3/2022) lalu.

Di hari itu pula, keluarga Sawir dan Bunima serta warga setempat melakukan pencarian. Pasutri itu berhasil ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu gubuk tetangganya yang jaraknya sangat jauh dari ladang miliknya sendiri. Sehingga, korban langsung dibawa pulang ke rumahnya dalam keadaan selamat.

Koodinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, alasan pasutri tersebut tidak pulang ke rumahnya hingga empat hari, karena jalan utama yang mereka lewati tergerus banjir. Sehingga, mereka mencari jalan lain untuk bisa sampai ke rumahnya sendiri.

“Alhamdulillah, setelah kami sampai dirumahnya korban dalam keaadaan sehat dan tidak mengeluh ada sakit yang diderita, hanya saja dalam perjalaannya keduanya menahan lapar hingga dua hari, beruntung ada tetangganya yang kebetulan membawa makanan lebih, hingga bisa bertahan hidup,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Puriyono juga menjelaskan berdasarkan informasi warga setempat, pasutri tersebut memang biasa bermalam di ladangnya dengan membawa bekal yang sekiranya cukup dimakan dua hari. “Karena pasutri itu tidak pulang lebih dua hari, anak yang menjaga rumahnya khawatir. Sebab, waktu itu ada banjir yang cukup besar,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

SUMBERMALANG – Pasangan suami istri (pasutri) Sawir, 55, dan Bunima, 50, yang sempat dikabarkan hilang selama dua hari, akhirnya ditemukan, Selasa (16/3/2022) lalu. Warga Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, tersebut tidak pulang ke rumahnya selama empat hari, karena jalan yang biasa dilewati tergerus banjir.

Informasi yang dihimpun RadarBanyuwangi.id ini, pasutri tersebut berangkat ke ladangnya di Gunung Gundil, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso sejak Sabtu (12/3/2022) lalu. Karena tidak pulang sebagaimana biasanya, keluarganya mencoba mencari ke ladanganya. Namun, ternyata Pasutri itu tidak ada. Bahkan setelah ditanyakan pada beberapa orang di ladang tersebut, mereka juga tidak ada yang tahu. Karena panik, keluarganya melaporkan ke Polsek Sumbermalang pada Senin (15/3/2022) lalu.

Di hari itu pula, keluarga Sawir dan Bunima serta warga setempat melakukan pencarian. Pasutri itu berhasil ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu gubuk tetangganya yang jaraknya sangat jauh dari ladang miliknya sendiri. Sehingga, korban langsung dibawa pulang ke rumahnya dalam keadaan selamat.

Koodinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, alasan pasutri tersebut tidak pulang ke rumahnya hingga empat hari, karena jalan utama yang mereka lewati tergerus banjir. Sehingga, mereka mencari jalan lain untuk bisa sampai ke rumahnya sendiri.

“Alhamdulillah, setelah kami sampai dirumahnya korban dalam keaadaan sehat dan tidak mengeluh ada sakit yang diderita, hanya saja dalam perjalaannya keduanya menahan lapar hingga dua hari, beruntung ada tetangganya yang kebetulan membawa makanan lebih, hingga bisa bertahan hidup,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Puriyono juga menjelaskan berdasarkan informasi warga setempat, pasutri tersebut memang biasa bermalam di ladangnya dengan membawa bekal yang sekiranya cukup dimakan dua hari. “Karena pasutri itu tidak pulang lebih dua hari, anak yang menjaga rumahnya khawatir. Sebab, waktu itu ada banjir yang cukup besar,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/