alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Terdakwa Penusukan Hanya Divonis Lima Tahun

SITUBONDO – Hadiyanto, pelaku penusukan terhadap Sudianto yang berakhir kematian divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim. Putusan tersebut persis dengan keinginan jaksa penuntut umum (JPU).

Pantauan koran ini menyebutkan, sidang penganiayaan yang menyebabkan nyawa korban hilang itu berlangsung hanya sekitar 15 menit. Usai membacakan putusannya, majelis hakim mempersilahkan terdakwa untuk berunding dengan penasehat hukumnya. Alhasil, setelah melakukan musyawarah, pemuda 18 tahun itu menyatakan pikir-pikir.

Mohammad Kholil, penasehat hukum Hadiyanto mengatakan, vonis lima tahun itu sudah adil. Meskipun sebelumnya, dia mengharap hukuman yang dijatuhkan bisa lebih ringan dari tuntutan JPU.

Baca Juga :  DLH Belum Pastikan Sumber Bau Air Sungai

 “Putusan yang dijatukan oleh majelis hakim sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Yakni lima tahun penjara. Namun putusan tersebut tetap kami hormati. Selain itu juga sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Meskipun di ruang sidang klien kami menyatakan fikir-fikir. Akan tetapi setelah berembuk, ternyata pihak keluarga mau menerimanya,” terang Kholil saat diwawancarai seusai sidang, kemarin (16/04).

Kholil berpendapat demikian karena menurutnya, putusan tersebut sudah menggagalkan pasal pembunuhan yang sempat melilit kliennya. “Pasal primernya yang menyebut pasal 338 KUHP tentang pembunuhan tidak terbukti. Karena tidak ada niat dalam aksinya tersebut. Apa yang terjadi hanya spontanitas,” jelasnya.

Sebagaimana yang diwartakan sebelumnya, peristiwa penusukan bermula dari aksi blayer yang dilakukan korban di hadapan Hadiyanto. Tak terima dengan hal itu, pria yang karib disapa Hadi itu langsung mendatangi Sudianto.

Baca Juga :  Harga Mahal, Petani Cepat-Cepat Panen Cabai Rawit

Mengetahui bahwa Hadi mendatanginya, Sudianto bermaksud turun dari motornya. Namun belum sempurna kaki kanannya turun dari motor, Hadi langsung menusukkan pisau yang sengaja dia bawa.

Akibat perbuatan Hadi, korban harus menjalani perwatan di rumah sakit. Namun beberapa hari kemudian, korban ternyata meninggal. (zul/pri)

SITUBONDO – Hadiyanto, pelaku penusukan terhadap Sudianto yang berakhir kematian divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim. Putusan tersebut persis dengan keinginan jaksa penuntut umum (JPU).

Pantauan koran ini menyebutkan, sidang penganiayaan yang menyebabkan nyawa korban hilang itu berlangsung hanya sekitar 15 menit. Usai membacakan putusannya, majelis hakim mempersilahkan terdakwa untuk berunding dengan penasehat hukumnya. Alhasil, setelah melakukan musyawarah, pemuda 18 tahun itu menyatakan pikir-pikir.

Mohammad Kholil, penasehat hukum Hadiyanto mengatakan, vonis lima tahun itu sudah adil. Meskipun sebelumnya, dia mengharap hukuman yang dijatuhkan bisa lebih ringan dari tuntutan JPU.

Baca Juga :  DLH Belum Pastikan Sumber Bau Air Sungai

 “Putusan yang dijatukan oleh majelis hakim sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Yakni lima tahun penjara. Namun putusan tersebut tetap kami hormati. Selain itu juga sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Meskipun di ruang sidang klien kami menyatakan fikir-fikir. Akan tetapi setelah berembuk, ternyata pihak keluarga mau menerimanya,” terang Kholil saat diwawancarai seusai sidang, kemarin (16/04).

Kholil berpendapat demikian karena menurutnya, putusan tersebut sudah menggagalkan pasal pembunuhan yang sempat melilit kliennya. “Pasal primernya yang menyebut pasal 338 KUHP tentang pembunuhan tidak terbukti. Karena tidak ada niat dalam aksinya tersebut. Apa yang terjadi hanya spontanitas,” jelasnya.

Sebagaimana yang diwartakan sebelumnya, peristiwa penusukan bermula dari aksi blayer yang dilakukan korban di hadapan Hadiyanto. Tak terima dengan hal itu, pria yang karib disapa Hadi itu langsung mendatangi Sudianto.

Baca Juga :  Akhirnya ASN Terima Gaji

Mengetahui bahwa Hadi mendatanginya, Sudianto bermaksud turun dari motornya. Namun belum sempurna kaki kanannya turun dari motor, Hadi langsung menusukkan pisau yang sengaja dia bawa.

Akibat perbuatan Hadi, korban harus menjalani perwatan di rumah sakit. Namun beberapa hari kemudian, korban ternyata meninggal. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Parenting Itu Penting

Sarjana Berkarya atau Binasa

Artikel Terbaru

/